JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Oleh oleh dari camer


__ADS_3

" Waalaikum salam", Jawab Yasmin.


Yasmin tertegun beberapa saat " kenapa itu dokter gemblung, biasanya juga langsung masuk dan duduk di sofa, lha ini kok lama, apa jangan jangan pingsan", batin Yasmin.


" Bun.... Bantuin bawa masuk bun!", Dokter Yusuf tergopoh membawa satu tandan pisang tanduk dari luar.


" Haiii.... Dari mana ini?", Tanya Yasmin terheran heran.


" Ayo bantuin itu diluar masih ada lagi", Dokter Yusuf menaruh pisang tanduk didapur Yasmin.


Yasmin pun berjalan ke teras depan, dan betapa terkejutnya dia disana melihat ada banyak barang bawaan.


" Ya Tuhan..... pergi pamit satu minggu, eh baru tiga hari sudah nonggol, pulang pulang bawa hasil jarahan, habis ngrampok dari mana dok?!", kelakar Yasmin tidak habis pikir dengan kelakuan dokter satu ini.


" Ngaco! Ini kiriman buat bunda dari ibu mertua tersayang, beliau mengirim ini untuk calon mantu kesayangannya", Jawab dokter Yusuf lempeng saja.


" Hah!!, Yang ngaco situ.... mana ada janda punya mertua!", Ketus Yasmin seraya membawa satu dus berisikan rengginan yang belum digoreng.


" Punya dong! Kan ini calon suaminya", Jawab dokter Yusuf pede banget.


Entah apa saja yang dibawakan ibunya dokter Yusuf, yang sampai bolak balik Yasmin dan dokter Yusuf memasukkan barang, hingga keringat mereka bercucuran.


" ini minum dulu", Dokter Yusuf menerima satu gelas penuh air putih pemberian Yasmin.


" Terima kasih calon istriku", Ucap dokter Yusuf dengan tersenyum manis.


" Aiisshh.... Cerita kenapa bisa dapat jarahan sebanyak ini?", Yasmin tidak sabar ingin mendengar cerita dokter Yusuf.


" Astaghfirulloh.... ini barang halalan toyiban bunda... bukan hasil jarahan, ini itu ibuku yang nitip untuk disampaikan pada bunda, katanya hasil dari kebun dan sawah untuk calon mantu kesayangan... ", Jawab dokter Yusuf, Yasmin mendengar sambil sesekali menyesap air minum dari gelasnya.


" Ini banyak banget dokter", Jawab Yasmin matanya masih nanar melihat berbagai macam oleh oleh dari kampung.


Ada beras sampai tiga karung, pisang juga ada dua macam, pisang tanduk dan pisang raja, ada kelapa muda sepuluh biji, tempe bungkus satu kresek, peyek dua kaleng krupuk, kacang tanah kering yang sudah bersih satu kresek besar, rengginan satu dus, sayuran dua dus, ada alpukat, nangka, dan satu ikat besar petai.

__ADS_1


" Jazakumulloh kairon katsiron... saya malu pada ibu pak dokter nih... masak saya tolak anaknya eh, malah dapat sogokan barang barang segini banyaknya... kan jadi malu nyak", Ujar Yasmin dengan menggelengkan kepala.


" Enak saja! Berani menolak aku?! Awas saja, aku tidak terima penolakan dari bu guru Yasmin!", Ujar dokter Yusuf, padahal hatinya takut jika ditolak beneran sama Yasmin, tetapi pak Yasman kan memberi waktu satu minggu dan itu artinya masih lima hari lagi.


Yasmin mencebik, " Ada ya, orang ngelamar janda maksanya minta ampun! Ga laku pak, sampai ada janda tua saja di paksa harus mau!", Ucap Yasmin dengan mencebikkan bibir.


" Sory buk, yang ngantri banyak bangetz... tapi hatiku sudah jatuh tak berkutik pada janda cantik dan galak ini sih, klepek klepek bu hatiku", Jawab dokter Yusuf terkekeh.


Yasmin hanya mencebik, " Nekad! Entar menyesal lho pak, jika banyak yang ngantri kenapa malah mengejar sama yang tidak mau!", ketus Yasmin.


" Yakin ga mau???!", Dokter Yusuf menaik turunkan alisnya dengan tersenyum lebar.


