
" Dew, Maaf aku akan merepotkanmu sekali lagi, tolong cariin orang untuk membersihkan kamar kostku", Ucap Hanan pelan, ada rasa tidak enak dalam hatinyaselelu merepotkan mantan istrinya itu.
" Merepotkan beberapa kali lagi juga nggak apa-apa, asal Aku pas bisa saja, akan aku usahakan", Jawab Dewi tulus.
" Terima kasih Dew ", ucapkan dan sedikit malu.
" Jangan sungkan, aku tahu Mas di sini sendiri nggak ada siapa-siapa, meskipun sudah mantan biasa saja kalau misalnya mau minta tolong, jangan sungkan", ucap Dewi.
" Kenapa kamu masih perhatian sama aku Dew?", Tanya Hanan.
" Ya.... meskipun aku pernah berbuat salah, tapi nuraniku masih ada meskipun sedikit, Aku tidak tega dengan keadaan mas", Ucap Dewi lirih.
" Apapun alasannya aku berterima kasih", Ucap Hanan.
" Anggap saja ini sebagai salah satu penebus kesalahan ku ada banyak kesalahan yang telah aku lakukan pada mu, mas", Jawab Deei dengan tertunduk.
Kemudian keduanya hanya diam seperti merenungkan sesuatu, entah apa yang mereka pikirkan mungkin keduanya saling merenungi kesalahan masing-masing ataukah menyesali perbuatan mereka yang menyebabkan hidupnya seperti saat ini.
" kenapa kamu tidak menikah dengan selingkuhan kamu itu?", Tanya Hanan.
" Atau dia hanya mempermainkan dirimu?", imbuh Hanan.
Dewi hanya terdiam sambil tertunduk tidak tahu nggak apa-apa karena dirinya sendiri juga masih bingung, meskipun Mang Usep telah mengajaknya menikah.
" Kamu butuh temen Dew, kemungkinannya sangat kecil anak-anak akan kembali padamu", Ucap Hanan kembali.
" Entahlah, aku masih butuh waktu mungkin atau lebih baik sendiri, aku juga belum tahu biarinlah mengalir sepertinya adanya", Jawab Dewi ada rasa perih dihatinya.
" Maaf jika akhirnya kita berpisah!! untuk perbuatan yang itu Aku sulit untuk memaafkanmu karena aku melihatnya sendir, mungkin jika aku hanya mendengar tidak melihat aku masih bisa memaafkan", jawab Hanan penuh dengan penyesalan.
" Maaf ", Hanya kata itu yang terucap dari mulut Dewi.
" Aku sudah memaafkanmu", Jawab Hanan.
" Mas sendiri bagaimana? hubungan mas dengan wanita itu?", Tanya Dewi pada akhirnya.
" Dia sudah ku lepaskan karena tidak mungkin bersama dia, dia masih punya suami, dan mungkin yang membuat aku begini adalah suaminya atau orang suruhannya", Jawab Hanan pelan.
" Hah! Jangan berprasangka buruk, mungkin saja ini murni kecelakaan ", Jawab Dewi.
" Hanya pelingku saja, bukan berprasangka".
" Kenapa juga meski berhubungan dengan wanita yang masih memiliki suami?", Sinis Dewi.
" Lha kamu juga, malah *** *** sama suami orang, suami sendiri dianggurin", Jawab balik Hanan, matanya melirik sekilas pada Dewi.
" Masss..... !!!", Dewi tertunduk merasa malu dan menyesal dengan kebodohannya sendiri.
" Hemm, Sudahlah.... Aku juga sudah lupa kejadian itu, berharap bisa lupa ding!", jawab Hanan.
Mereka akhirnya saling diam dengan pikiran masing masing beberapa saat.
" Ya sudah aku pamit, kalau ada apa-apa kabarin ya, besok aku akan suruh orang untuk membersihkan kamar kost", ujar Dewi.
" iya hati-hati, terima kasih Dew ", Ujar Hanan.
" Iya mas sama sama", Jawab Dewi beranjak meninggalkan kamar inap Hanan.
Sementara itu dokter Yusuf dan Yasmin sore ini janjian ke dokter kandungan untuk memeriksakan kandungan Yasmin, dokter Yusuf sangat antusias sekali dia bahkan sudah tidak sabar ingin melihat jenis kelaminnya.
" Selamat sore dokter Yusuf ..... akhirnya!!! ", ucap dokter Okta yang memang sudah beberapa kali dokter Yusuf membikin janji tapi baru datang kali ini.
__ADS_1
" Selamat sore dok!, Iya nih .... akhirnya yang mau diperiksa ke rumah sekarang dok!", ucap Dokter Yusuf seraya terkekeh.
" Perkenalkan dok!, ini istri saya Yasmin", ucapk dokter Yusuf.
