JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Lunas


__ADS_3

" Anak anak sudah pada siap siap belum bi?", Tanya Yasmin begitu masuk rumah.


" Sudah bun".


" Bunda dari mana, bapak kebingungan nyariin bunda tuh tadi", Ucap bibi.


" Beli bubur di pojok taman sana bi, tiba tiba pingin makan bubur ayam", Jawab Yasmin.


" Bi, bunda mulai ngidam lho... tolong bantu jagain ya bi", Timpal dokter Yusuf sambil mengambil mangkuk untuk bubur istrinya.


" Mashaa Alloh.... Bunda... ikut seneng saya, Alhamdulillah ya Alloh..... semoga diberkahi Aamiin ", Bibi antusias sekali mendengar kabar kehamilan bunda.


" Aamiin bi, makasih doanya", Yasmin.


" Bun, sini ayah suapin", Dokter Yusuf sudah menyiapkan bubur untuk Yasmin.


" Kalau masih panas bilang, biar ayah tiup kembali", Ucap dokter Yusuf.


" Enak mas, enak banget... harusnya tadi belinya dua ya", Ucap Yasmin.


" Kalau mau nambah nanti ayah kesana beliin buat bunda", Jawab dokter Yusuf, Yasmin setuju, sepertinya jika cuma satu dia akan kurang.


" Tapi nanti saja, sekarang mau disuapin sama ayah dulu", Ucap Yasmin pelan malu jika didengar bibi.


" Haduhhh..... masih pagi pagi begini ayah sudah nyuapin bunda... kenapa sih ayah bunda tuh manjanya gantian!", Awa yang sudah siap untuk sarapan keluar kamar dengan memasang wajah cemberut pada ayah bundanya.


" Kak, sini....", Panggil dokter Yusuf.


" Ini Awa ayah, bukan kakak!", Ucap Awa kesal.


" ini sini dulu, ayah juga tahu ini anak ayah yang cerewet... mulai hari ini Awa kita panggil kakak juga ya... karena di sini sudah ada calon adik kalian", Ucap dokter Yusuf lembut pada Awa.


" kok sudah berkabar berita sih Ayah entar ternyata aku belum hamil gimana?", Protes Yasmin.


" Sini", Dokter Yusuf meraih pergelangan tangan Yasmin dan menekan denyut nadinya disana.


" In shaa Alloh.... pisitif bun, bismillah ya, semuanya sesuai harapan kita", Jawab dokter Yusuf membelai lembut kepala Yasmin.


" Bener Ayah Awa mau jadi kakak?", Awa yang memperhatikan ayah bundanya sedari tadi akhirnya bertanya.


" Iya sayang.... bunda hamil!", Ucap Dokter Yusuf.


" Haaaa.... bunda hamil? Waahhh.....", Aya yang baru keluar kamar di susul Husainpun nampak antusias.


" Selamat ya bunda.... Alhamdulillah akhirnya Aya beneran mau jadi kakak, jadi tahu rasanya punya adik kecil", Aya antusias merengkuh bundanya.


" Selamat bunda, semoga kehamilan bunda diberkahi dan bunda juga sehat ", Ucap Husain.


Dokter Yusuf sangat bersyukur Yasmin memang ibu yang luar biasa mendidik anak anaknya, lihat saja caranya menyambut kehamilan Yasmin mereka begitu tenang dan terpancar kebahagian yang tulus.


" Awa akan punya adik, Ya Alloh... ya Alloh... seneng aku tuh", Awa memang anaknya ekspresif sekali.


" Kalian bantu jaga bunda dan calon adik kalian ya jika tidak ada ayah di rumah", Ujar dokter Yusuf.


" Sarapan dulu yuk", Ucap Yasmin pada ketiga anaknya.


" Ayah sarapannya sama dendeng balado, ini kalau kalian mau juga, ayah ngidambya dendeng balado", Ucap Yasmin


" Enggak ah bunda pagi pagi pedes, Aya mau nasi goreng telor ceplok ini saja", Jawab Aya.


" Aku juga ", Awa.


" Kakak juga mau nasi goreng telor ceploknya dua", Husain.


" Bi, nanti kepasar ya, beli daging yang paha untuk bikin dendeng balado bi, direbus pakai air kelapa ya bi", Ucap Yasmin.

__ADS_1


" Baik bunda".


