JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Berusaha untuk menerima


__ADS_3

Tempat makan yang tidak begitu jauh hanya sekitar 4-5 kiloan dari rumah, hanya membutuh waktu sebentar untuk naik motor begitupun Yadmin dan Hasan yang menaiki angkot hanya butuh waktu 12 menit karena jalan cukup lancar dan angkotnya juga tidak berhenti menunggu penumpang terlalu lama.


Hanan da kedua anaknya sudah menunggu diparkiran resto.


" Ayo", Ajak Yasmin ketika sudah sampai.


Mereka berlima pun jalan memasuki resto dengan wajah senang apalagi Aya, anak itu sangat antusias.


Setelah maduk dan mendapat tempat duduk seorang pegawai menghampiri dan memberikan buku menu, tentu Aya yang paling cerewet dan sangat suka menayakan beberapa menu yang tertulis disana.


" Aya mau steak sapi has dalam ah, kata kakak itu, empuk soalnya", Aya menunjuk pegawai yang menunggu disisi meja.


" Hasan mau steak kambing", Ucap Hasan telah menemukan menu kesukaannya.


" Bapak juga kambing", Hanan kemudian ikut memesan.


" Husain mau kaya Aya aja", Jawab Husain santai.


" Bunda ikan saja", Jawab Yasmin kalem.


" Oke saya tulisnya, steak has dalam 2, Kambing 2 dan ikan, kakap?", Pegawai.


" Iya", jawab Yasmin.


" Semua pakai french fries?", Pegawai.


" Iya kak, saosnya masromnya", Ujar Yasmin


" Saos nanti akan di kasih komplit bu, jafi bisa memilih sesuai selera hanya saja yang sudah tersaji masrom memang", Jawab pegawai.


" Minumnya?", Pegawai.


" Jeruk panas 2 dan juice alpukat 1, dan yang 2 biar langsung ambil di lemari pendingin jawab Yasmin karena dua putranya memang sudah berbisik mau xmbil di lemari pendingin, sedang jeruk panas untuk dirinya dan Hanan.


Setelah menulis pesanan pelayan itu pergi ke dapur.


Disana sambil menunggu pesanan Haya terlihat gelenfotan dengan Hanan, Aya memang manja pada bapaknya, Yadmin melihat itu ada rasa miris dalam hatinya.

__ADS_1


" Haruskah aku berdamai dengan kondisi, Haya begitu butuh bapaknya", Yasmin menarik nafas dalam setelah bergumam dengan hatinya.


Hanan terus melirik Yasmin, malam ini istrinya itu terlihat sangat cantik, auranya terpancar jelas, bahkan sifat kalem yang dimiliki Yasmin seperti aliran sungai dimata Hanan, tenang dan memukau.


" Tuhan.... kenapa aku bisa berbuat bodoh, wanita ini, istriku tidak pernah merepotkan ku tidak juga membuat ku malu dia selalu ada dan menurut tapi mengapa? Mengapa harus aku sakiti.... aku khilaf, ya Alloh... ampuni hamba", Rintih Hanan dalam hati.


" Permisi", Pegawai mengantarkan pesanan mereka.


" Makasih kak", Yasmin tersenyum seraya mengangguk pada pegawai yang beranjak pergi.


" Hayo berdoa dulu", Yasmin membimbing anak anaknya untuk berdoa.


Saat semua sudah terhidang, terkoar aroma yang menggugah selera, Hanan melirik Yasmin entah kenapa dia merasa sedikit sedih untuk menikmati makanan pesanannya yang terlihat sangat lezat.


" Ayo pak dimakan, kok malah cuma dilihatin memang bisa kenyang ya makanan cuma di lihatin", Ujar Yasmin yang melihat Hanan masih terpana melihat steak pesanannya.


" Iya", Hanan kemudian memakan juga steak tersebut, namun belum juga itu steak sampai di mulut tiba tiba Aya berseru.


" Seperti bapak sedih ya? Kenapa pak, apa karena bapak tidak mengajak mama", Aya dengan polosnya menyebut mama untuk istri muda bapaknya.


Heug


" Adik, makan gih!", Hasan menyikut tangan Husain yang kini nampak tak sesemangat tadi.


