JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Tanda kissmark


__ADS_3

Pulang ke rumah Hasan sudah Yakin istrinya tak berada dirumah, makanya dia dijalan beli capcai goreng untuk makan di rumah bersama anak anaknya.


" Mama tadi berangkat jam berapa Zidan?!", Tanya Hanan ketika mereka sedang didapur menyiapkan makan malam.


" Hampir jam lima pak, sambil ngomel ngomel karena kesorean", Jawab Zidan.


" Mama pakai baju seksi lho pak... hufff", Bocah itu langsung menutup mulutnya merasa jika bicaranya keceplosan.


" Hah! Iya gitu Zidan?", Hanan memastikan.


" Iya terus aku protes terus ganti", Jawab Zidan sambil memeloti adiknya.


Hanan terdiam memikirkan kata kata anak anak tirinya yang masih polos ini, terkadang begini dilema yang ada dihati Hanan, jika mikiran kelakuan ibunya yang awalnya ia anggap, ramah, supel dan gampang berbaur, nyatanya kesini sangat sangat tidak bisa fiatur, jauhdari kesan seorang istripada umumnya, suka keluyuran, masih senang main seperti anak ABG pikir Hanan.


Namun jika melihat dan dekat dengan kedua bocah polos yang sekarang ada didepannya ini, miris hatinya, mereka setiap hari hanya banyak main lantaran kurang pendampingan Dewi, seharusnya Dewi sebagai ibu selalu ada mendampingi mereka jika di rumah, membantu mengerjakan pe er, mengingatkan dan mempersiapkan anak anak mengaji disore hari dan juga menyediakan makan dan minum anak anak ini, namun selama Hanan hidup bersama mereka Dewi lebih banyak meninggalkan anak anak.


" Mama sebenarnya kemana sih pak? Kok suka main terus ga ngajak kita?", Protes Zea.


" Pamitnya sih mau arisan dan main sama teman temannya", Jawab Hanan lembut.


" Arisan itu apa pak?". Zea.


" Ehmm.... Apa ya, kumpulin uang bareng bareng bersama temannya terus bergantian bulan ini siapa yang bawa pulang, begitu... ", Hanan bingung mau menerangkan pada Zea.


" Mama pernah bawa pulang tidak pak?", Tanya Zea polos.


Nah itu!, Hanan tidak pernah tahu kapan istri dapat giliran menang arisan, benar juga," kok setor terus kapan dapatnya?", Batin Hanan, selama ini tak berfikir untuk bertanya pada Dewi.


" Nanti bapak tanya ke mama ya, kapan giliran mama dapat arisan, kita minta di traktir makan bakso", Ujar Hanan sambil menoel hidung Zea.


Saat begini Hanan hanya bisa senyum miris sendiri, dulu sat bersama Yasmin tidak sekalipun ia merasa harus mengurus makan anak anak, beli ini beli itu, tidak!!, semua sudah diurus Yasmin, kecuali jika Yasmin pas sakit atau melahirkan saja, selebihnya Hanan selalu diurus, di sediakan, disiapkan.


" Hemmm.... Nasib!! Menikah karena ingin ada yang mengurus sana sini tak tahunya malah kudu mikir biaya sana sini... ", Batin Hanan memijit pelipisnya, kepalanya pusing memikirkan biaya bakal kedua anaknya sekolah, uang kewajiban untuk ketiga anaknya, untuk makan sehari hari dan juga penggantian biaya rumah sakit, Janan hanya bisa menghela nafas panjang dan membuangnya kasar.


" Ditambah istriku, simon...... tok, suka berulah, hemmm.... nambahin pikiran saja nih!", Masih membatin saja si Hanan.



Hanan masih terduduk disofa depan tivi, waktu hampir jam sepuluh simon... belum pulang juga. Hanan dengan setia masih menunggu, dengan cemas lah.



" Kamana nih orang? Ditelponin sedari tadi malah tidak aktif", Gusar Hanan.



Barulah setengah jam kemudian suara motor Dewi terdengar. Dengan cepat Hanan keluar dan membukakan pagar dengan wajah masam.

__ADS_1



" Masih ingat pulang!?", Ketusnya setelah Dewi turun dari motor.



" Apa sih! Istri pulang kok disambut begitu?!", Ketus balas Dewi.



" Dari mana?", Hanan mempethatikan penampilan Dewi yang tadi dibilang anak anak pakai baju seksi.



