
" Bun.... Nanti pulang ngajar usahakan bobok siang ya.... Ayah jemput jam sehabis ashar", Ucap dokter Yusuf saat mau berangkat kerja, mereka telah membuat janji untuk kedokter kandungan.
" Bunda ngajar sampai jam dua yah", Jawab Yasmin.
" Lho kok gitu, kan sesuai kesepakatan kita Ayah ijinin ngajar hanya sampai maksimal jam satu?", Dokter Yusuf tidak terima jika Yasmin pulang terlambat demi calon buah hati mereka Yasmin tidak boleh lelah.
" Bukan, maksudnya bunda ngajar iya sampai jam satu tetapi ada rapat guru dari jam satu sampai jam dua bisa lebih", Jawab Yasmin.
" Harus ikut rapat, Wajib?", Tanya Hanan.
" Hemmm.... ", Yasmin bingung mau jawab bagaimana, masalahnya mau dijawab, tidak!, tidak enak dengan rekan sesama guru, mau di jawab wajib, sebetulnya tidak wajib banget.
" Nanti bunda kabari saja, jika bisa bunda buat alasan supaya pulang cepet ya bunda langsung pulang, namun jika tidak bisa ya, bunda mohon ridhonya ayah ya, supaya mengikhlaskan bunda ikut rapat", Ucap Yasmin.
Dokter Yusuf langsung mengecup kening Yasmin lama seraya mengusap punggungnya lembut.
" Ayah itu selalu memberi ridho atas pekerjaan bunda, ayah salut sama bunda yang dengan sabar menularkan ilmu bunda... Ayah tahu bun, mungkin itulah yang dinamakan amal jariah itu, yakni ilmu yang bermanfaat yang diamalkan hingga turun temurun, Ayah ridho sangat ridho dengan semua pekerjaan bunda, maaf jika ayah terlalu khawatir dengan si mungil yang menggantungkan hidupnya sama bunda", Ucap dokter Yusuf pelan.
" Iya Ayah.... Terima kasih suami ku", Yasmin pun mengecup pipi dokter Yusuf sekilas.
" Mana ada ucapan terima kasih begitu, itu ucapan orang yang tidak ikhlas", Dokter Yusuf tidak terima hanya dicium sekilas oleh Yasmin.
" Terima kasiiihhh suamikuuu", Yasmin malah cuma memanjunkan bibirnya seraya mrnempelkan tangannya isyarat sun jauh.
" Sini", Dokter Yusuf menyuruh Yasmin mendekat.
" Huh! Mau apa?", Tanya Yasmin yang curiga pada suaminya.
" Sinii", Dokter Yusuf sedikit memaksa.
" Aahhhh.....Mas curang!!", Gerutu Yasmin yang langsung disosor bibirnya oleh dokter Yusuf.
" Gemesss!!", Jawabnya seraya mendekap istrinya dan mengelap bibir Yamin dengan ibu jarinya.
" Ayo ah, kota lihat anak anak sudah diap berangkat sekolah atau belum keburu siang", Ucap Yasmin dan merekapun bergandengan keluar kamar mereka.
" Pagi ayah bunda...", Sapa Aya yang dikuti oleh Awa dan Husain.
" Pagi sayang..... Ayo sarapan keburu siang nih, entar telat", Ajak dokter Yusuf.
" Ayah minggu besok kita piknik ya, besok kan kakak pulang jadi kita bisa bersama sama", Ucap Awa.
" Boleh, kemana pingin kalian?", Tanya Ayah.
" Hemmm.... kepantai boleh enggak yah soalnya bunda kan sedang hamil?", Tanya Awa pelan takut pantangan untuk orang hamil jika main dipantai.
" Sip, boleh kita nginep di home stay dipinggir pantai ", Ucap dokter Yusuf setuju dan ketiga anaknya pun girang bukan main.
" Terima kasih ayah", Ucap mereka penuh bahagia.
" Tapi nanti sore ayah sama bunda mau periksa kandungan bunda dulu, jika dokter kandungan belum ngijinin makan diundur sampai kita dapat ijin, mohon bersabar ya", Ucap dokter Yusuf.
" Yaahhhh..... kirain beneran tetnyata ayah jahil kita di php in", Ucap Awa dengan bibir manyun, kesal.
__ADS_1
" Eiutttsss.... kalian harus berdoa supaya dokternya baik hati dan mengijinkan bunda boleh piknik besok, bagaimana?", Dokter Yusufpun akhirnya harus menenangkan anak anaknya yang terlihat kecewa.
" Yah.... ", Awa memberengut.