" Bicara nanti kita makan dulu", Akhirnya Yasmin menengahi kecanggungan mereka, dalam hati Yasmin sebenarnya berpikir sama, mungkin suaminya kurang berselera karena kepikiran istri mudanya.


Hanan kembali melanjutkan keterdiamannya tadi, guanya kembali terbuka dan melahab habis steak tanpa sisa.


" Pak, minumnya jeruk panas ini, jangan yang dingin", Yasminpun mendekatkan satu gelas jeruk panas untuk Hanan.


Setelah makan mereka kembali bercengkerama, saat anak anak mencuci tangan Hanan mencoba berbicara dengan Yasmin.


" Bun, bapak cuma ada uang segini!", Hanan menyodorkan uang satu lembar seratus ribu rupiah dan satu lembar lagi lima puluh ribuan jadi total seratus lima puluh ribu rupiah.


" Bunda ada pak, sudah simpan saja", Yasmin kembali mendorong uang itu kearah Hanan.


" Ya sudah jika uang bunda sudah cukup, tapi simpan saja uang itu untuk bunda", Hanan memberikan lagi pada Yasmin dan dengan terpaksa Yasmin terina karena dilihat oleh Hasan dari jauh.

__ADS_1


" Beneran bapak ada uang? untuk beli bensin besok?", Yasmin menyakinkan Hanan sebelum benar benar uang itu berpindah tangan padanya.


" Ya", Jawab Hanan meski sebenarnya uang itu tersa besar untuk saat ini bagi Hanan, tetapi Hanan tak mungkin ambil lagi, dia sudah berniat memberikannya pada Yasmin.


" Bagaimana jualan online nya, masih lancar?", Tanya Yasmin yang tahu jika suaminya punya usaha online bersama istri mudanya.


" Biasa, agak sepi tapi masih jalan", Jawab Hanan mencoba untuk jujur pada Yasmin.


" Syukurlah", Jawab Yasmin.


" Pak, meskipun tapi Aya nyebut istri bapak mama, bukan berarti Aya nyebut dia begitu lho, Aya tetap ga mau nyebut dia mama tadi Aya hanya bingung mau bilangnya gimana", Cerokos Aya polis pada Hanan.


" Iya", Jawab Hanan menatap putrinya.


" Kenapa ga mau sebut mama, bapak saja sebut dia mama lho!", Yasmin mencoba bertanya dengan Aya.


" Ga mau, mama kan sama saja ibu, kan ibunya Aya cuma satu yaitu bunda, bunda yang sudah hamil dan mrlahirkan Aya", Aya dengan polos menjawab.


" Iya, terserah Aya mau sebut apa yang penting sopan", Hanan akhirnya menengahi.


" Pulang yuk, Aya sudah ngantuk", Aya.


" Ayo", Yasmin beranjak dan membayar bilnya di kasir.


" Makasih ya bun, Ujar Anak anak pada bunda.


" Iya, tetaplah bersyukur supaya kita selalu ada rejeki", Ujar Yasmin bijak, semrntara Hanan hanya diam, malu mau bilang terima kasih sama Yasmin.


Dulu jika makan diluar memang yang bayar Yadmin tapi zangnya dari Hanan, nah sekarang Hanan yang ditraktir Yasmin.


Sesampainya di rumah dan sudah bersiap untuk tidur semua, Yadmin masih terbayang Hanan yang tadi terdiam ketika hendak makan.


Yasmin berfikir jika Hanan mau makan saja masih memikirkan istri mudanya, pikiran Yadmin sama persis dengan ucapan Aya tadi.


" Ternyata sebesar itu pak, cinta kamu ke istri muda mu, pantes tanpa pikir panjang kamu langsung menikahi dia, ternyata aku ini sudah tersisih dari dulu, apa salah ku pak, apa dosaku, atau karena aku sudah setengah tua atau karena aku tak bohai wanita itu.... Ya sudah lah, semoga anak anak bisa menerima dengan ikhlas semua ini", Yasmin merenung memikirkan langkah kedepannya bersama Hanan.


Dalam diri Yasmin akan menetima kondisi ini, demi anak anaknya, meski dirinya tak yakin bisa menerima dengan tulus, seperti cintanya dulu pada Hanan yang tulus ikhlas tapi terhempas, dan akhirnya dipoligami.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2