JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Malu


__ADS_3

Dewi dan Hanan di sidang okeh pak RT dan warga. Namun hingga tak kunjung berdamai.


" Saya masih mau berfikir dulu, terima kasih untuk pak RT dan warga yang sudah berusaha mendamaikan saya dan istri, saya rasa kami butuh waktu untuk mengambil keputusan", Ucap Hanan menyudahi acara perdamaian, bukan tidak mau damai tetapi peristiwa yang baru saja terjadi adalah hal sangat memalukan sekaligus menyakitkan, Namun Hanan tidak mau menceraikan Dewi dengan mudah, meskipun hanya menikah siri, Hanan mau membalas Dewi dengan menggantung statusnya dulu, enak saja langsung cerai, batin Hanan.


Desi masih tertunduk, rasanya malu sekali, meskipun selingkuh secara diam diam sudah lama ia lakukan nyatanya sangat malu jika diketahui oleh orang banyak, apalagi tetangga, inginnya mengguburkan dirii agar tidak terlihat, sungguh sangat malu.


Sejak saat kejadian itu Hanan Hanan tidak mrnceraikan juga tidak menafkahi, bahkan dengan cueknya masih sering di rumah Dewi, tetangga xang tiddk tahu simpati sama Hanan dikira suami baik, pemaaf, istrinya selingguhpun dimaafkan, padahal di rumah itu seperti bom waktu, baik Dewi maupun Hanan terjadi perang dingin sedingin es, Deei ingin mengusir tapi ada beberapa hal yang ia pertimbangkan.


Sementara disana mang Usep, sudah sembuh dan marah pada Dewi, minta pertanggung jawaban dengan Dewi, karena si manuk dadali eh bukan manuk blekoknya mengalami cidera dan butuh belaian untuk bisa kembali bangun, istrinya sudah tua sudah malas begituan, apalagi mendengar suaminya selingkuh dengan istri orang membuat istri mang Usep tak mau lagi melayani keseharian suaminya.


Anak anaknya juga pada marah, dan meminta bagian waris meskipun bapaknya ma$ih hidup, takut habis dikasihkan selingkuhannya, dan mang Usep nurut saja tapi tetap menyisakan untuk dirinya.


Hanan akhirnya melunasi hutangnya pada saudara Dewi, meskipun berseteru dengan Dewi Hanan masih ada itikat baik membayar hutang pada saudara Dewi dan menceritakan kelakuan Dewi pada keluarganya, kontan saja keluarga Dewipun memusuhi Dewi sementara Hanan dapat sanjungan. Semakin terpuruklah Dewi. Apalagi mendengar gosip kelakuan Dewi keluarga almarhun suami Dewi terutama nenek dan kakek Zidan mereka akan mengambil Zidan dan Zia dalam pengasuhannya, neneknya akan menyekolahkan Zidan dan Zea di pesantren. Dewi makin tersudut dan tidak ada tempat berlindung saat ini kecuali bersabar.


Hanan memeluk kedua anak tirinya, dan meminta maaf pada mereka, Hanan yakin mereka mungkin tidak akan bertemu kembali setelah ini, dan Hanan merasa menyesal tidak bisa menjadi bapak tiri yang baik untuk kedua bocah itu.


" Zidan bapak minta maaf, Zia maafin bapak ya", Hanan Merengkuh kedua bocah itu saat mau dibawa neneknya, Dewi sudah berderai air mata, mau menahan anak anaknya juga dia tidak yakin akan masa depannya sendiri jadi lebih baik melepaskan, Dewi percaya dibawah asuhan keluarga almarhum suaminya anak anaknya pasti bisa lebih baik.


" Iya pak", Jawab Zidan datar.


" Bapak hiks hiks...", Zea merangkul Hanan, bocah itu merasa sangat bersedih akan pisah dengan Hanan, bagi Zea Hanan adalah sosok bapak yang baik, selalu menyayangi dirinya.


Hanan mengusap lembut rambut Zea, saat begini diapun teringat akan Aya yang tak pernah lagi dia usap rambutnya.


" Bapak pasti akan kesepian dan merindukan kalian", Ujar Hanan entahlah ini serius dari dalam hati atau drama, soalnya dengan anak sendiripun dia tidak ada acara perpisahan begini.


