JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Kegilaan Hanan


__ADS_3

Bangun tidur dokter Yusuf dan Yasmin kemudian mandi bersama tanpa ritual tambahan karena siang tadi tidak makan maka saat ini mereka sudah sangat lapar.


" Bi masak apa?", Tanya Yadmin ramah.


" Ada empal daging, sayur asem, sambel trasi, tempe goreng dan kerupuk", jawab bibi membalas senyuman Yasmin.


" Wah mantep, makasih bibi".


" Iya non", Jawab bibi.


" Panggil aku bunda bi, biar samaan dengan anak anak, aku sudah tua tidak pantas dipanggil bunda bi", Ujar Yasmin.


" Baik bunda", Jawab bibi menuruti perkataan Yasmin.


" Ayah, mau diambilkan atau ambil sendiri?", Tanya Yasmin pada dokter Yusuf yang baru saja menuju meja makan.


" Sepiring berdua bun, tapi sendoknya sendiri sendiri", jawab dokter Yusuf.


" Sama?", Yasmin menanyakan lauk yang dokter Yusuf mau.


" Semua aja, komplit", jawab dokter Yusuf.


Yasmin mengambil nasi, sayur asem, sambel, tempe goreng dan daging serta kerupuk dan didekatkan pada dokter Yusuf kemudia fia juga duduk disebelah dokter Yusuf.


" Yah, ayah.... Kenapa makannya berdua sama bunda, Awa tidak ada yang nyuapin dong!", Ujar Awa cemberut.


" Diihhh..... sejak kapan anak ayah makan disuapin biasanya juga sendiri", Jawab dokter Yusuf.


" Sini mau kakak suapin", Jawab Husain dengan alis mata naik turun.


" Ah, kakak pasti cuma mau ngejahilin aku, enggak ah, suka jahil", Jawab Awa.


" Makan sendiri dong, lihat kakak nih", Aya menunjukkan piringnya pada Awa.


" Iya deh", jawab Awa pasrah.


" Ayo.... makan sendiri sendiri dan jangan lupa berdoa", Ujar Hasan yang baru saja gabung dimeja makan.


Memang di rumah dokter Yusuf, ga ada istilah makan saling tunggu biar bisa bareng, siapa saja yang lapar boleh makan duluan tidak wajib saling menunggu, karena setiap orang berbeda perutnya, kata dokter Yusuf.


" Kalian pada bobo siang tidak?", Tanya dokter Yusuf.


" Tidur, tadi enggak enggak ternyata lihat tivi lama lama teler semua yah", Jawab Aya.


" Baguslah, nanti kita jalan jalan keluar ya, habis isyak", ucap dokter Yusuf.


Benar saja sehabis isyak mereka jalan jalan bertujuh ke mall, karena bibi juga diajak.


Belanja kebutuhan dapur dan beberapa keperluan rumah baru mereka.


Kemudian mereka juga memesan aneka makanan di food court mall tersebut.


Yasmin tersenyum penuh syukur keempat anaknya terlihat akur dan pro dalam segala hal saling melindungi, menjaga dan menyayangi.

__ADS_1


" Kalian pilih sendiri mau menu apa, ayah yang pesankan, bunda yang bayar", Ucap dokter Yusuf tersenyum..


" Bibi dulu mau apa bi?", Tanya Yasmin.


" Bibi makanan yang ringan saja tidak begitu lapar", Jawab bibi.


" Mau dim sum, atau bakso bi?", Tanya Yasmin lagi.


" Halwa mau minuman dan dim sum", Awa langsung mendahului memilih menu.


" Aya mau minuman green tea dan batagor", Satu satu anaknya memilih menu kesukaan meskipun di mall, tetapi disini menyediakan makan tradisional juga, bibi akhirnya memilih bakso yamin manis dan Yasmin memilih pecel tanpa nasi dengan tempe mendoan dan menu ini di makan berdua denga dokter Yusuf.


" Iihh.... Ayah setelah menikah sama bunda menjadi benar benar manja tahu, kayak adik kecil, setiap makan harus berdua bunda, kadang harus disuapin bunda, minumnya juga berdua sama bunda, geli ih ayah", Ucap Awa.


Yang lain hanya tertawa mendengar ucapan Awa, sementara ayah mereka makin manja meskipun kebiasaan barunya dibongkar oleh putrinya.


