JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
SAH


__ADS_3

Dewi yang merasa kecewa dan marah pada Hanan karena statusnya digantung, diapun benar benar mencari celah kesalahan Hanan, dengan diam diam diapun mengintai Hanan dalam sekali kesempatan, tidak mau tinggal diam.


Sementara mang Usep terus saja menuntut tanggung jawab pada Dewi untuk menjadi istri keduanya.


Dewi yang merasa di rugikan sama Hanan hingga anak anaknya diambil mantan mertuanya juga merasa harus dapat kejelasan status dari Hanan.


Seperti sore ini Dewi meminjam motor tetangganya, dia berpakaian rapat berhrlm, berkaca mata, bermasker, demi mengintai krgiatan Hanan, ingin tahu rumah kontrakannya.


Selesai mengajar Hanan memang langsung pulang ke rumah kontrakannya dan semua itu tak lepas dari pantauan Dewi.


Tak jauh dari kontrakan, dan memang kebetulan pintu kamar Hynan menghadap langsung ke warung itu, Dewi berbincang dengan pemilik warung dan bertukan nope untuk menggali informasi, agar saat pas ada perempuan datang ke kontrakan Hanan, Dewi bisa mengetahuinya, berdasar informasi ibu warung.




" Saya terima nikah dan kawinnya Yasmin Sera binti Yasman Sera dengan mas kawin seperangkat perhiasan emas seberat 100 gr dan satu buah mobil dibayar tunai", Suara dokter Yusuf lantang dalam satu tarikan nafas menggema di sebuah rumah sederhana, rumah orang tua Yasmin.



" Sah?", Tanya penghulu.



" Sah.... sah ... sahhh....", Jawab para hadirin undangan keluarga yang berada di ruang tamu keluarga Yasman.



" Baarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir.” Artinya: mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik dalam suka maupun duka dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan, Aamiin yarobalalamiin", Doa dari penghulu yang di Aamiinkan para undangan.



Yasmin terisak begitupun pak Yasman dan bu Hasanah, tak tahan merasakan keharuan ini, putrinya menikah kembali, kali ini ada doa yang lebih dalam lagi dari pada dulu saat menikah pertama kali, kali ini rasanya begitu penuh haru.



Begitupun dengan perasaan Yasmin, kali ini doa Yasmin tidak berani banyak banyak dia hanya minta dokter Yusuf bisa menyayangi ketiga anaknya, selebihnya Yasmin tidak berani meminta, terlalu malu jika banyak permintaan pada Robbnya pikir Yasmin, ada yang mau menikahinya saja dia sudah bersyukur.



Sementara dokter Yusuf juga terisak, rasanya seperti mimpi bisa menemukan Yasmin dan bisa menikahinya, hal yang selama ini sudah tidak berani lagi dia memintanya kepada Robbnya, karena Yasmin telah menjadi milik orang, tapi sekuat apapun dia tidak meminta jika takdir mempertemukan tepat pada waktunya nyatanya bisa terjadi, dan karena itu dokter Yusuf syukuri tiada henti.



Bu Rusmini ibunya dokter Yusuf dan bu Hasanah menuntun Yasmin menuju dokter Yusuf yang sudah menunggu didepan penghulu.



Dokter Yusuf tersenyun dan menyeka air matanya mrnyambut kedatangan Yasmin.



Yasmin meraih tangan dokter Yusuf dan mrnciumnya lama, dokter Yusuf tergugu, tidak tahan dengan rasa haru bahagianya, kini Yasmin telah menjadi istrinya, air matanya meleleh kembali.

__ADS_1



Kemudian dia mencium kening Yasmin, bahkan Yasmin sampai mendengar isakan itu.



" Terima kasih, sayangku...", Ucap dokter Yusuf dengan suara tergugu.



Yasmin tersenyum namun air matanya meleleh, tidak tahan melihat sang suami yang menangis haru diapun ikut meneteskan air mata.



Foto grafer tidak menyi nyiakan setiap momen itu, mereka mengabadikan lewat foto dan video.



Bahkan Hasan diam diam menghindar dari kerumunan saudara dan undangan disana di melipir kesamping rumah, air matanya ikut keluar saat menyaksikan momen bahagia sang bunda.



