
Hampir 2 jam dalam perjalanan, dan mereka sampai hai rumah ah Pak yasman sudah hampir jam 10 malam.
Haya, halwa, Yafi dan Yunus mereka Sudah terlelap dan ditidurkan di kamar rumah orang tua Yasmin.
" Bapak sudah ke sana?", tanya Yasmin kepada orang tuanya.
" Belum, Bapak nunggu kalian", jawab Pak yasman.
" jika ke sana sekarang anak-anak gimana ya jika menangis?", Yasmin sedikit ragu.
" ada Mbak Rah nduk, kita titipkan mereka dulu sama Mbak Rah, toh kita juga kesananya tidak lama-lama besok pagi kita ke sana lagi sebelum dimakamkan", ujar Bu Hasanah.
" Iya Bu baiklah", Yasmin setuju.
Dan mereka bersama-sama datang malam ini ke rumah bapak Harun, Hasan dan Husein pun ikut bersama mereka.
" Bapak", Yasmin menghambur ke pelukan Pak Harun, manisnya pecah di sana, mantan Ibu mertuanya kini telah tiada, orang yang begitu menyayangi dirinya.
" maafkan Ibu ya nduk", bocah Pak Harun dengan suara parau dan isaknya lirik.
" Iya Pak, bapak yang ikhlas ya, kita doakan sama-sama supaya Ibu diberi jalan yang terang dan di surga kan Amin", bisik Yasmin dengan terisak.
" Mas Hanan sudah tahu Pak?", tanya Yasmin.
" Sudah, malam ini dalam perjalanan", jawab Pak Harun.
Saat ini jenazah Bu Ainun sudah selesai dimandikan dan dikafani, Hasan pun ikut andil untuk pemulasaraan sang nenek tercinta.
Hasan juga memimpin salat jenazah hingga beberapa kali setiap ada pelayan yang datang dan ingin menshalatkan Hasan pun bertindak sebagai imam.
Hal tersebut sangat diperhatikan oleh Pak Harun yang membuat hatinya sangat bangga pada sang cucu.
__ADS_1
" Bu.... lihatlah cucumu yang mengurus mu, betapa dia terdidik sedemikian rupa sehingga dia bisa mengurus Mu dan mengantarkan doa doa terbaik untukmu, tunggu Bapak Bu, semoga Allah mengampuni segala dosa-dosanya dan menempatkanmu di surganya dan aku akan menyusulmu kelak suatu Hari nanti", Pak Harun terisak pilu di samping jasad sang istri tercinta.
" Kakek jangan tangisi nenek sebaiknya kita doakan yang terbaik untuk nenek, kakek harus ikhlas ya... nanti kakak harus sering-sering main ke rumah kami biar kakek tidak kesepian", Hasan membelai lembut punggung kakeknya menyalurkan kasih sayang untuk menguatkan sang kakek.
" Iya iya nak", jawab Pak Harun mengusap juga tangan cucunya.
" Kakek istirahat sudah malam... kami mau pulang dulu, ikhlasin ibu pak.... ini sudah yang terbaik..... saya pamit dulu ya, takutnya anak-anak nangis pak, Saya punya 2 balita di rumah jadi saya tidak bisa menginap di sini", gamis Yasmin pelan kepada bapak mertua nya seraya mengusap lembut punggung mertuanya itu.
" Bunda kakak mau tidur sini", ucap Hasan meminta izin pada Yasmin.
" Husein juga mau Bun, mau nemenin kakek".
" baiklah, Ayah Bunda pulang ke rumah kakek nenek ya", amit Yasmin kepada kedua putranya dan mereka berdua pun mengangguk.
" Assalamualaikum".
" waalaikumsalam", Jawab Hasan dan Husein.
" Besok pagi kami ke sini kembali untuk mengantarkan nenek kalian ke tempat peristirahatan terakhir", pamit dokter Yusuf kepada kedua putranya.
Sepanjang perjalanan pulang Yasmin terdiam hatinya pun sedih kehilangan mantan Ibu mertuanya yang sangat menyayanginya itu, ibu mertua yang begitu membanggakan dirinya menyayangi dirinya seperti ibu kandungnya sendiri, begitulah ikatan kuat antara Yasmin dan Bu Ainun.