" Oh iya, Okta!", Dokter Okta memperkenalkan diri dengan senyum ramah pada Yasmin.
" Yasmin dok", Yasminpun membalas sapaan dokter Okta dengan ramah pula.
" yuk bareng yuk, kita sama dedek bayinya", ucap dokter Okta sopan.
Yasmin pun mengikuti perintah dokter Okta dengan tenang naik ke pembaringan sambil menunggu suster yang membantu dokter Okta mengoleskan jel di perutnya.
" Kapan terakhir haid?", Tanya Dokter Okta.
" tanggal 2 bulan 2", jawab Yasmin.
" Wow.... udah cukup lama kenapa baru sekarang diperiksakan? bikin janji melulu datangnya nggak!", protes dokter Okta.
" Nunggu sampai nomor jenis kelaminnya ya?",Goda dokter Okta.
" Ngeyel dong diajak dari kemarin-kemarin jawabnya nanti-nanti terus", dokter Yusuf menyela pembicaraan.
" Sudah besar sudah hampir 16 minggu ya!", Dokter Okta menunjuk pada kantong kandungan Yasmin.
" Alhamdulillah ya Allah....", kocak dokter Yusuf penuh haru dengan mata yang berkaca-kaca.
Yasmin pun, mengangguk-anggukan kepala penuh haru dan bahagia.
" Jaga baik-baik ya! karena kandungan kali ini bundanya sudah tidak berusaha muda lagi tetapi juga belum terlalu tua jadi bawah 40 masih bisa hamil dua kali lagi", ujar dokter Okta dengan terkekeh lebar.
" itu sih mau bapaknya dok!, ibunya ini udah tua tenaganya udah berkurang!", Protes Yasmin.
__ADS_1
" Jangan percaya doK!, dia suka malu malu memang, pada hal dia yang sering bikin aku kalah!", dokter Yusuf terkekeh lebar.
Yasmin langsung tertunduk malu dengan pipi yang memerah.
" Apaan sih mas, enggak dong! Oh yang begitu! jangan di bilang-bilang malu ya Dok!", Yasmin gusar menahan malu.
" Usia kan hanya umur, semangat tetap muda, dokter tahu lah kalian semangatnya masih 45 setiap malam kan, kalian pasti sedang gencar-gencarnya! saya tahu itu hehehe", dokter OKTA tertawa terbahak.
" Dokter bisa aja", ucap Yasmin malu-malu.
" Ya tahulah aku udah pernah di masa itu!", jawab dokter Okta.
" Udah dok, jangan diledek terus kasihan istri aku nih, lihat pipinya sampai merah padam begini ulu .. makin cinta aku!", ujar dokter Yusuf gemas pada Yasmin.
" Jaga baik-baik kandungannya jangan sampai kejadian masa lampau terulang kembali, mentang-mentang enggak cinta istrinya lagi hamil suami enggak siaga!", ucap dokter Okta mengingatkan masa lalu dokter Yusuf yang tahu betul karena dulu dokter Oktalah yang menangani kehamilan Hervina.
Wajah dokter Yusuf kemudian terlihat murung meskipun tidak cinta dengan istri pertamanya tetapi bukan berarti dokter Yusuf tidak merasa kehilangan bahkan dialah orang yang paling sedih karena kehilangan Hervina dan calon buah hatinya.
" Sorry bukan bermaksud mengingatkan kejadian masa lalu, jadikanlah kejadian masa lalu pelajaran berharga! Maaf ya .... aku ngomong begini karena menganggapmu sebagai adikku sendiri", ucap dokter Okta.
" Baiklah kakak!!! akan ku dengarkan omongan mu kakakku", dokter Yusuf terkekeh geli.
" Udah kelihatan jenis kelaminnya belum?", Tanya Dokter Yusuf yang penasaran.
" Dia tidak mau memperlihatkannya!!! malu katanya!", Canda dokter Okta.
" Bilang saja alat periksa kamu kurang canggih", ucap dokter Yusuf sinis.
" Enak saja!!!, dia nggak mau nunjukin, biar bapaknya tambah penasaran", elak dokter Okta.
" Sudah ya! semuanya Alhamdulillah baik-baik saja, bulan depan balik lagi buat periksa jangan dinanti-nanti semakin rutin semakin bagus biar tahu perkembangannya, Ok!", saran dokter Okta, Yasmin hanya mengangguk.
Bersambung....
__ADS_1
Hai guys.... sorry ya aku telat up, karena kemarin ada berita duka dari saudara, sehingga aku harus melakukan perjalanan ke luar kota semoga yang menunggu pembaca setiaku... sabar menanti ya walaupun agak terlambat insya Allah saya usahakan selalu update tiap hari.... terima kasih 🙏🙏🙏