JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Bogem dari Yudi


__ADS_3

Harap sabar ya... dipart ini masih tentang Hanan.....


Ketemu Yasmin di part berikutnya... besok ya🙏🙏🙏




" Oh ya, syukur kalau begitu.... Bagus!!!, itu harapan seorang kakek pada cucunya mas, apa lagi kakek ini anaknya perempuan, dibuang sama suaminya ditukar yang baru, cucu cucu tak dinafkahi, kecewa bapak! Dibuang begitu saja putri bapak, tak dipulangkan selayaknya, apa kesalahan Yasmin hingga kamu begitu merendahkannya?", Suara pak Yasman tercekat , menahan air mata yang sudah menggenag.



" Pak sabar pak...", Bu Hasanah buru buru mendekati suaminya yang nampak mulai tak bisa menahan emosinya, padahal sedari tadi beliau hanya mendengarkan dari balik tembok, tak mau bergabung dengan suami dan menantunya takut emosinya tak bisa dikendalikan.



" Maafkan saya bapak, Mas malu untuk bertemu dengan bapak dan ibu, sangat malu, mas tidak ada sedikitpun niatan untuk menceraikan Yasmin pak, hanya saja emosi sesaat yang membuat saya hilaf, maaf!", Hanan tertunduk tidak berani menatap mertuanya saat bicara, rasa bersalah.



" Iya, bapak tahu Yasmin tak sempurna, Yasmin banyak kekurangannya, tapi bapak kira mas masih ingat saat hendak meminta Yasmin, bukankah keluarga mas bicara baik baik namun kok begini akhirnya perlakuan mas pada Yasmin, bapak minta maaf atas nama Yasmin jika selama menikah dan menjadi istri mas, Yasmin banyak melakukan kesalahan", Bapak berucap dengan nada tegar, meskipun hatinya sakit, namun bu Hasanan brliau sudah berderai air mata.



" Maaf pak, maaf.... Yasmin adalah istri yang baik, sangat baik pak, idaman para kaum adam bapak.... saya yang salah, saya khilaf pak", Hanan bersimpuh didekat kaki bapak Yasman dengan terisak.



"Bangun mas, tidak perlu bersujud dikaki bapak, kamu tidak punya salah sepenuhnya sama bapak, kesalahan kamu sama Yasmin dan anak anak kamu, karena kesalahan itu Yasmin dan anak anak meninggalkan kami, mereka pergi jauh dan tidak memberitahukan pada kami, sekarang kamu bisa hidup damai dengan istri baru mu, lanjutkan hidup mu mas, jangan ganggu Yasmin dan anak anak!!!", Bu Hasanah menarik lengan Hanan untuk berdiri.



" Ibu... hiks hiks... ibu.... maafkan Hanan ibu, bapak.... maaf", Hanan tetap bersimpuh dikaki pak Yasman dengan tergugu.



" Oh rupanya ada tamu jauh... mau apa kesini? Mau menyerahkan nyawa rupanya.... Bugghhh", Yudi yang dengar kabar jika Hanan bertandang kerumah orang tuanya langsung datang dan langsung menarik lengan Hanan untuk berdiri dan melayanglah satu bogem ke rahan Hanan.


__ADS_1


" Yud... Yudii... Hiks... Sudah nak, sudah!!!", Bu Hasanah langsung merangkul pinggang anak sulungnya itu dengan terisak.



Sementara pak Yasman menarik lengan Hanan dan mendudukannya di sofa lagi.



" Sudah, tidak perlu pakai kekerasan Yud, adikmu tidak mau hal seperti ini, mau seburuk apapun Hanan adalah bapak dari cucu cucu kami, tidak baik menyesaikan masalah dengan kekerasan, lagi pula masalah ini sudah selesai, adikmu sudah hidup tentram dan tenang, sudah... bu ambilkan obat merah bu", Pak Yasman kemudian mengajak Yudi untuk duduk.



" Maaf pak, Yudi kelewat emosi... tapi itu tidak seberapa dibandingkan rasa kecewa kami, beruntung nasibmu hanya kena ujung jariku", Ucap Yudi dengan sorot mata tajam penuh kemarahan pada Hanan.



" Maafkan saya kak, maaf!", Hanya kata itu yang Hanan ucapkan lagi dan lagi, rahangnya lebam dan bengkak, bu Hasanah meneteskan obat merah, diiringi ringisan oleh Hanan.



