JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Kemarahan Hanan


__ADS_3

" Tolong pak, amankan bapak ini! pakaikan dulu baju, uluhhh.... sampai begini, alah gusti manuknya pak... hemmm", Pak RT menatap ngeri pada senjata Mang Usup yang habis kena bogem Hanan.


" Hati hati, haduuhhh.... sampai begini", Empat orang tadi segera membantu memakaikan pakaian pada mang Usep yang telah terkapar tak berdaya, Hanan benar benar menghabisi mang Usep tanpa ampun, untung saja tidak sampai koit.


" Sepertinya tadi tengah bangun tegak, ealahhh.... langsung dapat serangan .. sabar bu, semoga saja senjata si mang masih bisa terselamatkan", Pak RT geleng geleng kepala, mengenaskan sungguh.


Bengkak, dan memar serta ada sedikit darah, mungkin terkena batu akik Hanan.


Dewi masih sesenggukan di sudut ruangan, dan Hanan bersandar lemas denga hati yang masih bergejolak marah.


" Tolong bawa orang itu ke puskesmas dulu, ini untuk administrasinya", Ucap pak Rt memberikan uang pada warganya untuk mengantar mang Usep ke puskesmas terdekat.


" Bagaimana kronologinya ini pak?", Tanya pak Rt pada Hanan.


" Tanya pegawai istri saya saja pak, saya masih emosi maaf!", Ucap Hanan.


" Pak.... Maafkan Mama pak, mama khilaf Hiks hiks", Dewi masih diujung ruangan, takut hendak mendekati Hanan.


Mendengar Dewi bersuara Hanan seperti habis minum suplemen hingga membuatnya bangkit dengan cepat dan mendatangi Dewi, Dicengkeramnya bahu Dewi kuat kuat.


" Dasar p*****r m*rahan.... apa sedemikian pinginnya kamu hingga melakukan perbuatan zina dengan manusia tua itu, hah!!!", Hanan benar ingin ******* habis Dewi dengan kedua tangannya agar Dewi remuk, rasa marahnya benar benar meluluh lantahkan seluruh syarafnya.


" Pak, sabar pak... jangan sampai masalah ini menjadi kdrt, bisa rugi bapak", Ucap pak Rt menenangkan Hanan.


" Maafkan mama pak, maaf... Suami saya ini tidak pernah menafkahi batin saya pak RT jadi wajar jika saya begini hiks hiks", Dewi membela diri, tidak terima jika disalahkan sendiri karena ini semua terjadi karena Hanan juga.


" Jangan percaya pak RT, saya masih melayani dia meskipun tidak sering, dia selalu curiga sama saya dikira saya selingkuh... ternyata dia yang begini, dasar l****e!!!", Gertak Hanan keras pada Dewi.

__ADS_1


" Maafkan saya pak, maaf... !!", Dewi meraih kaki Hanan dan bersujud disana.


" Begini bu Dewi, sudah berapa lama ibu berhubungan dengan bapak tadi?!", Tanya pak Rt.


" Kita bicarakan baik baik dulu ya pak Hanan, mbak tolong duduk juga disini, sebagai saksi", Ujar pak Rt.


" Oh ya mbak, tolong juga panggil pak satpam dulu ya", Imbuh pak Rt dan mbaknya pun memanggil dan mereka duduk bersama, Hanan masih memerah matanya, wajahnya pun terlihat berantakan karena sedikitpun emosinya belum turun.


Sementara Dewi hanya tertunduk, malu, menyesal dan rasa marah juga menjadi campur aduk menjadi satu.


Setelah semua berkumpul pak Rt bertanya pada mbaknya tentang keadaan keseharian bu Dewi dan mang Usep, apa benar mereka memang pacaran? Dan mbaknya cerita tentang kedatangan mang Usep yang selalu datang dan selalu ngamar setiap harinya meskipun kadang hanya setengah jam, tidak lama, tapi mereka pasti ngamar.


Hanan terlihat mengepalkan tangannya erat mendengar cerita mbaknya, wajahnya makin menggelap dan nafasnya sudah turun naik tak beraturan.


" Dasar m*****n.... bapak tidak menyangka jika kamu serendah itu ma, semua sudah bapak korbankan untukmu tapi begini saja... iya, begini balasan atas semua pengorbanan bapak!!!", Hanan memukul dinding dengan sekuat tenaga hingga terasa jika kios sederhana itu sedikit bergoyang.