Kedua bocah itu dibawa nenek dan kakeknya dan Dewi hanya bisa menangis pilu, tak ada tangan Hanan mengusap punggungnya, tak ada ucapan yang menguatkan hatinya selain hanya didiamkan saja.


Dewi kembali menjalani usahanya meski kini harus sangat tertatih, tetangga dekatnya sudah malas memakai jasa cuci laundrynya karena skandal kemarin.


Hananpun kembali menjalani aktifitas seperti biasa, dan lebih sering pulang ke kosannya yang dekat dengan sekolah, tak berani mengabari orang tuanya, malu. Sungguh sangat malu, gagal untuk yang kedua.



__ADS_1


Yasmin tengah packing karena besok sore sepulang sekolah dia akan pulang kekpungnya untuk melaksanakan pernikahannya dengan dokter Yusuf.



Anak anak antusias sekali, tak ada protes yang ada malah doa doa terbaik dari ketiga anaknya.



Dokter Yusuf akan menjemput setelah mahgrib, dan akan cari makan dulu di jalan katanya.


Yasmin hanya diam tanpa persiapan apapun karena semua yang mengurus persiapannya adalah dokter Yusuf.



" Oke! Kita berangkat, malam ini Ayah mohon anak anak untuk mendoakan niatan Ayah bunda untuk menikah ya, semoga semua dilancarkan, Aamiin", Dokter Yusuf selalu menjaga komunikasi dengan anak anak Yasmin.



" Iya ayah, pasti kita akan doakan kalian dan kita bahagia selalu", Ucap Hasan. Hasan ini pendiam tak banyak bicara seperti Yasmin tetapi jika dia merasa nyaman dengan seseorang dia bicara cerita banyak hal bahkan mengenai perasaannya paling dalam sekalipun.




Dijalan mereka berhenti untuk makan malam di sebuah restoran yang cukup ramai.


Dokter Yusuf merasa senang, beginilah keluarga yang diidamkannya, anak yang sudah remaja yang bisa melindungi adik adiknya, dokter Yusuf melihat semua itu didiri Hasan, membuatnya kagum akan sosok calon anak tirinya itu.



Hampir jam sembilan malam Yasmin sampai di kediaman orang tuanya. Disana bapak, ibu serta keluraga Yudi sudah menunggu.



Rumah itu terasa ramai, walau pernikahan akan diadakan sangat sederhana tetapi keluarga inti sudah berkumpul di rumah orang tua Yasmin.

__ADS_1



" Nak, sebaiknya mantan mertuamu, kamu yang kasih tahu besok ya, tidak baik jika tidak memberi tahu, tidak ada mantan orang tua yang ada mantan suami, mintalah doa restu padanya, toh Hanan kan juga sudah bahagia, kalian harus saling menjaga silahturahmi demi ketiga anak kalian, dekatkan mereka juga pada nenek dan kakeknya, nenek dan kakeknya sangat menyayangi mereka,", Ucap pak Yasman bijak, Yasmin pun mengangguk setuju, Dokter Yusufpun memberikan anggukan pada Yasmin membenarkan ucapan calon bapak mertuanya itu.



" Ya sudah pak, saya pamit untuk pulang, sudah malam, tunggu aku ya bun... Hari jum' at insyaAlloh... semoga selalu dilancarkan Aamiin", Pamit dokter Yusuf.



" Aamiin yabal'alamiin", Jawab serentak bapak, ibu dan Yasmin serentak.



" Wah ini cucu kakek juga mau ikut pulang?", Tanya pak Yasman pada Halwa.



" Iya kek, kata Ayah nanti saja bobo disininya, sekarang Uti. sama eyang sudah nunggu, kangen Awa katanya", Jawab bocah itu dengan tersenyum senang.



" Oke... ", Jawab pak Yasman.



" Hati hati nak Yusuf, jalan kampung ini jika malam sedikit gelap", Ucap pak Yasman.



" Iya pak, ibu, mari saya pamit... Anak anak ayah pulang dulu ya... Bunda, tunggu ayah ya... ", pamit dokter Yusuf.



Yasmin tersenyum kemudian mengangguk, " InshaAlloh", Jawab Yasmin.

__ADS_1


__ADS_2