JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Dewi yang tersisih


__ADS_3

" Mbak Yasmin sampean iki lho kok masih perhatian sama madu mu itu, memang sampeyan itu orangnya baik dan lembut, Mas Hanan rugi tenan Mbak buang sampeyan", ucap salah satu ibu yang berada di dapur ketika Yasmin berniat mengambilkan minum untuk tamu tamu yang baru datang.


" Sudahlah Bu memang tidak jodoh, nyatanya saya dipertemukan dengan jodoh saya yang sekarang, kasihan istrinya Mas Hanan Bu jika terus-terusan di pojokan dia ke sini bersama Mas Hanan, tapi lihat mas Hanannya sibuk sendiri dan Dewi nya sendirian kasihan sekali Bu Dia nggak ada teman di sini ditambah pada dijulitin, sudahlah jangan dibahas lagi, saya sudah punya kehidupan sendiri Bu Alhamdulillah", Yasmin mencoba menengahi dan untuk menghentikan gosip-gosip ibu-ibu di dapur.


" ini minumannya saya bawa ya Bu", WhatsApp Jasmine kemudian meninggalkan dapur membawa nampan berisi gelas air teh panas.


" Bun sebaiknya kita pulang dulu nanti malam kita ke sini lagi sebelum kita pulang", ajak dokter Yusuf pada Yasmin.


" Oh baiklah mas tunggu sebentar saya pamit dulu sama bapak", jawab Yasmin.


" Dewi, jika kamu merasa sendirian Kamu duduknya di sebelah bapak aja sambil temanin bapak, Saya mau pulang kasihan anak-anak pasti haus dan rewel udah ditinggal dari subuh", amit Yasmin pada Dewi.


" Oh iya Bun terima kasih".


" bapak kami pulang dulu ya, nanti malam kesini lagi ikut mendoakan ibu", bisik Yasmin pada mantan bapak mertua nya.


" ya ".


" Ayo Mas mana anak-anak?".


" itu anak-anak pamit dulu sama kakeknya".


Saat dokter Yusuf dan Yasmin melewati halaman depan dan di sanalah bertemu dengan Hanan dan juga Tama.


" Weee.... Assalamualaikum Pak dokter, apa kabar nih?", siapa Tama ramah, seraya berdiri dan menyalami tangan dokter Yusuf sementara tangan satunya sambil menepuk bahu dokter Yusuf.


" Yasmin ", sapa Tama hormat pada Yasmin.


" Iya Mas Tama apa kabar?", siapa Yasmin balik.


" Alhamdulillah saya sehat, 5 tahun tidak bertemu ternyata begini keadaan kalian", Tama terkekeh lebar.


" saya pamit dulu Mas Hanan, Tama... nanti malam kesini lagi insya Allah", ucap dokter Yosup berpamitan pada Hanan sekaligus Tama, tidak mau membahas lebih lanjut perkataan Tama.


" Oh ya terima kasih anak-anak masih di sini kan?", tanya Hanan.


" Anak-anak ikut pulang mas, katanya Mereka mau istirahat di rumah dulu nanti malam kesini lagi", jawab dokter Yusuf sementara Yasmin hanya diam saja.


" Oh ya sudah".

__ADS_1


" Enggak ngobrol dulu nih kita baru ketemu", protes Tama.


" liburan di kampungmu lama bro?", Tanya Dokter Yusuf pada Tama.


" Saya hanya dua minggu di sini, minta nomor teleponnya aja", dan kemudian dokter Yusuf memberikan nomor teleponnya pada Tama.


" Oke thanks, nanti dilanjut lagi ngobrolnya insyaallah malam kita ketemu datang ya nanti malam buat mendoakan ibu Ainun", Ucap dokter Yusuf.


" Weh saya sih selalu mendoakan buat ibu Ainun yang terbaik, tapi ini tuan rumah diam aja nih nggak nyuruh saya datang nih", Tama menoel Hanan.


" Sorry mas Hanan.... atas kelancangan Saya mengundang Tama barusan", dokter Yusuf merasa tidak enak karena malah dirinya yang mengundang Tama.


" gak masalah memang dia harus datang, nggak usah diundang harusnya tahu diri dia datang mendoakan ibu saya", jawab Hanan santai.


