JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Digerebek warga


__ADS_3

Hampir 4.00 sore Yasmin dan dokter Yusuf baru saja selesai membersihkan diri kemudian menjalankan ibadah bersama, setelah itu mereka keluar kamar untuk menyusul anak-anak yang sudah lebih dulu bermain di pantai.


Sementara itu bibi tidak ikut Ia memilih tetap berada di villa untuk menyiapkan makan malam mereka.


" Ayo ikut bareng kita jangan di dalam aja nanti persiapan makan malamnya kita siapkan lagi bareng-bareng, Ayo!!! ", Ucap Yasmin setengah memaksa.


" Tidak Bun, Saya di sini saja", jawab Bibi.


" ikut saja bi, gampang nanti makan malam kita bantu mempersiapkannya seperti tadi kita siapkan barang-barang", info dokter Yusuf.


" Iya Ayo siap-siap jalan bareng kita, menuju ke sana anak-anak sudah di sana", ucap Yasmin.


Bi murni pun akhirnya bersiap-siap.


" Nah gitu dong kita kan liburan masa mau di dapur saja, kita ke sini liburan bersama jadi nikmatin bi", ucap Yasmin, dokter Yusuf semakin kagum dengan kepribadian istrinya ini, wanita luar biasa yang tidak pernah membedakan status keluarganya dengan pembantunya baik makanan yang mereka makan sehari-hari ataupun saat liburan seperti ini.


Mereka bertiga pun berjalan menuju pinggir pantai di mana 4h sudah bercanda ria dan sesekali berjalan ke arah pantai.


" Sudah lama kalian di sini?", Tanya Dokter Yusuf pada anak-anaknya.


" Begitu azan asar kita langsung salat Ayah!, kita udah nggak sabar ingin segera main di pantai di sini pantainya enak sekali ombaknya tidak terlalu besar dan kita bisa berenang", ucap Awa kegirangan.


" Iya tetapi harus tetap hati-hati ya kalian jangan terlalu ke tengah sekali", ucap dokter Yusuf.


" Kita boleh surfing ayah?", tanya Hasan dan Husein bersamaan.


" Boleh.... boleh boleh! tetapi harus hati-hati ya", ucap dokter Yusuf.


" Bibi mau ikut bermain di laut?", tanya Yasmin.


" Tidak Bunda, saya duduk di sini saja!", jawab bibi yang memilih duduk dibawah pohon rindang pinggir pantai.


" Nitip anak anak ya bi, saya mau jalan jalan sama Ayah", Ucap Yasmin yang sudah dituntun oleh dokter Yusuf mereka hendak menyusuri pinggiran pantai.


" Sini", Dokter Yusuf langsung memeluk pinggang Yasmin posesif.


Mereka menyusuri pinggiran pantai dengan bergandengan tangan dan sesekali memeluk mesra pundak Yasmin.


" Yang sehat ya dik, kita jalan-jalan sama bunda di pantai nih, kakak yang mau jalan-jalan ke sini nih dek, yang sehat terus ya seperti kakak-kakak semua ", ucap dokter Yusuf.


" Iya Ayah", Yasmin menjawab menirukan suara anak kecil, outo dokter Yusuf menoleh dan menoel hidung Yasmin gemas.


" Nanti empat bulanan bapak ibu biar pada datang ke rumah ya Yank, sekalian biar tahu rumah kita", ucap dokter Yusuf sbil mengusap perut Yasmin.


" Iya mas, dua minggu lagi empat bulanannya", Jawab Yasmin.


" Sip, pulang dari sini nanti kita kabari orang tua kita ya".


" Oke", Yasmin mengangkat dua jempolnya tanda setuju.




Sementara itu ditempat lain

__ADS_1



Hanan dan Dewi makin dekat kembali, karena Hanan sungguh sangat membutuhkan bantuan Dewi.



" Assalamualaikum".



" Waalaikum salam", Jawab Hanan dan Dewi yang sedang berada di ruang kamar kostnya.



" Iya, ada apa pak?", TanyaDewi seraya membuka pintu kos Hanan.



