JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Perdebatan


__ADS_3

Dokter Yusuf makin gencar mendekati Yasmin, namun Yasmin masih dengan sikap biasa saja. Kegagalan rumah tangganya ternyata meninggalkan sedikit trauma untuk Yasmin kembali merajut asa.


Sementara dokter Yusuf merasa tidak tega melihat keseharian Yasmin yang pintang panting bekerja demi menghidupi dan memberi pendidikan pada ke tiga anaknya.


Salut, namun juga trenyuh, tidak tega melihat seorang wanita harus bekerja dari subuh untuk mrnyiapkan makan, kadang sambil mencuci pakaian, bersih bersih rumah juga, kemudian harus berangkat kerja, ditambah harus mengajar les, meninggalkan kedua anaknya di rumah sementara Yasmin harus berjibaku mencari rupiah dilauar rumah.


Belum lagi Awa juga lebih seringnya siang hari di rumah Aya, mereka memang menjadi teman yang saling membantu, berawal dari kondisi mereka akhirnya menjadi sahabat bahkan seperti kakak adik, jarang berselisih yang ada mereka saling mendukung, les bareng, belajar bareng, makanpun sering bareng.


" Dokter! Tolong lah jangan berlebihan pada Aya, entar dia menjadi tergantung terus dengan dokter", Ujar Yasmin yang nampak kecewa karena tadi siang Aya dan Awa di bawa ke mall untuk belanja berbagai keperluan sekolahnya, ada tas sekolah, buku buku, alat tulis yang lainnya, sepatu, bahkan Dokter Yusuf juga tak lupa membelika tas dan sepatu untuk Hasan dan Husain.


" Tidak masalah! Aku malah senang jika begitu, mereka sih sudah Oke, cuma bunda mereka saja yang masih jaim", Jawab dokter Yusuf cuek tanpa mrlihat Yasmin.


" Oke apanya?", Tanya Yasmin menekan suaranya.


" Ya, oke jika bundanya berjodoh sama ayahnya Awa", Dokter Yusuf masih cuek tak melihat Yasmin, fokus dengan ponselnya, akhirnya Yasmin duduk di sofa dan berhadapan dengan dokter Yusuf.


" Seminggu lagi aku mau pulang ke kampung dan mau ke rumah Bapak Yasman mau ikut ga?", Dokter Yusuf akhirnya menatap Yasmin yang sudah duduk didepannya.


" Mau ngapain??", Jawab Yasmin cuek.


" Mau minta pak Yasman untuk menikahkan kita, sudah siap kan?", Dokter Yusuf menyerigai.


" Iisshhh.... Jangan konyol dok!", Wajah Yasmin tanpak menahan kesal


" Serius bunda!", Ujar dokter Yusuf dengan menangkupkan kedua tangannya didada.

__ADS_1


" Apanya yang serius?", Tanya Yasmin sinis.


" Ya kita lah, Aku serius mau ngajak bunda menikah, Awa dan aku butuh bunda, tiga H butuh aku .. he heee", Dokter Yusup nyengir.


" Diih!!", Sinis Yasmin.


" Please ya bun, mau ya... ", dokter Yusuf memasang wajah memelas.


" Iya lah bun mau ya...!!!", Tiba tiba tuh empat H bersuara serempak dari ruang keluarga sudah berdiri dipintu yang menuju ruang tamu, mereka kompak berdiri disana.


Yasmin mendongak,menatap empat H, wajahnya langsung memerah, " Apaan ya kalian, jangan aneh aneh deh!!", Yasmin semakin merona.


Kemudian Yasmin menatap dokter Yusup, " Aneh deh kalian?!", Yasmin bersungut dengan setengah malu.


" Sudah ah, bubar kalian biar bunda bicara sama dokter", Ucap Yasmin dan empat H pun menurut, namun mereka masih menguping.


" Anak anak, kita mau bicara serius sebentar, bunda harap jangan ada yang menguping, entar telinganya panas", Ucap Yasmin lagi.


" iya bun", Merekapun menurut dan menonton tivi.


" Bun, kok jadi marah sih, aku bicara benar lho!", Ucap dokter Yusuf cuek.


