JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Doa restu


__ADS_3

" Kakek kangen kalian...... Ya Alloh! Kalian sudah pindah dari kota A terus sekarang kalian pindah kemana???", Tanya pak Harun memeluk cucunya satu persatu, matanya berkaca kaca, menahan haru sekaligus sedih yang luar biasa.


Keluarga anaknya telah hancur, dia telah kehilangan menantu kesayangannya gara gara hawa n*fsu putranya yang tidak bisa dikendalikan, hingga seperti ini, seperti hari ini Yasmin mengundangnya sekaligus minta doa restu karena hendak menikah kembali.


" Ya Alloh.... ", Sementara itu bu Ainun sudah menangis disisi Yasmin, sungguh Yasmin pun tidak tega harus melihat suasana seperti ini, melihat orang yang disayayangi seperti orang tua kandungnya menangis pilu, Yasmin mengusap punggung bu Ainun dengan sayang diapun ikut terisak.


" Kami berada di kota D pak, tidak usah cemas kami dalam keadaan yang jauh lebih baik, Alhamdulillah saya mendapat pekerjaan yang bosnya pengertian dan penyayang, jangan cemaskan kami", Ucap Yasmin sambil menyela air matanya.


" Tolong jika mas Hanan tidak bertanya tidak perlu bercerita pak, bu... saya tidak mau jika kabar mengenai kami akan merusak kebahagiannya, biarkan dia bahagia dengan keluarga barunya pak, saya sudah ikhlas begitu pun anak anak, mereka sudah mengikhlaskan bapaknya tanpa syarat", Ucap Yasmin dengan tersenyum tipis, ternyata mengingat Hanan tak merasa apapun dihatinya, rasa cinta, sayang, hormat, kangen, sakit hati, kecewa sudah sirna semua tidak ada yang tersisa. semuanya kembali biasa saja.


Bu Ainun masih terisak disana, antara senang dan sedih jadi satu menangunya kini akan jadi milik orang tua lain, pasti sudah tak seluasa dulu jika ingin bertemu Yasmin jika pulang, karrna itu bu Ainun berjanji akan mendiamkan Hanan tidak akan memberikan kabar apapun mengenai Yasmin dan anak anak mereka, biarkan saja Hanan tahu dengan sendirinya suatu hari nanti, batin bu Ainun, ada kemarahan untuk Hanan yang belum hilang sepenuhnya.


" Maafkan bapak kalian ya, kalian harus tetap sayang meskipun bapak sudah melukai hati kalian", Ucap bu Ainun pada ketiga cucunya.


" Iya nek, pasti", Jawab Hasan.


" Nenek sudah lama tidak menelpon bapak kalian, diapun juga sudah lama tidak menelpon kami, terakhir telpon katanya istri dan anak tirinya kecelakaan, anak tirinya yang perempuan kakinya patah, dan mungkin dia sibuk mengganti biaya berobat hingga lama tak mengabari", Ucap bu Ainun, berbicara jujur.


" Owh", Yasmin mengangguk, sementara anak anak hanya mendengarkan cerita nenek mereka.


" Diapun belum pernah kok mengenalkan istri barunya", Ujar pak Harun.


" Halah.... Ga usah, ibu cukup punya kalian", Bu Ainun menimpali ucapan pak Harun dengan nada sinis.


" Cantik! Iya kan anak anak?!", Yasmin minta dukungan pada anak anaknya tapi ketiga tak menanggapi.


" Halah..... Kata siapa?! Wong ibu lihat fotonya jebleh kok... ", Bu Ainun mencibirkan bibirnya, bicara dengan nada tidak suka.


" Lho, ibu sudah tahu?!", Tanya Yasmin.


" Dilihatin fotonya sama anak budhe mu, katanya di pesbuk ada, gendut terus bibirnya di listik merah", Lagi lagi bu Ainun mencibir, membuat ketiga anak Yasmin ketawa.


" Kayak artis ya nek?", Ujar Aya.


" Boro boro", Bu Ainun kembali mencebik, sepertinya rasa kecewanya sama Hanan memang begitu dalam hingga setiap membahas Dewi selalu sindiran ketus dan sinis yang keluar dari mulutnya.