" Bunda sehat dan bunda tidak punya krluhan apapun tentang calon adik kalian, semoga nanti hasil pemeriksaannya bunda srhat dan boleh piknik.... Kalian jangan kecewa dulu, mending berdoa supaya besok kita bisa piknik dengan lancar, iya kan??", Yasmin menyemangati anak anaknya agar pagi ini mereka semanggat.
" Oke, seperti biasa kita berangkat bareng", Jawab Dokter Yusuf ketika srmua sudah selesai sarapan.
" Baik ayah", Mereka siap untuk berangkat.
" Husain pulangnya jam berapa?", Tanya Ayah.
" Hari ini kami semua pulang jam satu gurunya mau rapat Yah", Jawab Husain.
" Oke, jagain adik adiknya kalian nanti pulang bareng, bertiga naik taksi saja, oke... ongkosnya sama bunda, nah buat bunda nanti jika selesai rapat hubungi ayah, ayah jemput ", Dokter Yusuf memberikan pesan.
" Iya ayah", Jawab Hussin. Meskipun anak lelaki tapi kedua anak Yasmin merasa nyaman dengan ayah tiri mereka, seperti tak berjarak, karena dokter Yusuf mengajak berbicara dan berdiskusi bersama, dokter Yusuf juga sangat bersyukur bisa memiliki mereka berdua, bangga sudah punya anak remaja, rasanya senang dan seperti punya patnert di rumah yang bisa diajak bercanda ala laki laki.
" Ayah Assalamualaikum....", ketiga anaknya turun dari mobil setelah salaman dan cium tangan dokter Yusuf.
Sementara Yasmin masih di mobil, sudah bisa jika anak anak sudah turun barulah Yasmin cipika cipiki dulu dengan suaminya.
" Hati hati ya cintanya dokter Yusuf... jangan ngelirik pak guru Rizal ",Ucap dokter Yusuf membuat Yasmin terkekeh, pak Rizal adalah guru baru di sekolah yang sangat tampan sehingga kedua anak gadisnya sering membicarakannya di rumah.
" Pak Rizal masih bocah mas, lihat iya, menyapa juga, kan rekan kerja, tidak mungkin jika diam saja kan... ga usah cemburu, sudah bukan waktunya, anak kita sudah lima, perutku juga buncit, usiaku juga sudah tua... tapi yang harus mas tahu... suamiku itu sangat tampan lebih tampan dari pak Rizal ", Ucap Yasmin terkekeh sambil menoel hidung suaminya.
" Nah iya, setuju suami mu ini paling tampan memang!!", Ucap dokter Yusup Narsis.
" Hemmm..... Mulai ganjen... tebar pesona, awas pulang bawa suster tak kebiri pakai gunting rumput", Yasmin melotot horor pada dokter Yusuf.
" Udah disini saja, Terima kasih cintaku", Bisik Yasmin sambil mencium punggung tangan suaminya.
" Hati hati.... Waalaikum salam", Dokter Yusuf melihat Yasmin sampai masuk ruangan barulah dia melajukan mobilnya.
" Mas, maaf aku baru sempat jenguk lagi, kebetulan lagi banyak orderan, tidak enak jika di tinggal nanti selesainya lama", Ujar Dewi ketika baru sampai ruang inab Hanan.
" Tidak masalah, terima kasih sudah mau repot repot mengurus aku", Ucap Hanan.
" Sudah tidak diinfus?", Tanya Dewi.
" Iya sudah tidak perlu, besok juga sudah diperbolehkan pulang kok", Jawab Hanan.
__ADS_1
" Syukurlah, apa kata dokter?", Dewi penuh perhatian.
" Ya harus beli kursi roda, atau sewa di rumah sakit ini juga menyediakan sewa, jadi setelah sembuh bisa dikembalikan lagi", Ucap Hanan.
" Sudah beli atau sewa?", TANYA Dewi.
" Sudah, sewa saja", Jawab Hanan.
" Syukurlah kekas sembuh pak", Ujar Dewi.
" Iya makasih".
" Udah ketemu yang bikin celaka begini?", Tanya Dewi.
Bersambung,.......
Terima kasih @Hasnah Wati🙏
***Banyak yang bertanya sudah beberapa kali bahkan*** ....
" \*\*Kenapa kok tulisannya buram??? ",;Readers.
" Kok tulisannya ngambang, tidak jelas bikin sakit mata?!", Readers.
" Thor... duuh kok buram terus sih? Kok buram lagi?? dan laen laen...
" JUJUR AUTHOR ENGGAK TAHU, BISA @NOVELTOON, JELASIN KAH DISINI... KENAPA SEPERTI ITU???
__ADS_1
BAHKAN DI MENULIS SUDAH HUJAU TETAPI DI RAK BUKU BELUM NONGGOL/UP, ITU KENAPA? DARI NOVELTOONNYA YANG MEMANG LOlA ATAU BAgAIMANA\*\*??