" Oh, berarti tadi di tegur anak anak terus ganti", Batin Hanan mendapati Dewi pulang memakai baju tunik panjang dibawah lutut dengan bawahan jeans ketat dan juga jaket jeansnya.



" Hanan kembali menutup pagar dan mengunci, begitupun dengan pintu tak lupa begitu Dewi sudah masuk diikuti dirinya kemudian pintupun dikunci.



" Kok sampai malam kemana dulu?", Tanya Hanan kali ini dengan suara lembut takut Dewi ketus lagi.



" Aku tadi berangkatnya juga kesorean pak, jadi sampai sana juga sudah lepas mahgrib, sudah gitu mau pulang selepas isyak ada teman yang sudah lama pindah tadi datang, jadi saja kita ngobrol lupa waktu", Dewi menjelaskan alasannya.




Dewi ke kamar membuka bajunya untuk segera ganti, gerahlah. Diambilnya baju tidur rumahan yakni celana pendek sekali hanya menutup p\*\*\*\*t saja dengan atasan kaos tanpa lengan.



Hanan memperhatikan penampilang Dewi dengan seksama.



" Belum sembuh tuh gatal gatalnya?", Tanya Hanan penuh selidik.



" Eh, sudah kok tinggal bekasnya saja", Jawab Dewi santai.


__ADS_1


Hanan perhatiin diam diam, ada warna merah dan itu terlihat baru, jika dibilang kissmark kok dipaha eh hampir di sel\*\*\*\*\*\*\*\*n.



" Lha itu?", Tunjuk Hanan pada tanda merah yang dicurigai sebagai sebuah tanda cinta itu.



" Oh, iya ini bekasnya!", Sahut Dewi santai.



" Boleh bapak malam ini minta?", Tanya Hanan berbisik ditelinga Dewi, melihat Dewi membuka baju untuk ganti, dan kemudian ganti pakaian minim begitu membuat si cucak rowonya on fire, ditambah rasa penasaran dengan jawaban Dewi tadi, membuatnya ingin tahu.



" Mama capak pak, jangan dulu ya", Jawab Dewi lembut, tak ingin membuat Hanan yang sudah berkabut gairah marah.



" Bapak sedang ingin ma!", Rengek Hanan memelas.



" Ok! Tapi pakai ini aja ya", Dewi menjawab dengan menjulurkan lidah, Hanan mengangguk pasrah, dan mulailah Dewi bermain.



Hanan yang sudah tegang tak bisa memaksa Dewi, akhirnya pasrah saja dibelai dan urut dengan lidah dan bibir Dewi.Huekkks.



Yasmin sudah mempersiapkan untuk mudik ke kampung halaman, hari ini sudah memesan empat tiket kereta pulang pegi.


Rencana akan dikampung dua minggu karena setelah ini Yasmin akan dipindah tugaskan ditempat baru.


Hanya saja bukan lagi guru les tetapi menjadi guru sekolah IT dari TK sampai SMU disatu kawasan, di sana Yasmin nanti akan mengajar di SMU nya dengan mata pelajaran matematika.


Pak Taslim ternyata mendirikan sebuah sekolah swasta di kota asalnya, sekolah itu sudah cukup terkenal bahkan menjadi favorit bagi orang tua yang ingin anaknya mendapat tambahan ilmu agama secara instensif.


Karena usia Yasmin sudah lebih dari tiga puluh lima tahun jadi tidak bisa ikut mendaftas tes CPNS, maka pak Taslim mengusahakan agar Yasmin bisa ikut sertifikasi.


" Bun, siap ya.... bulan depan siap siap hengkang dari kota ini, kita usir dikau heee", Bu Ida terkekeh mecandai Yasmin.


" Oh, sungguh... teganya teganya... ", Yasmin pun terkekeh.


" Doakan anak anak mau bu, sungguh ini berat bagi semua lah, bagi saya, dan terlebih anak anak... ".

__ADS_1


" Usaha bun, jika gol rencana ini, tenang disana bunda dapat iventaris rumah dan juga kendaraan serta beberapa fasilitas lain lah, kita sudah pikirkan semua, namun ya itu... tanggung jawab bunda lebih banyak, karena kami percaya sepenuhnya bunda mampu, bunda bisa dan juga kami yakin bunda amanah", Jawab bu Ida mantap.


Bersambung.....


__ADS_2