" Udahlah nduk, ikhlasin! ini yang terbaik buat Bu Ainun, memang semenjak perpisahan kalian itu Bu Ainun menjadi sering sakit-sakitan bahkan beberapa bulan yang lalu dan sempat pergi menjenguk Hanan yang katanya habis kecelakaan, sepulang dari sana pun dia bertambah semakin sakit dari seringnya dia keluar masuk rumah sakit kembali dan ini mungkin sudah takdir yang terbaik untuknya", ujar bu Hasanah dengan suara lembut kepada Yasmin.
" Iya Bu", jawab Yasmin pasrah.
" Doakan Bunda, Bu Ainun orang baik insya Allah husnul khotimah", dokter Yusuf meraih tangan Yasmin dan menggenggamnya lembut untuk menguatkan hati Yasmin.
" Iya nduk, kita semua ini cuma menunggu antrian saja siapa yang lebih dulu kita tidak akan pernah tahu, siapapun nanti yang mendahului di antara kita sebaiknya kita selalu berdoa supaya Khusnul khotimah, dan yang ditinggal ikhlas, sabar itu saja", imbuh Pak yasman.
" Iya Pak", jawab Yasmin lembut.
__ADS_1
Dan mereka pun sampai rumah dari luar terdengar suara tangisan anak kecil. benar saja Yunus menangis kejer rupanya dia tidak mau minum memakai botol, sehingga saat diberikan botol susu bayi itu malah mengamuk menangis sejadi-jadinya.
Mbak Rah yang menjaga pun jadi kewalahan, sudah di gendong sudah diberikan botol minum tetap saja bayi itu menjerit seakan-akan hanya mau disentuh oleh bundanya saja.
" Waduh ayah.... si dedek menangis kejer", begitu membuka pintu mobil Yasmin langsung lari ngajir masuk ke dalam rumah ingin rasanya langsung memeluk sang putra.
" Cuci tangan dulu bunda", griya dokter Yusuf menyusul sang istri.
Dengan sigap Yasmin pun mengganti bajunya terlebih dahulu dengan baju tidur kemudian ke kamar mandi untuk mencuci tangan sebelum akhirnya menenangkan sang putra.
" Sudah lama ya Mbak nangisnya?", Yasmin melirik pada Mbak Rah yang terlihat berkeringat.
" Sudah Bu ada mungkin setengah jam lebih", jawab Mbak Rah.
" Oh pantes duh... sayangnya Bunda mau kamu sampai merah padam begini badanmu basah sama keringat, maafin bunda ya tadi terlalu lama ya ninggalin ya", Yasmin langsung mengambil alih baby Yunus dalam.
Bayi itu Mbak mendapat sihir langsung terdiam matanya yang sedikit sembab langsung melirik sang Bunda seraya tersenyum memperlihatkan gusinya belum ada gigi dengan sangat lucu dan menggemaskan.
Namun ekspresinya itu hanya sebentar karena bayi itu langsung dussel dussel ke arah ***** sang Bunda.
" Oh yang habis nangis, haus ya?", goda Yasmin pada sang bayi dengan gemas seraya membukakan kancing kimononya untuk mengeluarkan tabungan asinya.
Dokter Yusuf pun langsung menyusul dan melihat putranya itu, dia pun ikut gemas dan mengusap kepala sang putra yang sudah mendekat sesuatu yang sudah di rindukannya sedari tadi.
" Biar Ayah ganti bajunya Bun, basah oleh keringat", dokter Yusuf pun mengambil baju bersih baby Yunus dan Yasmin melepaskan pelan-pelan satu persatu baju putranya dengan tetap menyusu.
" Tisunya sekalian ayah keringatnya masih di lehernya sampai lengket", Ucap Yasmin.
Dokter Yusuf pun memberikan yang Yasmin minta dan juga membantu mengusap keringat putranya.
" Terima kasih Mbak Rah, udah jagain anak-anakku, Maaf ya si dedek bikin Mbak Rah panik dengan tangisannya yang super stereo", Yasmin terkekeh seraya memandang bakrah yang masih berada di ruangan itu.
__ADS_1
Mbak Rah kemudian pamit dan meninggalkan ruangan itu, sementara dokter Yusuf dan Yasmin kemudian pun istirahat dengan mendekap sang putra bungsu.
Bersambung......