" Sirik iihhh...", Jawab dokter Yusuf sambil mencium tangan bunda.


" Geli ayah bukan sirik, Awa geli lihat ayah yang makin kolokan, manja banget sih!", Ucap bocak itu.


" Sudah makan saja, jangan sambil ngomong entar keselek", Ucap dokter Yusuf.


Merekapun menyelesaikan makan mereka dan kemudian pulang setelah Yasmin membayarnya. Saat berjalan menuju ke mobil Awa dan Aya dirangkul mesra dengan ayahnya kiri kanan sudah seperti anak kembar saja usia mereka cuma selisih satu tahun.


" Bi, enak ya aku punya tiga cewek lho sekarang", Dokter Yusuf pamer pada bibi.


" Lah saya tidak diaku to pak dokter, saya cewek paling seniornya pak dokter lho", Ujar bi Murni tertawa.


" Tidak ah, nanti ketahuan pak Yadi kena marah aku bi", Jawab dokter Yusuf tertawa lebar.


" Idihhh.... bibi mau main api", Dokter Yusuf kembali tergelak.


" Panas dok, takut saya!", Ucap bibi, akhirnya candaan mereka berakhir dengan menaiki mobil dan kembali pulang.


" Langsung tidur, jangan begadang apalagi main game", Ucap Yasmin.


" iya bun".


,~~~


Dewi terlihat tidak sehat hari ini, iya semenjak di talak Hanan dia kemudian meratapi kesalahannya, apalagi kemarin mang usep yang mengejar ngejar dirinya untuk mau menjadi istri keduanya Dewi tolak.


Kini Dewi tengah berada di rumah sendiri, kesepian, tanpa anak dan sudah ditinggal suami pula.


Harus kerja dan cari makan sendiri, bayarin hutang rumah yang digadaikan, bayar kosan untuk usahanya.




Hanan masih lanjut dengan bu Rosa dengan curi curi waktu, apalagi sekarang dia sudah resmi duda makin bebaslah rasa hatinya.


__ADS_1


Entahlah perasaannya kali ini dengan bu Rosa itu merasa melihat bayangan Yasmin dalam versi lain, jika cinta dengan bu Rosa sebetulnya tidak, tetapi tantangan mencintai istri orang itu mungkin yang membuat Hanan merasa penasaran.



" Ibu itu sepertinya mirip dengan mantan istriku", Ujar Hanan pada bu Rosa.



" Oh, jadi bapak mendekati saya karena bapak merasa melihat bayangan istri bapak?", Tanya bu Rosa.



" Tidak juga, saya menyukai ibu karena ibu baik, iya sangat baik pada saya", Ucap Hanan.



" Baik dari mananya pak, kita cuma teman tapi .... ", Ucap bu Rosa terputus dan kemudian tersenyum.



" Tapi aku butuh ibu", Hanan yang selama ini tidak tahan jika bertemu bu Rosa akhirnya memberanikan diri mencium sekilas pipinya yang sedikit cabi dan mulus.



" Ih bapak", Ucap bu Rosa manja.



Hanan yang sudah tidak tahan menarik bu Rossa masuk kamar mandi dengan pintu tetap sedit terbuka kelihatan dari warung, rupanya Hanan merasa jika sering diawasi tetangganya, makanya dia tetap membuka pintu kamar meski tidak lebar dan membawa bu Roda kekamar mandi dengan mengocorkan kran air yang besar.



Disana Hanan mel\*\*\*t bibir bu Rosa sedikit ganas saking tidak sabarnya.



" Pak jangan begini kalau ketahuan orang malu, bisa hancur rumah tangga saya", Lirih bu Rosa tetapi pasrah saat di gasak Hanan meskipun bibirnya bilang jangan tetapi dia terlihat menimati saat tangan Hanan makin liar.



" Ibu pakai kontrasepsi tidak?", Lirih hanan yang sudah berkalang kabut gairah.



" Jangan pak, jangan.... saya takut ketahuan", Ujar bu Rosa dengan suara bergetar juga menahan gairah yang sama dengan Hanan.



" Tanggung bu, saya sudah tidak kuat", Ucap Hanan memelas dan suara yang makin parau.



Bersambung.....

__ADS_1



\# Pak guruuu😡😡😡 Nakal ya🧠🧠🧠 Awas ada muridmu yang meniru kelakuanmu🤦‍♂️🤦‍♂️🤦‍♂️


__ADS_2