JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Pingsan


__ADS_3

Hanan nyesek karena serangan dari readers... hingga pingsan.... Namun readers ku malah sorak sorak bergembira๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€


Sabar ya Hanan.... semoga pulang ga struk dan di tinggal selingkuh Dewi๐Ÿคญ๐Ÿคญ๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€


๐ŸŒน


๐ŸŒน


" Oh maaf Mas, bukannya saya tidak ingat dengan keberadaan Mas Hanan, namun saat kami di pertemukan kami berdua sudah dalam keadaan single dan kami bertemu di kota ini juga, maaf!!! jika sebelumnya saya tidak minta izin dulu pada mas Hanan", ucap dokter Yusuf menyedekapkan kedua tangannya di depan dada seraya menatap Hanan penuh permohonan.


Hanan hanya mengangguk lemas disandarkannya tubuhnya di sandaran kursi kali ini dirimu benar-benar serasa ingin mati perlahan ku pejamkan matanya seakan ingin menenggelamkan dirinya ke dasar bumi dan tak akan muncul kembali.


Dari sekian penyesalan Entah kenapa mendengar pengakuan dokter Yusuf barusan hatinya benar-benar remuk redam dan nggak tahu lagi apa yang selanjutnya terjadi.


" Tadi ayah cerita apa kok seperti ini", tanya Yasmin setelah beberapa saat kejadian berlalu.


Kini tubuh Hanan telah berbaring di kamar tamu, di sana telah terpasang selang infus di tangannya dan saat ini Aya sedang terbaring di sebelah Hanan seraya memeluknya dan sesekali memijit lengan bapaknya.


Ya, Hanan pingsan setelah mendengar cerita Dokter Yusuf batinnya tidak kuat lagi menahan gejolak yang dirasakannya sedari tadi pagi subuh.


Hasan mengoleskan minyak angin sesekali di hidung Hanan untuk membantu supaya lekas siuman.


" Bapak kenapa sih datang-datang kok malah sakit, pingsan lagi", suara Aya terdengar sedih sambil merengkuh bapaknya.


" Bapak enggak kenapa-napa dek, Dia hanya kaget karena mengira Bunda belum punya suami, nanti juga sebentar lagi bapak sadar, tenang aja ada ayah yang sudah memeriksa bapak!", ujar Husein untuk menenangkan Aya.

__ADS_1


" Kenapa harus kaget, sampai pingsan lagi?", Aya tak mengerti.


" Mungkin Bapak kaget sekali, Nah akhirnya sampailah Bapak pingsan begini", jawab Husain.


" Oh kalau Bapak Bapak kaget pingsan ya Kak? kalau ibu-ibu nangis, dulu bunda juga begitu waktu tahu bapak nikah lagi Bunda langsung nangis", ucap Aya dengan wajah yang memerah dan mata yang berkaca-kaca mengingat kejadian waktu lalu saat bundanya bersedih karena ditinggal nikah lagi sama bapaknya.


" Mungkin karena bapak kecapekan jadi begitu mendengar kabar yang kurang pas dia pingsan, soalnya bapak kan dari luar kota", jawab Husain menjelaskan kepada Aya.


" Pak bangun! kan Bapak sudah lama sekali tidak pernah bertemu dengan Aya, kenapa begitu ketemu Bapak malah pingsan sih?", protes Haya.


" Anak-anak tenang ya, bapak kalian tidak apa-apa, sudah Ayah periksa kondisinya baik-baik saja, hanya saja mungkin Bapak kalian kecapean", terang dokter Yusuf untuk menenangkan ketiga putra tirinya.


" Iya Ayah terima kasih", ucap Hasan.


" Tidak usah berterima kasih Kak, ini kewajiban ayah, lagian Bapak kalian pingsan karena Ayah mengajak bercerita sehingga kondisi bapakmu jadi seperti ini, tapi tenang sebentar lagi juga siuman", ucap dokter Yusuf.


" Apa mas yang dirasakan? pusing?", Tanya Dokter Yusuf kemudian seraya memeriksa denyut nadi Hanan.


" Sedikit", jawab Hanan lemah.


" Kalau begitu istirahat saja, tunggu sampai infusnya habis nanti baru bisa meninggalkan rumah ini jika ingin pulang tapi sebaiknya nginep di sini juga tidak masalah", ucap dokter Yusuf.