" Maaf bu, saya ketua RT wilayah disini, saya kesini bersama warga, maaf kami semua mencurigai kebersamaan bapak dan ibu yang sering datang ke kost an ini, kami khawatir ada pelaku kumpul kebo", Ucap pak RT tanpa basa basi.



Hanan dan Dewi keduanya saling pandang, tak ada suara yang keluarga dari mulut mereka hingga beberapa saat.



" Maaf pak RT, jika keberadaan kami meresahkan warga, prasangka bapak-bapak semua itu tidak benar kami bukan pelaku kumpul kebo, lihat kondisi saya yang seperti ini mana mungkin berbuat sesuatu saya belum bisa melakukan aktivitas apapun butuh waktu lama untuk recovery", ucapanHanan.



" Saya butuh bantuan untuk aktivitas sehari-hari, mengingat kondisi saya yang seperti ini", imbuh Hanan.




" Iya Pak, saya mengerti maksud Pak RT dan warga yang datang ke sini tapi kami bukan orang lain kami ini pasangan suami istri", ucap Hanan berbohong.



" Oh syukurlah, kalau begitu kami hanya butuh buktinya dengan bukti itu kami baru akan percaya!, bagi warga kami bukti pernikahan kalian sebagai pasangan suami istri itu sangat penting untuk menjaga ketentraman warga lingkungan RT mohon berikan fotokopi bukti itu atau tunjukkan bukti nyata itu kepada kami sekarang!", ucapkan RT tegas.



Hanan dan Dewi kemudian saling panjang sedikit gugup yang ditutupin sejatinya mereka gelagapan karena selain berbohong mereka juga seandainya menikah pun kemarin tidak ada buktinya karena pernikahan mereka pernikahan siri.



" Bukti tidak kamu bawa Pak Maaf ada di rumah, dan kami butuh waktu untuk mengambil nya tidak bisa kamu tunjukkan sekarang, karena bukti itu kami amankan di rumah tapi saya bisa tunjukkan saksi pernikahan kami", ucap Dewi mendukung kebohongan Hanan, kemudian Dewi memberikan ponselnya kepada Pak RT yang berisi gambar-gambar pernikahan mereka.



" foto kapan ini bu?", tanya Pak RT.


__ADS_1


" Bapak bisa lihat tanggalnya sendiri", jawab Dewi acuh.



Para warga pun akhirnya satu persatu melihat gambar tersebut Mereka bergantian melihat ponsel Dewi.



" Oh ya kami percaya dengan ibu dan bapak, semoga ini bisa dipertanggungjawabkan seandainya bukti ini palsu maka semuanya tanggung sendiri Bapak sama Ibu kita tidak ikut-ikutan", Ucap warga serentak dan Pak RT pun kemudian mengiyakan ucapan warga.



" Terima kasih pak bu, kami permisi, mohon maaf sudah menganggu waktu istirahat bapak ibu, Assalamualaikum", Pamit pak Rt dan warga bersamaan.



" Waalaikum salam", Jawab Dewi dan Hanan.



Hanan terdiam setelah semua warga bubar, begitupun dengan Dewi iapun hanya diam tak berkutik.



" Aku pulang ya mas", Ucap Dewi.



Hanan hanya diam dalam tidak ikhlas jika Dewi pulang nanti jika butuh sesuatu dia tidak bisa melakukan sendiri.



" Jangan pulang!, disini saja", Ucap Hanan kemudian.



" Tapi mas .....!", Ucap Dewi terpotong ragu.



" Apa kata warga nanti jika kamu malah pulang", Ucap Hanan.



" Justru karena warga aku harus pulang mas, kita bukan muhrim, memang sebaiknya kita tidak berada di satu kamar begini, kita bisa bohong tapi hati kita tidak bisa dibohongin", Jawab Dewi tanpa menoleh kearah Hanan.



" Kita menikah lagi!".



Bersambung.....


__ADS_1


Terima kasih yang masih setia dan sabar menanti


Terima kasih like dan komennya, semua saya baca dan saya like, mohon tetap sabar karena masih di luar kota 🙏


__ADS_2