Yasmin mencebik dan beranjak pergi dari dekat dokter Yusuf, " Bilang sama ibunya pak dokter jika saya sangat berterima kasih oleh olehnya tetapi saya menolak sama orang yang bawanya!", Ucap Yasmin.


" Aisshh", Dokter Yusuf pun langsung menelpon ibunya. Mereka saling menyapa dengan salam.


" Buk, kata calon mantu terima kasih, banyak banget katanya", Ucap dokter Yusuf pada ibunya.


" Mana Halwa dan calon mantu ibuk", Tanya ibunya dokter Yusuf.


" Masih les, nanti aku jemput setengah jam lagi", Jawab Yasmin.


" Weee .... pantes kamu tidak sabar Suf, lha kinclong je... heum!!", Ujar Ibunya dokter Yusuf, dan dokter Yusuf cuma tersenyum.


" Dok, itu ibunya?", Tanya Yasmin.


" Iya nih, mau bicara sama bunda, mau ya!", Dokter Yusuf sudah mendekat hendak menyerahkan ponselnya pada Yasmin.


" Assalamualaikum ibu, terima kasih semua kirimannya, ini banyak sekali bu... Jazakumulloh kairon katsiron ya bu, semoga Alloh menganti dengan yang lebih baik lagi, Aamiin", Sapa Yasmin ada ibunya dokter Yusuf.


" Waalaikum salam nduk, ayune... pantas Yusuf udah ga sabar ingin cepat cepat meminang kamu nduk.... Mau yo nduk, ibu dan bapak merestui kalian... ", Ucap ibunya dokter Yusuf tulus.


Yasmin tersenyum dengan mata yang berkaca kaca, " Ibu... Saya ini janda, apa ibu dan bapak tidak keberatan, anak saya tiga lho buk!", Jawab Yasmin jujur.

__ADS_1


" Lha yang suka sama kamu itu Yusuf, yang menjalani juga Yusuf, kalau ibu dan bapak hanya memberi restu, Yusuf tulus sama kamu nduk, tolong jangan di tolak ya!", Ucap ibunya dokter Yusuf.


Yasmin hanya tersenyum tanpa menjawab ucapan ibunya dokter Yusuf.


" Halwa masih les bu, sebentar lagi akan saya jemput, terima kasih kirimannya, ibu dan bapak sehat selalu ya, mohon maaf jika saya belum bisa menjawab sekarang mungkin besok atau lusa saja ya buk, maaf", Yasmin kembali tersenyum dan mengembalikan ponselnya pada dokter Yusuf.


" Bu, lihat aku lagi makan kue buatan calon istri... eunak lho buk... ibu sabar ya jika mau kue kayak gini, tunggu sampai sah menjadi istriku, doain ya buk", Ucap dokter Yusuf seraya memamerkan kue buatan Yasmin.


" Pasti bapak dan ibu doakan yang terbaik dan secepatnya, ayu he... pantes kamu ga sabaran, ingin cepat cepat, ya sudah kalau mau jemput Halwa", Dokter Yusuf dan ibunya pun kemudian menutup obrolan dengan salam.


Dan segera menyusul Yasmin yang sudah berjalan menuju motornya.


" Bun, biar aku saja yang jemput anak anak", Seru dokter Yusuf, yasminpun akhirnya menyerahkan kunci motornya pada dokter Yusuf.




Hanan mencoba mengirim pesan pada bu Rosa, maksud hati hendak mengembalikan uang yang dilempar suaminya bu Rosa kemarin padanya.



Mereka janjian disebuah kafe, bu Rosapun datang dan mereka ngopi sebentar tanpa pesan makanan.



" Saya cuma mau mengembalikan uang ini, kemarin suami ibu marah, saya jadi tidak enak... tolong bilang padanya jika kita hanya rekanan saja... saya juga berharap ibu tetap bahagia bersama suami ibu", Hanan berbicara pada bu Rosa dengan mata yang memandang bu Rosa penuh kerinduan.



" Maafkan suami saya, kita masih bisa saling berkirim kabar, ini nomer saya pak, maaf aku akan segera pulang takut ketahuan", Bu Rosa segera pergi dari kafe itu dengan cepat.


__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2