JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Cincin itu


__ADS_3

Sekitar jam sepuluan Hanan membantu Yasmin di rumah untuk beberes, mulai dari merapikan tempat jemuran, membersihkan barang barang yang sudah tak tetpakai untuk di pak dan di singkirkan dari rumah agar tanpak bersih dan rapi.


Drettttt


Dretttt


Dretttt


Ponsel Hanan meraung meraung minta di angkat ada yang menghubungi dirinya, dan utu ternyata dari sang istri muda Dewi.


" Assalamualaikum ma", Sapa Hanan mengawali pembicaraan di ponsel.


" Waalaikum salam pak, ini orang yang mau nagih sudah datang, manasekarang banyakan ada 5 orang pak, mama takut", Ujar Dewi dari sebrang drngan siara berbisik.


" Suruh tunggu, bapak otewe kesana sekarang... Tut", Ponsel langsung dimatikan oleh Hanan, bergegas dia mengganti baju dan segera pamit pada Yasmin.


" Bun, bapak pergi sebentar, nanti balik lagi kesini", Pamit Hanan, Yasmin hanya mengangguk dan melanjutkan jetja lagi, ada rasa tak nyaman dihatinya tapi harus dia terima, harus ikhlas, harus ikhlas begitu Yasmin bermonolog dengan hatinya.


Dengan bergegas Hanan melajukan motornya menuju rumah istri mudanya. Sesampainya disana benar saja depkolektor yang kemarin sudah menunggunya dengan tukan pukul tentunya, berjaga jaga jika Hanan ingkar.


Hanan masuk rumah dan menyalami kelima tamu yang tak diundangnya itu. Kemudian salah satu depkolektor memberikan kwitansi pembayaran.


" Berapa jumlahnya?", Tanya Hanan seraya membaca kwitansi yang diberikan depkolektor.


" Sebelas juta seratus sepuluh ribu rupiah", Hanan akhirnya membaca kwitansi itu.


" Iya, dan siapkan untuk dua kali cicilan lagi bulan depan tepat tanggal dua dan bulan depannya lagi sekali cicilan tiga juta tujuh ratus", Ujar salah satu penagih hutang dengan wajah dingin, Dewi dan Hanan cuma mengangguk.


Hanan menghitung uang itu kemudian menyerahkan pada penagih.


" Ini, pas! Sebelas juta seratus sepuluh ribu rupiah", Ujar Hanan menyerahkan uang tersebut.


Penagih pun menghitung kembali uang yang telah berpindah tangan dari Hanan kepadanya.


" Ya", Penagih menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Hanan.

__ADS_1


" Terima kasih, simpan baik baik kwitansi ini, dan jangan menunggak untuk bulan depan, mohon kerjasamanya", Ujar penagih kembali.


" Baik", Ucap Hanan, lima tamu tak diundang itupun akhirnya pergi meninggalkan rumah Dewi.


" Pak, itu akhirnya uangnya ada, dari mana pak uang itu?", Tanya Dewi ingin tahu.


" Ga penting dari mana, yang jelas jangan pernah berhutang lagi, bikin pusing!", Ketus Hanan.


Dewi tertegun tidak percaya suaminya berbicara sedikit keras pada dirinya, biasanya lembut dan terlihat sabar.


" Kenapa bapak bicara keras sama mama, apa karena bapak harus mencari tambahan hutang itu?", Tanya Dewi pelan takut Hanan tambah marah.


" iya, karena keberanian mama berhutang tidak berfikir dulu jadi menyusahkan bapak", Jawab Hanan jujur dan ketus.


Hanan memang merasa bersalah dan kepikiran terus atas pertanyaan Yasmin tadi pagi tentang cincin kawinnya.


Hanan tahu pasti Yasmin sudah salah paham karena Hanan memakai cincin yang berbeda. Meski dirinya mengaku itu cincin yang sama nyata itu bohong. Karena kemarin saat binggung mencari tambahan uang nyata hanya itu satu satunya yang bisa menjadi uang. Sehingga Hanan menjual cincin kawinnya bersama Yasmin, cincin kawin seberat 10 gram itu dia jual dengan hasil uang hampir enam jutaan karena itu emas dengan kwalitas bagus sehingga harga jualnya juga masih tinggi.


Akhirnya Hanan membeli cincin dengan model yang sama tetapi tidak seberat itu lagi, selain itu ia juga hanya membeli yang 18 karat.