Bukan! Dia bukan ingat bapaknya, tetapi dia merasa bersyukur ibunya mendapat pendamping hidup kembali.



Dalam diam Hasan tahu jika bundanya selama ini pontang panting cari uang untuk biaya sekolah dan hidup dirinya dan kedua adiknya, maka saat ada yang mau menikahi bundanya Hasan berdoa supaya bundanya tidak terlalu kerja keras lagi karena ada suami yang akan membantunya, serta ada tempat berbagi suka duka, pikir Hasan.




" Kakak kok malah disini?", Ternyata yang menepuk punggungnya adalah pakdenya, pakde Yudi.



" Pakde, ngagetin saja", Ucapnya terkejut.



" Kenapa kok malah mojok?, Ingat bapak?", Tanya Yudi.



Hasan menggeleng, " Sejak Aya kecewa dan sakit karena merindukan bapak, sejak saat itu Hasan sudah lupa jika punya bapak!", Jawabnya emosional.



" Hemm..... Sekarang kakak punya Ayah, semoga kehadiran ayah bisa menggantikan bapak, bahkan bisa lebih sayang, biarkan bapakmu bahagia bersama keluarga barunya", Nasehat bijak pakde Yudi mengusap punggung Hasan.



" Ayo masuk, mau foto foto", Yudi menggiring Hasan untuk kembali masuk kedalam rumah.

__ADS_1



Dan merekapun foto foto di sebuah pelaminan sederhana yang dihiasi dengan bunga segar bernuansa putih hijau, dokter Yusuf tak henti hentinya setiap kali ada kesempatan mencium tangan Yasmin.



Tampak jika dokter itu sangat bahagia, begitu dengan keempat anak mereka, terlihat sangat bahagia. Aya yang selalu bergelayut manja di lengan sang ayah baru, begitupun Halwa selalu bergelayut manja pada lengan Yasmin, bunda barunya.



Pak Harun, bu Ainun serta pakde budhe juga hadir disana, namun bu Ainun terus saja menangis sehingga mereka memutuskan tidak lama lama berada disana, pak Harun tahu istrinya tidak dalam keadaan baik, bukan tidak bahagia Yasmin menikah lagi, tetapi kesedihan atas kehancuran rumah tangga anaknya dengan Yasmin tetap dia sesali, rasa marahnya pada Hanan sulit terhapuskan.



Keluarga pak Yasman sudah menyiapkan segala barang bawaan jika keluarga pak Harun datang, oleh karena itu saat mereka pamitan panitia yang masih keluarga dengan cekatan membawa barang tersebut ke motor pak Harun dan pakde.



Pak Yasman mengusap punggung pak Harus begitupun bu Hasanan merangkul erat bu Ainun.



" Semoga Yasmin selalu bahagia, maafkan atas kelakuan Hananto", Bisik pak Harun ditelinga pak Yasman.



" Kami sudah memaafkan, ini takdir jdngan terlalu berlarut dalam kesedihan, anak anak tetap tahu siapa orang tua dan kakek neneknya, jangan kawatir", Jawab pak Yasman.



" Ibu harus sehat, cucu cucu kita masih butuh kita, lihat Hasan betapa sholehnya dia", Ujar bu Hasanah pada bu Ainun yang tampak tidak baik baik saja.



" Aku baik baik saja bu, tapi setiap kali melihat mereka aku serasa masih kecewa pada putraku", jawab bu Ainun sedih.



" Ibu harus ikhlasin, takdir mereka memang harus begini jalannya, semua ada hekmahnya bu", Bu Hasanah mrngusap lembut punggung bu Ainun.



Mereka mengangguk dan kemudian berangkat pulang, pak Yasman dan bu Hasanah mengantar mereka sampai laju motornya tak terlihat lagi.



Meskipun ada keharuan tetapi acara berjalan lancar, Dokter Yusuf dan Yasmin sudah resmi menjadi pasangan suami istri.



Ada keluarga Hanan yang sedih, ada juga seseorang yang sedari tadi menatap kedua mempelai dengan tatapan tak percaya dan ada kecewa disana, tetapi tetap setia berada di kursi tamu menatap kedua mempelai yang tengah bahagia.


__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2