" Kamu seenaknya sekali memperlakukan Yasmin dan ponakanku, seakan mereka tiada punya perasaan, kamu tidak berfikir tentang mereka sedikitpun.... Jangan sampai kamu baru sadar setelah keponakanku tidak mau mengenalmu lagi, jika hal itu sampai terjadi bersiaplah untuk menangis darah penyesalan!", Ucap Yudi penuh penekanan.




" Untuk itu makanya saya kesini untuk meminta maaf dengan bapak, ibu serta mas Yudi, maafkan saya... Saya juga ingin tahu keberadaan Yasmin serta anak anak", Hanan kali ini bicara penuh permohonan.



" Untuk apa? Hah!!! Untuk apa bertanya tentang keberadaan mereka? Untuk kamu sakiti, kamu abaikan? Atau kamu pamerin keluarga baru mu??? Tidak usah, mereka tidak butuh dirimu, mereka sudah bahagia, anak anak tidak butuh bapak sepertimu!!!", Ucap Yudi dengan nada yang masih keras, rasanya satu bogeman belum cukup, untuk hadiah mantan adik ipar seperti Hanan.



" Mas, kasihan sama ibumu yang telah melahirkan anak seperti mu, mereka orang baik tetapi nasibnya malang, punya anak disekolahkan tinggi tapi punya mental pecundang!!!", Rupanya Yudi memang masih sangat geram dengan Hanan sehingga mencoba menjatuhkan mental Hanan dengan kata kata sarkas terus terusan.



" Yuudd...", Ibu sedikit menaikkan nada bicaranya untuk mengingatkan putranya.

__ADS_1



" Jangan bawa bawa orang tuanya, mereka orang yang penuh kasih serta bertanggungjawab, Hanan seperti itu bisa jadi karena Yasmin punya andil juga... Sudahlah, bapak hanya berharap Yasmin bisa bangkit untuk meraih kebahagiaannya bersama anak anak, kamupun begitu Hanan, ini sudah jalan yang kamu pilih, jodoh yang sekarang pun murni pilihanmu, jaga dan lindungi, jadilah imam dalam keluarga barumu yang lebih bijak lagi.... Cerai tidak dilarang, poligami juga diperbolehkan, tetapi semua itu ada aturannya, hukun hukumnya, ada pelajaran, ambilah ibrohnya dari setiap peristiwa hidupmu Nan... Bapak sudah tidak marah, mungkin takdir jodoh kalian hanya sampai disini, kita ikhlas ya bu, (menoleh kearah bu Hasanah), meski berat tetap harus berusaha untuk ikhlas, biar Yasmin juga bisa menemukan pengganti dirimu Nan, jika kamu sudah bahagia dengan keluarga baru mu, bapak juga berharap Yasmin akan menemukan kebahagiaannya suatu hari nanti", Ungkapan bijak dari pak Yasman ini membuat Hanan kali ini benar benar sedih, setiap nama Yasmin disebut diulu hati Hanan terasa sangat ngilu, diapun teringat akan anak anaknya, yang kini pasti tidak akan bisa bertemu lagi, apalagi pihak keluarga Yasmin merahasiakan keberadaan mereka.



" Dimana mereka sekarang pak?", Tanya Hanan, berharap pak Yadman atau salah satu dari keluarga ini mau memberitahu, kali ini akan sedikit trenyuh sehingga mau membagi informasi keberadaan Yasmin.



" Untuk apa masih ngeyel mencarinya, mau memberikan tunjangan pada anak anak? Sini saja, dititipkan padaku, nanti mas yang akan kirim pada anak anak", Suara Yudi masih meninggi, rupanya Yudi memang masih geregetan dengan Hanan.



" Iya, jujur saya selama ini mengabaikan tanggung jawab saya kepada anak anak jarena istri saya baru saja kecelakaan", Lirih Hanan, sedikit berterus terang.



Yudi yang mendengar ucapan Hanan, langsung tersenyum miring, " masih hidup kan istrinya?", Tanya Yudi sarkas.



Hanan mendongak kaget mendengar ucapan mantan kakak iparnya.



" Syukurlah, mas kira dalam waktu singkat kamu langsung menjadi duda yang kedua kali, tenang masih ada kesempatan dua kali lagi, tidak usah sewot gitu", Yudi kali ini kembali tersenyum lebar yang terkesan meremehkan.



Bersambung.....



Haiii..... Gais readers ku...... Aku tuh sering lho up sehari tiga kali... dan dua kali di novel ini... semenjak fokus satu novel ini, jadi tidak terbagi waktu dengan yang lain... itu semua tak lepas dari semangat yang kalian berikan... 🤗🤗🤗



Terima kasih ya, salam sehat dan bahagia selalu.... 😘🙏

__ADS_1


__ADS_2