" Iya terima kasih", jawab Hanan.


" Bapak tidur sini aja biar saya bisa cerita cerita sama bapak", mendengar permintaan putrinya Hanan hanya tersenyum tipis, entahlah apa bisa dia menginap di tempat ini batinnya, kemudian dia pun menghela nafas dalam dan menghembuskan pelan.

__ADS_1


" Lihat kondisi bapak ya hingga infusnya habis jika nanti bapak udah segeran kemungkinan Bapak tidak nginep ya Bapak harus kerja, lain waktu Bapak akan bertemu kalian lebih lama", jawab Hanan lirih, sambil memejamkan matanya tak ingin melihat wajah kecewa dari ketiga anaknya.


" Yaahhh....", Desah Haya kecewa, Hanan kemudian mengusap lembut lengan putrinya itu.


Dari sekian rentetan kejadian pagi ini sungguh melihat wajah murung Haya saat ini adalah hal yang paling menyakitkan. Memang saat pertama mendengar ucapan Hasan yang terasa dingin dia sadar akan kesalahannya, saat melihat Yasmin yang berbeda ada dia pun semakin menyesali perbuatannya dan saat dokter Yusuf mengatakan jika dokter Yusuf adalah suami Yasmin itu pula berita yang sangat menyakitkan di hatinya namun melebihi dari semua itu melihat wajah putrinya yang nampak murung seakan membuat Hanan ingin menjerit sekeras-kerasnya hingga langit lapisan ke-7 mendengarnya nya, sungguh ini menyakitkan hatinya.


Hanan memilih memejamkan matanya rapat-rapat, tangisnya ia simpan dalam-dalam di hatinya hingga membuat sekujur tubuhnya terasa dingin.


" Mas, sebaiknya Mas istirahat dulu di sini saya akan ke rumah sakit dulu, tidak lama kok cuma mau visit ke berapa pasien ku saja jika Mas mau pergi dari rumah ini tunggu sampai aku kembali setelah aku periksa nanti jika Mas hendak pergi baru boleh jika hasilnya memang bagus, karena kondisi Mas saat ini sedang tidak baik-baik saja, jangan sungkan ini demi kebaikan Mas", ucap dokter Yusuf kepada Hanan penuh penekanan agar Hanan mau menurutinya.


Hanan sedikit membuka matanya kemudian tersenyum tipis dan mengangguk, " iya, terima kasih", jawab Hanan pelan.


" Kakak jaga Bapak kalian Ayah mau ke rumah sakit sebentar, biarkan Bapak istirahat jangan diganggu biar bapak cepet pulih", ucap dokter Yusuf kepada ketika putranya.


" Iya Ayah", kemudian mereka bertiga menyalami dokter Yusuf dan mencium punggung tangan Nya dokter Yusuf pun membalas dengan mengusap kepala mereka masing-masing dan hal itu dilihat oleh Hanan.


Antara bahagia karena dokter Yusuf sangat menyayangi ketiga anaknya, namun juga terasa sangat menyakitkan hatinya.


Harusnya dirinya yang seperti itu ketika hendak berangkat kerja tapi semua momen itu tidak akan pernah Hanan rasakan lagi, semuanya telah hilang namun masih nampak di depan mata, anak-anaknya bahagia dengan orang lain bahkan terlihat jelas di mata Hanan mereka sangat menyayangi dan menghormati lelaki yang mereka Panggil Ayah itu.


" Assalamualaikum ", pamit dokter Yusuf, bahkan Yasmin yang sedang berdiri di dekat pintu kamar itu mendapat perlakuan sangat manis dari dokter Yusuf ketika berpamitan hendak bekerja, dan semua itu tidak luput dari penglihatan Hanan.


" Wa'alaikumussalam ", jawab mereka serentak, dokter Yusuf mengecup puncak kepala Yasmin dan membelainya sebentar.


" Ayah tinggal sebentar ya, tolong jaga anak-anak semua, Bunda boleh kok jika hendak ngobrol dengan mas Hanan, lagian Ayah tidak akan lama di rumah sakit", ucap dokter Yusuf seraya merengkuh pundak Yasmin dan mencium kepalanya.

__ADS_1


" iya hati-hati", jawab Yasmin lembut.


Bersambung.....


__ADS_2