
" Yank.... aku beli camilan dan beberapa minuman berasa jika mau ya... takutnya nanti tengah malam kita lapar?", Ucap dokter Yusuf.
" Memang mau ngapain tengah malam kelaparan?", Tanya Yasmin pura pura tidak tahu.
" Iiihhh.... Ya ngapain aja lah, jangan pura pura gitu ah!", Dokter Yusuf mendekati Yasmin dan perlahan membuka hijap yang menutupi rambutnya.
" Jangan kaget ya, aku sudah ubanan mas!", Kata Yasmin pelan.
Dokter Yusuf mengkerutkan keningnya, " biarin tidak masalah!", Jawabnya santai.
" Yakin!", Yasmin menahan kerudung sebelum terbuka sempurna.
" Aku sudah tua, tak semuda Sabrina lho, ga nyesel?!", Yasmin mencoba menggoda dokter Yusuf mau tahu jika marah seperti apa.
" Buka yank... jangan ditahan, aku mau tahu ubannya, biarpun sudah ubanan aku tidak peduli tuh... Sabrina memang masih muda tapi aku cintanya sama yang didepan aku, bodo mau ada yang lebih muda, lebih cantik, aku cintanya sama yang ngaku sudah ubanan, pokoknya aku cinta dan... kita sudah halal", Dokter Yusuf mencoba menarik kerudung Yasmin pelan.
" Bukannya tadi sudah lihat waktu aku dirias?", Tanya Yasmin.
" Tadi kan diikat... ayo dong buka jangan ditahan", Dokter Yusuf tak kehabisan akal dia mendekatkan wajahnya pada Yasmin dan langsung menyergab b***r ranum milik Yasmin, membuat Yasmin tak bisa menghindar dan akhirnya menerima saja.
Otomatis kerudungnya pun terlepas sendiri jatuh menjuntai kelantai, dokter Yusuf menarik cepolan rambut Yasmin dan tergerailah rambut Yasmin yang hitam berkilau dengan sedikit ikal bekas ikatan.
" Kau berbohong, aku tak percaya, ternyata rambutmu hitam legam", Bisik dokter Yusuf ditelinga yasmin dengan nafas terengah engah.
Yasmin hanya tersenyum, " Sudah ada kali cuma belum terlihat!", Jawab Yasmin.
" Yank.... Setelah pulang kita tidak tinggal di rumah aku ataupun rumah sayang ya!", Ujar dokter Yusuf dengan tangan yang terus mainin rambut Yasmin.
" Terus tinggal dimana?", Tanya Yasmin.
" Ada, sudah ayah siapin buat kita, rumah hadiah pernikahan kita", Ujar dokter Yusuf.
" Hah! Hadiah dari siapa?", Tanya Yasmin.
" Ini", Dokter Yusuf memegang tangan Yasmin dan mengarahkan pada mulutnya.
" Dari Mas?", Yasmin menatap dokter Yusuf intens, namun bukannya jawaban malah langsung disosor dokter Yusuf.
" Hah... hah... masss", Yasmin kehabisan nafas hingga berteriak protes dengan mendorong dada dokter Yusuf.
" Sayang mas udah ga sabar... sekarang saja ya... ", Dokter Yusuf perlahan merebahkan tubuh Yasmin yaang sudah tidak memakai kerudung.
__ADS_1
" Kita berdoa dulu ya, supaya kita mendapat keturunan yang shalih", Dokter Yusuf membacakan doa dan meniup ubun ubun Yasmin.
Yasmin pun hanya pasrah, sudah tahu ini kewajibannya, diapun juga menginginkan belaian dari pasangan apalagi sudah lama tak merasakan itu, pastinya Yasmin merasakan hal yang sama seperti dokter Yusuf.
" Jangan KB ya, mas mau sayang hamil anak mas... jangan takut, mas yang akan memantau sendiri kehamilan mu yank ya... kalau bisa dua anak lagi ya... ", Ucap dokter yusuf dengan suara yang sudah terbaca jika sedang menahan hasrat yang sudah menggebu.
" Aku siap mas, berapapun, asal mas tidak meninggalkan aku, aku tidak mau membesarkan mereka sendirian, aku ingin selalu ada mas disisiku", Ucap Yasmin membuat dokter Yusuf langsung mendekapnya erat.
" Semoga Alloh memberikan usia untuk mas, harapan mas juga sama, kita menua dan bahagia bersama sama, dengan anak anak kita, mashaAlloh..... ", Dokter Yusuf kembali memeluk erat Yasmin.