" Sudah berapa lama hah!?, Sudah sejak sebelum kecelakaan, iya???!!! Jawab la**r, lon**e, sejak kapan!!???", Hanan kembali berteriak keras dan hampir meraup tubuh Dewi jika tidak ditahan oleh satpam.


" Maaf.... hiks hiks".


" Sejak bunda beli motor baru, aku iri karena bapak sayang sekali dengan bunda, tapi kenapa hanya dia yang dibelikan motor sementara aku tidak, sejak saat itu aku curhat dengan Cici dan dia menyarankan mama untuk memakai jasa mang Sableng dengan syarat mama harus membayar dia setiap senin sore sebesar lima ratus ribu untuk memperbaruhi sesajen agar tetap manjur, agar bapak dan bunda tidak tentram, meskipun bunda menerima pernikahan kita, mama tidak tenang jika perhatian bapak masih banyak perhatian untuk bunda, saat siang itu mama ke rumah bunda hendak menaburkan syarat biar bapak sama bunda tidak akur, dan bapak langsung talak bunda, saat itu mama seneng banget... karena itu mama jadi keterusan berhubungan dengan mang Usep", Dewi tertunduk takut yang luar biasa pada Hanan, sampai disini Dewi merasa usahanya merasa sia sia saja.


Oh, jadi kamu yang kesurupan itu karena sesajen kamu untuk orang gendeng itu kurang? Iya?", Hanan menatap Dewi masih dengan muka murka.


Dewi mengangguk, " Ya", Jawabnya dengan tertunduk.


" Terus jika uang yang kamu berikan kurang, apa dia tidak mau terima?", Hanan mengepal kembali tangannya.

__ADS_1


" Iya, karena setiap senin malam harus ngasih duit sementara mama lama sakit jadi tidak pernah ngasih duit makanya mang Usep kirim sesuatu padaku", Ucap Dewi jujur.


" Oh, jadi uang yang selama ini bapak kasih untuk bayar dia!?", Sentak Hanan, Dewi mengangguk pasrah.


" Owh.... Pantes seberapapun bapak kasih kamu kurang terus, ternyata!!", Hanan hanya geleng geleng kepala.


" Nah, jika kurang.... gimana, apa yang dia lakukan??", Hanan penasaran meskipun masih marah.


" Kalau bapak cuma ngasih dua ratus ya, dia terima tapi mama harus..... ", Dewi melirik takut pada Hanan dan tidak menjawab.


" Harus ngangkang!!! Iya???", Habis sudah kesabaran Hynan sampai disini.


Hanan langsung mencekik Dewi kuat kuat hingga satpam dan pak Rt kewalahan untuk menarik tangan Hanan.


" Asal kamu tahu wanita sialan..... Demi cintaku sama kamu, semua aku korbankan, ternyata aku salah.... bundaaaaa.... maaff bundaaaa", Hanan mengeratkan giginya bersamaan dengan satpan dan pak Rt hingga terjengkang menarik tangan Hanan, selamatlah Dewi meski kini wajahnya sudah pucat pasi, dan lehernya langsung lebam.


Nafas Dewi tersengal, mbaknya pun ikut gemetar dan langsung mendekap Dewi, tanpa berkata kata, badannya ikut gemetar dan lemas menyaksikan pertengkaran dua orang itu yang baru dilihat seumur hidupnya, jika bukan karena pak RT yang menyuruh jadi saksi dia juga mending menghindar, takut!.


" Astaghfirulloh.... Astaghfirulloh...", Mbaknya terus beristighfar dengan seluruh badan yang gemetar ketakutan.


" Pak istighfar pak ... dekatkan diri pada yang kuasa.... sebagai suami bapak harus bisa membimbing istri pak, jangan diabaikan jika salah beri nasehat jangan dibiarkan jika tidak ingin kejadian ini terulang, saya harap masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan saja, saling mawas diri baik bapak maupun ibu, saya hanya menginginkan warga saya damai sentosa selalu", Pak Rt akhirnya berusaha mendamaikan kedua belah pihak.


Bersambung......


Part Hanan dan Dewi ....


Readers tanya : kapan karmanya?

__ADS_1


Author jawab : Step by step ... otewe... artinya ini baru step pertama akan ada part berikutnya... karma itu jika sekaligus kurang endol.... jika step by step jadi tak kendol kendol... mantap to...🤭😀


__ADS_2