
Setelah hampir satu jam dan waktu juga sudah sangat sore mereka berpisah setelah sebelumnya Lany mengajak mereka makan di kafe yang terletak diarea wisata.
" Kapan kapan kita bertemu lagi inshaAlloh", Ujar Yasmin diakhir pertemuan mereka.
" Sudah punya nomer telponnya jadi mudah untuk kita ngobrol jika saling merindukan", jawab Lany, Yasminpun mengangguk dan tersenyum kemudian mrlambaikan tangan.
Memang jaraknya jauh karena Lany ditinggal tidak jauh dari tempat wisata barusan, sementara untuk sampai di rumahnya Yasmin masih butuh waktu satu jam lebih.
Mereka akhirnya pulang sementara Lany dan kedua anaknya masih menunggu jemputan suaminya.
Dalam perjalanan pulang anak anak semua terlelap karena kecapean sehabis permainan, sementara Yasmin diam dalam kenangan, hatinya gembira karena bertemu teman lama, harapannya akan ada teman ngobrol saat saat segangnya nanti meskipun hanya melalui pesan singkat.
Selepas Malam hari merdka baru sampai rymah karena tadi istirahat dulu untuk sembayang sekalian makan malam.
Hanan menelpon Temannya bahwa mobil baru akan diantar besok pagi pagi karena baru sampai rumah.
Mereka langsung turun dan membereskan barang barang bawaannya dan membersihkan mobil tugas Hanan.
Yasmin menyiapkan minuman panas untuk Hanan dan bergegas untuk bersih bersih setelah anak anaknya bergantian memakai kamar mandi.
Hanan pun masuk rumah dan menyesap teh panas buatan istrinya, kemudian bergantian intuk untuk bersih bersih.
Selesai dari air semua, znak anakpun menuju kamar masing masing intuk istirahat, semrntara Yasmin masih sibuk memisahkan baju kotor ganti saat wisata dua hari ini.
Hanan bergegas naik keatas ( loteng jemuran ) rupanya betmaksud menelpon Dewi, tidak enak ada Yasmin, dan jika di teras tidak enak terdengar tetangga.
" Ma, bapak baru sampai rumah, malam ini bapak tidur dirumah dulu baru besok bapak kesana", Ucapnya ketika Dewi sudah mengangkat telponnya.
" Iya, tapi besok jangan siang siang ke sininya, kalau bisa pagi pagi bantuin ngepak barang, ada beberapa pesanan biar cepat terkirim".
" Iya, kalau gitu tidur sana udah malem". Hanan.
" Iya", Dewi.
__ADS_1
" Tunggu bapak, bapak udah kangen nih". Hanan.
" Iya, sama mama juga kangen pak", Dewi.
" Ya sudah, pagi pagi bapak datang", Hanan menutup telpon.
Hanan kembali turun dan sudah tidak mendapati istrinya, rupanya Yasmin sudah masuk kamar dan tidur.
Hanan yang merasa lelahpun akhirnya menyusul sang istri untuk tidur, apalagi pagi harinya dia akan mengembalikan mobil dan akan menemui Dewi, tiga malam tak bertemu diapun sudah merindukan istri mudanya itu, apalagi tidur di rumahnya bersama Yasmin, benar benar hanya tidur karena nyatanya Yasmin tak memberikan pelayanan malam, Hananpun tak memintanya juga.
Pagi harinya Hanan sudah sarapan, dan bersiap untuk mengembalikan mobil pada temannya, sementara anak anaknya bermain sepeda karena masih libur.
" Pak, ini sedikit oleh oleh untuk teman mu yang punya mobil, bilang terima kasih dan sampaikan salam dari bunda", Yasmin menyerah satu keresek oleh oleh untuk temannya Hanan yang sudah disewa mobilnya.
" Iya", Hanan menerima bungkusan itu dan menaruhnya di jok depan yang kosong.
" Bapak berangkat bun, mungkin nanti malam bapak tidak pulang", Hanan berkata dengan lirih, tak mau jika tetangga mendengarnya.
Yasmin hanya diam, sudah tahu maksud perkataan suaminya tak mau menanggapi, toh memang sudah bersama dirinya tiga malam ini.