Merekapun memulai malam yang belum larut dengan gelora cinta yang membara dari keduanya, ada doa dan harapan dalam hasrat mereka, supaya segera dikaruniakan keturunan yang sholeh sholehah.
" Terimakasih", Ucap dokter Yusuf mencium kecing Yasmin lama, hingga Yasmin bisa merasakan jika keningnya basah oleh air mata.
" Mas kenapa nangis", Ucap Yasmin yang ikut terharu.
" Terima kasih.... Mas benar benar cinta kamu yank.... mas sangat bersyukur kita dipertemukan dalam keadaan saling membutuhkan seperti saat ini, jangan tinggalin mas ya... ", Dokter Yusuf terisak dengan mendekap ceruk leher Yasmin.
Yasmin membelai lembut rambut dokter Yusuf, penuh kasih.
" Aku yang seharusnya bilang begitu mas, kamu punya segalanya yang orang lain dambakan sementara aku, hanya seorang ibu yang sudah tua, tak punya apa apa... Aku hanya punya mereka bertiga tak ada harta apa apa, aku yang bersyukur... sangat sangat bersyukur bisa dinikahi oleh mu suamiku", Yasmin mengecup kening dokter Yusuf sekilas.
" Hemmm....".
" Ada apa?", Tanya Yasmin.
" Kamu enak banget, terima kasih ya!", Ucap dokter Yusuf tersenyum senang dengan mengecup pipi Yasmin.
" Iih... apaan sih", Jawab Yasmin sewot, malu malu.
" Iya, lagi yuk!", dokter Yusuf senyum menyerigai.
" Hah! Baru juga mas... mau nambah?!", Yasmin tak percaya, dokter Yusuf mengangguk dan kembali melakukan aksi selanjutnya.
" Maklum lah yank... aku kan sudah puasa hampir empat tahun", Ucap dokter Yusuf ditengah aksinya.
Dan mereka benar benar menghabiskan malam pertama mereka penuh dengan gairah percintaan yang panas, usia itu hanya angka, mau tua ataupun muda jika cinta bersama menghiasi maka yang tercipta adalah saling mengasihi selamanya.
__ADS_1
Sementara itu Hanan merana, bu Rosa sulit dihubungi, biasanya mereka jika hendak tidur saling berkiriman kabar melalui pesan tapi dari kemarin sehabis mengantar makanan ponselnya susah sekali dihubungi membuat Hanan kawatir terjadi sesuatu jika suaminya tahu.
Hanan tertegun, memikirkan hal konyol yang ia lakukan akhir akhir ini, merasa punya perasaan terhadap istri orang tidak pernah ada di benak Hanan dulu saat hidupnya baik baik saja.
" Bunda.... Apa kabar kamu bun, dimana kamu dan anak anak?", Batin Hanan, entah kenapa malam ini kok tiba tiba kepikiran mantan istri.
" Aku percaya kamu bisa mengurus mereka bun, Aya maafin bapak", Hanan juga teringan gadis kecilnya yang selalu manja padanya.
" Aku jauh jauh merantau, dan disini aku temukan ladang rejekiku, tapi di kota ini pula aku ceraikan istriku, bunda maafin bapak", Bisik Hanan bermonolog dengan hatinya.
" Dewi, kamu yang aku pilih dan kupertahankan nyatanya kamu telah mengkhianati aku", Hanan kemudian mengingat istrinya itu, istri yang pernah dia cintai bahkan hingga menghancurkan rumah tangganya demi cintanya pada sang janda, nyatanya sakit yang didapatnya.
" Dasar janda g\*tal, sudah dimuliakan malah cari dukun abal abal, sialan kamu Dewi", Umpat Hanan frustasi.
Jika ditanya Hanan memang masih ada rasa cinta pada Dewi tapi rasa itu telah berganti dengan marah dan jijik, sehingga sulit untuk Hanan memaafkan Dewi.
Biasa orang yang terlalu mencintai kemudian dikhianati memang sangat sakit, nah mungkin Hananpun begitu.
" Ku bela kamu didepan orang tuaku, ku lindungi agar tidak ditolak saat nanti ku ajak pulang kampung, tapi dasar... perempuan tidak tahu diri, bahkan kamu kuistimewakan, nyatanyaa bangkai ku dapat... DASARRR", umpat Hanan sangat frustasi malam itu.
Bersambung.....
__ADS_1