JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Berhutang


__ADS_3

Hanan terduduk lemas, dokter menyatakan jika Zea mengalami patah kaki dan beberapa luka lainnya, serta benturan di kepala.


Sementara Dewi bonyok disana sini, biru, lebam dan ada beberapa giginya juga tanggal serta ada kulit kepala yang terkelupas meskipun tidak fatal tetapi itu lumayan lebar, dan juga dimata Dewi juga ada pendarahan, tepatnya mata bagian kanan, serta koyak di bawah mata.


" Dengan orang tua pasien?", Tanya dokter yang baru keluar dari ruang pemeriksaan untuk Zea.


" Iya dok", Jawab Hanan.


" Begini pak, putri anda mengalami patah kaki, harus segera diperasi, untuk pasang pen, oleh karena itu bapak harus urus dulu administrasinya, agar secepatnya putri bapak dapat jadwal operasinya", Terang dokter.


" Iya dok, terima kasih", Hanan bingung tak tahu lagi, hanya bisa menjawab iya, iya.


Kejadian ini benar benar membuat hati Hanan kacau, selain harus menyediakan uang yang banyak, juga harus menetima kenyataan jika Zea, bocah kecil itu akan butuh perhatian cukup lama mengenai kondisinya yang patah tulang kaki.


Dewi sudah tidak ada simpanan, perhiasannya sudah habis untuk bayar tagihan hutang, belum bisa nabung dan brli perhiasaan lagi.


Motor punya Dewi pun di bawa kekantor polisi, yang menabrak pun sama orang susah tak punya uang banyak.


" Aku harus cari uang dari mana? Duh Gusti... ", Hanan mengelus dada dan terkulai bersandar tembok lorong rumah sakit.


Kfluarga Dewi oun pada berdatangan akhirnya untuk melihat kondisi Dewi dan Zea.


Akhirnya Hanan bicara pada saudara saudara Dewi meskipun sedikit malu namun apa boleh buat, ini butuh uang banyak tidak mungkin ada meskipun menggadaikan motornya juga bahkan dijual sekalipun.


" Saya mohon bantuan dari saudara semua, terus terang untuk operasi Zea saya tidak ada duit", Ucap Hanan malu malu sangat butuh duit besar.


" Kami akan bantu cuma cuma tetapi kami juga bukan orang berduit, jadinya kami akan pinjami uang tetapi nanti harus di bayar, bantuan ini tidak gratisan, mohon maaf kami juga belum bisa bantu sepenuhnya", Jawab Doni kakaknya Dewi mewakili saudara Dewi yang lainnya.


" Terima kasih, saya juga mohon maaf karena harus merepotkan semua saudara istri saya, seharus saya yang bertanggung jawab penuh hanya saja juga tidak mampu jika sebanya ini", Jawab Hanan.


Setelah mengurus administrasi Zeapun akhirnya dioperasi dan Dewi sudah di rawat inap, sedang motor Dewi di tebus pihat yang menabrak, kondisinya lumayan parah sehingga butuh duit lagi untuk memperbaiki.

__ADS_1


Buah dan segala camilan yang akan dibawa untuk Aya akhirnya Hanan bawa ke rumah sakit untuk Zea dan sebagiandi dimpan kulkas untk Zidan.


Sudah dua hari Hanan betada di rumah sakit, menunggui Dewi dan Zea. Setelah ini masih harus keluar usng lagi untuk biaya gigi Dewi yang tanggal, belum lagi mikirin cicilan hutang.


Dewi di rawat satu minggu begitupun dengan Zea, mereka sudah boleh pulang, Deei sudah bisa sedikit aktifitas tidak perlu bantuan lagi untuk ke air atau makan.


Tetapi belum bisa aktifitas kerja, hanya diam dan betbaring saja, kepalanya juga masih diperban, beberapa lukanya juga belum pada kering.


Hingga Hanan terpaksa melakukan semua pekerjaan rumah, untungnya masih libur sekolah.