" Ayah Ayo aku udah ngantuk nih capek", Husein tiba-tiba saja langsung ngajak pulang.


" Bapak kami pulang dulu ya mau istirahat dulu di rumah nenek", pamit Hasan dan Husein pada Hanan.


" kenapa enggak istirahat di sini saja", ucapa Hanan pada kedua putranya.


" Di rumah nenek aja biar nggak berisik di sini masih banyak tamu pak, nanti malam kita ke sini lagi kok, iya kan ayah bunda?", tanya Husein.


" Wah ini putra-putra mu Nan?", tanya Tama yang sebetulnya sudah tahu tapi waktu itu masih kecil.


" Iya tadi mereka itu yang sudah mengurus neneknya hingga mengadzanin di liang kubur tadi", jawaban dan lesu namun bangga.


" Ya sudah kami pulang dulu assalamualaikum pamit dokter dan Yasmin segera menuju ke arah mobil mereka.


" waalaikumsalam ", jawab tamatan Hanan serentak.


" Tuh kan, aku lihat wajahmu sedih, terus kalau kayak gini di mana senangnya poligami ya?", Tama mulai lagi menggoda Hanan.


" Udahlah jangan mulai, gue lagi berduka tahu kondisi lah", ucapkan malas dengan sedikit emosi.


" Ya sudah aku mau masuk dulu mau ketemu sama bapak mu ", Ujar Tama seraya berdiri dan melangkah menuju ke dalam rumah Pak Harun.


" iya sana masuk ke hibur bapak gue gue masih pengen di sini", jawab Hanan lemas tak bersemangat.


" Assalamualaikum Pak", taman memasuki rumah itu dan langsung menyalami Pak Harun yang tengah duduk bersandar di tembok.

__ADS_1


" waalaikumsalam nak Tama, kapan sampai sini?", Pak Harun pun menyambut uluran tangan Tama.


" Baru semalam Pak, langsung dengar kabar jika Ibu meninggal, namun Maaf tadi tidak bisa ikut ke makam karena saya istirahat dan begitu bangun mandi terus ke sini pak, saya ikut berbela sungkawa semoga ibu Khusnul khotimah dan Bapak diberikan kesabaran ketabahan". Tama mengusap lembut punggung Pak Harun


" Aamiin Terima kasih nak Tama".


" sakit apa ibu Pak?".


" Jantung, sudah lama kok, semenjak Hanan menikah lagi itu", jawab Pak Harun sedih.


Dewi yang duduk tak jauh dari Pak Harun pun mendengar ucapan Pak Harun hatinya pun merasa ikut menyesal karena menjadi penyebab sakitnya Bu Ainun.


" Oh iya Hanan menikah lagi lah mana istrinya pak, ikut pulang nggak?".


" ikut, lah itu! ", Pak Harun menunjuk Dewi yang duduk tak jauh darinya, Tama pun mengikuti arah telunjuk Pak Harun.


" Hah! Oh!", Tama terkejut namun kemudian langsung bisa menguasai diri dan mengangguk pada Dewi.


" Istrinya Hanan ya mbak?", Sapa Rama Ramah.


" Iya Mas", jawab dan sopan.


" Kamu pulang sama siapa, mana emang istrimu kok nggak diajak", tanya Pak Harun pada Tama.


" diajak Pak, cuma mereka masih istirahat di rumah katanya nanti juga mau ke sini jet lag pak habis perjalanan jauh", jawab Tama .


" iya".


" Mbak Dewi Sudah berapa lama jadi istrinya Hanan?", tanya Tama untuk mengajak ngobrol Dewi.


" kurang lebih 5 tahun", jawab Dewi tanpa menerangkan bahwa mereka pernah pisah untuk beberapa saat.


" udah lumayan lama, nggak mau punya momongan Mbak sama Hanan?".


" Sedikasihnya aja mas, saya sudah punya dua dari sebelumnya dan Mas Hanan juga udah punya 3 kalau pun nggak dikasih juga nggak masalah", jawab Dewi cari alasan.


" Wah... enak dong! ke mana-mana berdua saja jadi terasa seperti pengantin baru terus ya mbak", ucapkan mah terkekeh lebar.


Dewi pun tertunduk seraya tersenyum malu-malu kemudian beringsut sedikit mundur ke belakang untuk bersandaran tembok.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2