Dewi yang melihat Hanan sedari tadi mengusap cincin dijarinya dengan raut muka sedih jadi bertanya tanya.


" Tidak, bapak hanya sedang berfikir untuk mecari tambahan uang", Jawab Hanan lesu, tapi tidak jujur karena sejatinya Hanan sedang bersedih memikirkan Yasmin.


" Bapak kan bisa renang dengan beberapa gaya, nge les renang saja pak, bilang ke murid murid yang mau les renang bisa sama bapak begitu", Usul Dewi.


" Ya nanti bapak pikirkan lebih matang lagi", Jawab Hanan dengan mimik muka yang sedikit lebih cerah, bagaimanapun usul Dewi cukup membuatnya optimis bisa menebus cincin kawinnya yang asli kembali.


" Bapak mau pulang, jangan kemana mana, katanya mau berubah kan? Tepati ucapan mama, bapak lagi ingin menengakan hati dulu di rumah", Ujar Hanan bersiap untuk balik lagi kerumah Yasmin.


" Kenapa? bukannya semalam udah tidur disana? terus kenapa sama pikiran bapak hingga harus ngadem ke rumah bunda?", Pertanyaan Dewi bertubi tubi membuat Hanan makin malas menjawab.


" Mungkin bapak akan jarang tidur disini, Aya protes terus", Jawab Hanan mencari alasan.


" Huh!!!", Dewi bersungut mau protes lebih keras segan.

__ADS_1


" Kenapa? Marah? Seminggu kemarin bapak disini terus lho, bunda tidak marah bahkan Aya sampai protes dan marah tapi bapak tetap disini, jangan gitu! Dukung bapak untuk bisa adil sama kalian jangan mendominasi", Ujar Hanan mencoba mengingatkan Dewi akan statusnya.


Hanan tetap pergi meski Dewi bersungut, sungguh akibat menjual cincin kawinnya dengan Yasmin membuat hati Hanan merasa bersalah pada Yasmin hingga ingin di rumah terus untuk menebus rasa bersalahnya. Dan memang sedang kecewa dengan Dewi yang ternyata punya hutang tak bilang bilang dan akhirnya harus mengorbankan cincin kawinnya.


~~


Enam hari Hanan di rumah Yasmin, dia mulai tahu jika istrinya sangat sibuk mengajar dan bahkan hingga malam hari.


Anak anak kini terlihat mandiri karena keadaan, bahkan Hasan bisa mengurus kedua adiknya dengan telaten.


Hasan yang sudah remaja itu hanya sibuk belajar karena sebentar lagi ujian, begitupun Husain juga mau ujian mereka berdua fokus belajar dengan tekun.


Namun, kini anak anak terlihat saling memvantu untuk menyiapkan makan yang sudah Yasmin siapkan.


Ada ayam ungkep, ada tempe tahu yang sudah dibumbu, ada ikan juga yang sudah di bumbu, mereka tinggal memilih mau makan sama apa tinggal menggoreng.


Hanan mengamati anak anaknya seminggu ini, ada rasa sedih dengan kemandirian anak anak tapi ada rasa bangga juga.


" Hati hati nanti minyaknya menyiprat", Hanan memberi peringatan.


" Kata bunda harus ditutup kalau takut nyiprat terus dimatikan jika mau dibalik", Aya menjelaskan pada Hanan sesuai pesan bundamya.


" Memang kemarin kemarin bunda pulang malam terus ya?", Tanya Hanan.


" Tidak kok, tapi sampai petang atau sore saja tapi karena sekarang lagi mau ujian jadi banyak yang mau private", Jawab Hasan.


" Oya, itu yang diteras motor siapa?", Tanya Hanan saat melihat motor metik baru terparkir diteras. Motor dengan motto motor metic teririt keluaran terbaru.


" Bunda dong", Jawab Aya bangga.


" Wuiihhh.... bunda hebat, lumayan berari ngajar les hingga bunda berani mengkredit motor", Hanan kagum.


" Kredit??? Enak aja! Beli cash lah.... cuma mencicil tiga bulan saja, dan lunas yeeeaaa", Ujar Aya ketus namun kemudian bersorak bangga.


**Bersambung......

__ADS_1


Apa ya? Reaksi Hanan melihat sang istri makin mandiri dan semakin jauh dari jangkauannya...


Jauh, iya.... kan Yasmin makin sibuk dan Hanan makin terpuruk... 🤭🤭🤭**


__ADS_2