" Besok bapak sama ibu datang ya, biar kenal sama calon bapak sambungnya anak anak, doakan saya sama ketiga cucu kalian ini, dan doakan juga supaya kami bisa hidup tentram", Ucap Yasmin dengan menahan isaknya. Jujur dia tidak tega untuk kesekian kalinya bilang minta doa kepada kedua orang tua ini, tapi mau bagaimanapun life mush go on toh? Mau senang, sedih, kecewa, marah sekalipun tidak ada yang bisa menghentikan takdirnya kehidupan, semua berjalan sesuai ketentuan-Nya.

__ADS_1


" Iya, kami akan usahakan nak", Jawab pak Harun.


" Kami pasti doakan yang terbaik untuk mu nak, jangan halangi anak anak untuk ketemu orang tua ini, meskipun bapaknya gemblung, kami tidak berubah tetap menyayangi kalian seperti dulu, tidak ada bekas anak mantu yang ada kamu masih tetap anak bapak ibu", Ucap bu Ainun mengusap lengan Yasmin lembut.


" Iya bu ", Yasmin memeluk mantan ibu mertuanya itu dengan erat.


Sementara setelah mereka berbincang pak Harun menunjukkan beberapa bagian tanah yang ia wariskan kelak pada cucu cucunya.


Yasmin menjadi sangat terharu atas kasih sayang mantan mertuanya itu pada ketiga anaknya.


Menjelang sore Yasmin pulang di jemput Yudi, mereka berbincang sebentar baru kemudian pulang, tadinya cucu cucu mau menginab tetapi karena besok acara jadi mereka menundanya lain kali.




Hanan kembali berkencan dengan bu Rosa, kali ini tidak dikolam renang melainkan ditempat kost Hanan dengan dalih mengantar sekolah anaknya.




Hananpun mengangguk, " Saya sudah cerai dengan istri saya bu, dia selingkuh, kemarin kasusnya ramai", Ucap Hanan bohong, karena ikrar cerai itu belum keluar dari mulutnya.



" Oh, bukan karena saya kan?", Ucap bu Rosa terkejut.



" Ya tidak lah, kita mana bisa dikatakan selingkuh, orang bapak ga pernah ngapa ngapain ibu kok!", Jawab Hanan membuat bu Rosa tersenyum simpul malu malu.



" Suami ibu sedang berada di rumah?", Tanya Hanan.


__ADS_1


" Tidak! Dia pergi kemarin ke surabaya, katanya sih seminggu", Jawab bu Rosa.



" Ibu yakin suami ibu setia? Kok pergi pergian terus!", Hanan seperti mrmpengaruhi bu Rosa dengan kata katanya.



" Aku pernah tanyakan hal itu padanya, tapi malah marah jadi aku tidak berani bertanya lagi", jawab bu Rosa.



" Tapi dalam hati ibu merasa curiga atau tidak pada suami?", Tanya Hanan, dia teringat dulu saat awal selingkuh, Yasmin seperti tidak tahu sama sekali dan itu membuat aksinya lancar jaya.



" Berusaha percaya saja, walau kemungkinan bapak mendua itu bisa saja, bapak pergi pergian, banyak uang dan banyak kolega, pasti akan banyak godaan", Jawab bu Rosa sendu.



" Jangan sedih, ada aku bu.... Jika ibu butuh curhat atau cerita saya bisa mendengar krluh kesah ibu", Hanan mendekati bu Rosa dan mengusap punggungnya.



Bu Rosa mengangguk dan tersenyum, " Bapak tidak rakut samasuami saya? Dia banyak mata mata lho!", Tanya bu Rosa.



" Saya bukan takut sama suami ibu, tapi saya takut suami ibu salah paham dan membuat saya kehilangan pekerjaan, jika bukan karena itu, sudah ku rebut ibu dari dia, saya sangat tertarik pada ibu, tapi saya sadar saya tak memiliki banyak uang seperti suami mu buk", Hanan bicara apa yang dia rasakan kali ini.



Bu Rosa hanya tersenyum, " Saya hanya menganggap bapak teman, tidak lebih... meskipun saya sembunyi sembunyi menemui bapak begini bukan karena saya ingin meninggalkan suami saya, tapi saya hanya butuh teman", Ucap bu Rosa.



Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2