Hanan sudah beres mengembalikan mobil di rumah temannya, dia bermaksud mampir ke toko oleh oleh untuk membrli oleh oleh untuk istri mudanya, mampirlah dia didaerah pertokoan di tengah kota, yang tak jauh dari rumah temannya.
Selesai membeli oleh oleh Hananpun menyewa ojek untuk mengantarkannya ke rumah Dewi.
" Assalamualaikum", sapa Hanan memasuki rumah istri mudanya, terlihat Dewi yang masih berdaster mini tanpa lengan dan masih kusut, jelas belum lama bangun, karena memang masih pagi Hanan datang belum jam delapan pagi.
" Waalaikum salam", Jawab Dewi malas.
" Baru bangun?", tanya Hanan.
" Iya, itupun karena ingat bapak mau kesini pagi pagi jadi harus buka gembok pagar, jika tidak mama belum ingin bangun", Sungutnya.
" Anak anak belum bangun?", Tanya Hanan.
__ADS_1
" Belum lah biasanya jam sepuluh mereka", Jawab Dewi.
" Ya sudah tidur lagi, yuk", Hanan menarik tangan Dewi supaya berdiri dari duduknya dan menuntun kekamar.
" Pak, masih pagi! Nanti anak anak kebangun lho!", Gerutu Dewi.
" Sebentar saja, ya... yaaa", Hanan merengek, menohon seperti anak kecil yang minta mainan.
Dewipun tak bisa menolak, akhirnya pagi itu mereka menghangatkan ranjang dengan d***** dari Dewi yang terpuaskan dengan Hanan.
" Bukannya habis liburan dengan bu Yasmin ya, kok bapak perkasa banget sih, pantas bapak menikah lagi, bapak memang hebat, tidak salah jadi guru olah raga memang stamina bapak boleh juga, ga kasah sama yang muda", Jupa puji Dewi terlontar dari mulutnya dengan senyum mengembang.
Hanan hanya tersenyum miris, tidak tahu saja Dewi, jika bersama Yasmin dia puasa, jangankan mengasah pedang, di kelonin ketika tidurpun tidak, malah cenderung di kasih punggung oleh Yasmin.
" Itu karena bapak kangen sama mama, jadi kekuatan bapak berlipat ganda, habis mama itu menggairahkan sih", Hanan cengengesan bak anak muda yang merayu pacarnya.
" Diiihhh.... ", Dewi pun mesem.
" Gimana liburan kemarin? Menyenangkan?", Tanya Dewi penuh selidik.
" ya begitulah, lihat anak anak senang hatipun gembira", Jawab Hanan, sambil memakai boxernya kembali.
" Anak anak juga mau pak diajak piknik, bukan hanya anak anak yang disana saja", Dewi menyindir Hanan.
" Ya atur saja, kapan waktunya tapi tidak usah nginab yang bisa berangkat pagi pulang malam juga tidak apa apa, asal tidak usah nginep", Ujar Hanan.
" Kok gitu? Kemarin bukannya nginep kok dibeda bedain?", Dewi cemberut.
" Bukan gitu, uangnya yang terbatas ma, jika kemarin kan yang bayar vilanya kan bunda jadi kita nginep, jika sekarang nginep lagi pasti uang bapak sudah tidak cukup, belum sewa mobilnya untuk dua hari saja sudah delapan ratus ribu, belum bensin, makan, jajan, tiket, bapak ga ada uang lagi", Jawab Hanan jujur karena dia tinggal menyimpan uang lima ratus ribu untuk membawa istri muda dan anak anak tirinya piknik, dan diapun hanya berrncana membawa ke kebun binatang terdekat saja, agar tidak banyak pengeluaran.
Disitu Hanan berbohong karena sejatinya Yasmin tidak mengeluarkan sepeserpun semua dibayarin Hanan, namun untuk istri mudanya Hanan berpikir jika ingin ngineb Dewi harus yang bayarin, karena anak anak yang dibawa piknik kan anak Dewi, pikirnya begitu.
" Yah, anak anak sih oke oke saja ke kebun binatang tapi mama ga mau pak!", Protes Dewi.
__ADS_1
Diskusi dengan istri muda belum selesai...
Bersambung........