Hanan dari pagi berkutan didapur, memasak sambil menggiling baju, menyapu juga mengepel sekenanya, bahkan haris menggosok kamar mandi juga, seminggu tidak di gosok biar tidak licin jika Dewi kekamar mandi, apa lagi Zea yang masih harus dibantu semuanya.


Tidak salah memang jika dimata Dewi, Haman itu suami yang sangat baik, perhatian dan mau mengerjakan segalanya, terbukti saat ini. Entah nanti jika Dewi sudah bisa tertawa dan melihat ada yang hilang dari penghuni mulut Dewi mungkin Hanan akan lari terbirit birit menjauh ataukah mendekat pada Dewi.


Kian hari Hanan terlalu sibuk memikirkan membayar cicilan, hidupnya terasa tidak tenang, terasa ada beban berat, bahaimana tidak seumur hidupnya dia terbiasa hidup pas, tidak pernah merasakan berhutang kali ini harus berhutang lumayan dan saudara Dewi membatasi waktu untuk melunasinya, jadi seandainya di cicil dengan gaji dan menyisakan tiga juta untuk makan, setahun pun belum tentu lunas.


Baru seminggu di rumah setelah pulang dari Rumah Sakit Hanan merasa jika lehernya kaku kaku, pegal dan linu, saat jslan minggu pagi di area pasar kaget ada stand yang menawarkan tensi dan cek darah untuk kolesterol dan sebagainya, Hanan pun mencoba mendekati dan mencoba untuk diukur tensimeter darahnya , alhasil tekanannya tinggi, yang biasa normal 110/90 kini menjadi 150/90.


" Berapa jika periksa kadar darah?", Tanya Hanan.


" Per satu periksa dua puluh ribu pak", jawab pemilik stand.


" Nanti saja lah, permisi ya", Jawab Hanan. Dalam hati berfikir jika ingin tahu kadar kolesterol, asam urat, HB, gula darah, wahhh bisa habis seratus ribu bersama tensi tadi, lain kali saja batin Hanan. Mesakke koe Nan😊




Sementara ditempat lain


__ADS_1


Yadmin dan ketiga anaknya sudah selesai liburan, Yadmin teringat saat kemarin berkunjung ke orang tua Hanan, yasmin masih memberikan bekal untuk bapak, ibu serta ponakannya, meskipun bapaknya menolak sangat tetapi Yasmin memaksa.



Dan merdka bicara berdua tanpa sepengetahuan ibunya, Yasmin pamit akan mencari kerja yang lebih baik untuk biaya sekolah ketiga anaknya, serta menitipkan sertipikat rumah pada bapak Harun, namun ditolaknya, dan malah menyarankan agar sertifikat rumah di titipkan di bapaknya Yasmin saja.



Pak Harun juga meminta maaf pada Yadmin atas perlakuan Hanan, dan verpesan agar tidak boleh menganggap mereka orang lain. Pak Harun masih ingin dianggap bapak, orang tua oleh Yasmin dan Yasmin setuju dengan rasa penuh haru.



Bahkan pak Harun menunjukkan salah satu bidang sawahnya untuk diwariskan langsung pada Hasan dan Husain sementara Haya nanti akan diberi ladang. Pak Harun berjanji akan membalik nama sebagian hartanya itu pada ketiga cucunya tetapi itu akan dimusyawarahkan dulu dengan kedua adik Hanan.



Yasmin menyerahkan semua pada mantan mertuanya jika itu tidak mau ambil pusing sebab bagi Yasmin itu sudah diluar haknya.



Yasmin pun sudah kembali ke rumah, dan mengemas barang barang milihnya untuk diangkut truk besok malam. Barang yang tidak di bawa Yasmin jual dan sebagian di berikan tetangga jika tetangga ada yang membutuhkan.



Yadmin bermaksud mengontrakkan rumah itu dengan dititip pada bu Nunik tetangganya yang baik hati, sudah seperti saudara.



Bahkan jika Aya kangen sama Hanan, bocah itu suka bergelayut manja pada Suami bu Nunik, karena srdari bayi Aya sering diasuh keluarga itu.


__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2