Setelah merrka sarapan kemudian dokter Yusuf mengantar anak anak kesekolah sekalian Yasmin juga untuk mengajar, barulah ia menuju rumah sakit tempat ia bekerja.


Yasmin belum mau diperiksakan, nanti saja katanya 2 atau 3 minggu lagi baru Yadmin mau periksa, oleh karena itu dokter Yusuf minta diresepkan obat saja dulu pada dokter Okta.




Sementara itu dikota lain



Hanan sudah dua bulan tidak dikunjungi bu Rosa, iya sejak kejadian itu bu Rosa susah dihubungi.



Ya sudah, dua bulan ini Hanan bermaksud menata hati, akan melupakan bu Rosa. Sudah Hanan pikirkan tak benar jika masih mengejar ngejar bu Rosa.



Hanan mrnghitung hutangnya pada bu Rosa untuk jualan jajanan dikantin sekolahnya.



Ternyata masih ada sekitar tiga jutaan lagi, dan Hanan kembali menghubungi bu Rosa bermaksud mengembalikan uangnya .



Dengan telpon yang berulang kali dan kirim pesan berkali kali akhirnya Hanan bisa mendapat balasan dari bu Rosa, dan mereka akan bertemu disebuah kafe kopi.



Disana mereka bertemu, mengobrol untuk melepas rindu yang masih tersisa.




" Ada pak, suamiku kebetulan lagi banyak pekerjaan didalam kota, bahkan hari ini juga ada di rumah kok", Jawab bu Rosa.



" Tapi kok bisa ibu keluar?", Tanya Hanan.



" Iya, aku bilang ada teman yang mau bayar hutang dan ngajak ketemuan di kafe", Ucap bu Rosa jujur.



Saat itu juga dada Hanan langsung berdebar tak karuan takut suami bu Rosa mengikuti dan salah paham.



" Untung tidak jadi cipika cipiki saat bu Rosa datang lagi", Batin Hanan.



" Selamet selamet... ", Hanan batin dengan mengelus dada.



" Ibu beneran sendiri?", Tanya Hanan.

__ADS_1



" Iya, santai saja pak, suamiku tidak curiga kok", Ucapnya.



" Ini sisa hutang saya ya bu, saya bayar sisanya, silahkan hitung dulu", Ucap Hanan.



Mereka akhirnya makan pesanan mereka, dan pada akhirnya bu Rosa yang membayar, katanya sebagai permintaan maafnya waktu itu dan juga ucapan terima kasih karena Hanan sudah mengembalikan hutangnya, ,LUNAS.



" Saya duluan ya pak", ucap bu Rosa.



" Boleh saya minta waktunya lima menit lagi?", Tanya Hanan.



" Untuk?", bu Rosa heran.



" Bu, kita sudahi jalinan kita sampai disini saja, saya sadar jika ada yang tidak benar dengan perasaan saya, ibu sudah punya suami jadi saya memilih mundur", Ucap Hanan dengan suara pelan.



Bu Rosa menarik nafas dalam, matanya berkaca kaca, " Iya pak, terima kasih atas kebaikan dan perhatian bapak selama ini.



" Maafkan saya bu", Hanan memegang punggung tangan bu Rosa.



" Sama saya juga minta maaf".


" Saya permisi, bapak hati hati, terima kasih untuk pelunasan hutangnya", Ucap bu Rosa sambil mengangkat amplop coklat dari Hanan.



Hanan memandang kepergian bu Rosa, plong meskipun sempat tidak tega mau bicara dengan bu Rosa.



Hanan sudah bertekad untuk membuka lembaran baru. Dibenaknya pertama yang ingin dia lakukan adalah mencari keberadaan anak anaknya serta mantan istrinya, jika bisa dia akan kembali mengajak Yasmin rujuk demi anak anak dan ketenangan hidupnya.



Hanan melangkahkan kakinya keluar kafe menuju parkiran, dengan langkah gontai dia menuju kearah motornya diparkiran.



Melajukan motor dengan kecepatan sedang, Hanan bermaksud mau kerumah bu Nunik, dia hendak bertanya dikota mana Yasmin dan anak anaknya tinggal.



Saat di jalan yang sedikit lengang tiba tiba dari arah belakang sebuah mobil Hummer atau entahlah mobil sejenis begitu, agak ngebut dan ugal ugalan.



Braaagggkkkhh

__ADS_1



Bersambung....


__ADS_2