" Aiissshhh.... Dokter pliisss.... hidup saya ini sudah sulit jangan di bikin pusing juga dengan urusan begini dok! Jika dokter menginginkan pasangan dokter carilah yang masih gadis, yang masih muda, yang sepadan dengan dokter lah.... plisss jangan saya dok, saya sudah tua anak saya banyak saya juga cuma orang kampung yang hidupnya susah... sungguh saya tidak pantas untuk dokter", Yasmin memohon dengan menangkupkan tangannya di depan dada🙏.


" Kata siapa bu guru sudah tua, dimata aku bu guru masih seperti mamah muda usia dua delapan, dan siapa yang bilang tidak pantas, bahkan ibuku sendiri sangat setuju, beliau sudah merestui kita, lihat anak anak juga antusias", Ucap dokter Yusuf cuek.

__ADS_1


" Iiisshhh.... ", Yasmin meghentakkan kakinya kelantai karena merasa kesal, ia tidak menyangka dokter didepannya ini selain konyol juga tidak ada romantis romantisnya, bahkan terkesan kurang serius, jadi wajarlah jika Yasmin kesal dibuatnya.


" Dok, saya ini bukan gadis, saya punya pengalaman yang kurang baik dalam berumah tangga, dan saya masih butuh haelling untuk itu, tolong jangan membuat saya pusing dok, saya pergi ke kota ini untuk mendapatkan ketenangan bukan hal seperti ini", Ucap Yasmin sambil setengah menggigit giginya masih menahan kesal dengan ulah dokter didepannya ini, rasanya ingin mengemplang kepala dokter Yusuf biar ga keterlaluan mengerjai hidupnya.


" Bunda.... Saya akan buktikan jika saya tidak seperti bapaknya Aya, saya ini lelaki sejati bun, pekerja keras dan tidak suka memikirkan atau melakukan hal hal yang merugikan diriku sendiri, anak anak butuh kita bun... tolonglah bun... kita berjuang sama sama untuk mereka ya!??", kali ini ucapan dokter Yusuf tetlihat sangat serius dan wajahnya pun terlihat penuh harap.


" Dok, saya masih ingin sendiri.... jujur pengalaman pahit atas kegagalan kemarin masih terasa sakit, saya merasa sudah berusaha tetapi saya gagal dan itu membuat saya lebih sakit dok", Yasmin tertunduk, rasanya masih menyesakkan dada jika mengingat kegagalan rumah tangganya.


" Sampai kapan? Apa dengan sendiri bunda bisa menyembuhkan luka itu? Ingat bun.... dia sudah melupakan bunda, bahkan tak merasakan sakit, pantaskan bunda masih meratap?! Pantaskan bunda masih menyesali kegagalan itu?!, kenapa bunda tidak berusaha untuk mencoba dengan membina hubungan lagi untuk menyembuhkan luka itu?, Tunjukan padanya jika bunda sedah mengikhlaskannya dengan cara menerima aku untuk menjadi penggantinya, Aku janji bunda... kita akan bahagia hingga menua bersama bersama mereka dan adik adiknya, dan barang kali Alloh masih kasih rejeki anak pada kita! Why not!", Ujar dokter Yusuf panjang lebar dengan mengendikkan bahunya namun tatapan matanya tetap penuh harap pada Yasmin.


Yasmin menunduk lama, berulang kali menarik nafas dalam, bahkan air matanya menetes.


" Dokter tahu rasanya sakit dan rasanya jatuh cinta? Rasa itu sama dok! persis! Sama sama hanya kita yang tahu, meskipun orang menasehati hingga berbusa busa tetapi tidak akan bisa terhapus, meski telah tergantikan yang lebih baik, tetapi semua itu butuh waktu, dan aku minta waktunya untuk menjawabnya dok, tolong jangan saat ini!", Ucap Yasmin mendongak menatap dokter Yusuf.


" Oke, pasti! Aku kasih waktu satu minggu!", Kembali jawab dokter Yusuf santai.


" Aisshhh.... percuma meratap ratap sama dokter, kalau seminggu mana bisa! Satu tahun ya?!", Tawar Yasmin mencoba bernegosasi.


Dokter Yusuf menatap Yasmin tajam kemudian tersenyum miring, " Boleh!".


Yasmin tersenyum senang, " Terima kasih dok!", Menangkup tangan didada.


" Tapi mulai saat ini kita kumpul kebo, dan saya akan tinggal disini bersama Halwa", Yasmin langsung syok dan melotot tajam pada dokter Yusuf.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2