
" Yank.... Bangun yuk, mandi terus subuh yuk", Bisik dokter Yusuf lembut pada Yasmin.
" Hah!", Yasmin terkejut, ternyata dia lupa jika sudah menikah kembali.
" Sayang.... kok lihat suami mu horor gitu, aku belum berubah jadi hantu lho! Bangun yuk,andi terus sholat jamaah", Dokter Yusup lembut mengusap kepala Yasmin, senyumnya mengembang mendapati pagi ini sudah ada istri disisinya tidur.
" Maaf mas, aku beneran kaget, lupa mas, kirain kok ada lelaki disini", Ucap Yasmin sambil memegangi dadanya akibat kaget jadi deg degan.
" Ayo!", Sekali lagi dokter Yusuf mengajak Yasmin bangun.
" Lha mas, aku belum pakai baju", Protes Yasmin ketika hendak turun tempat tidur.
" Ga usah pakai baju kita cuma mau ke kamar mandi, nih balut anduk saja jika malu", dokter Yusuf memberikan handuk untuk dipakai Yasmin.
" Terima kasih mas", Yasmin melilitkan handuk terusenuju kamar mandi diikuti oleh dokter Yusuf.
" Mandi bareng kita?", Tanya Yasmin, dokter Yusuf mengangguk dengan senyum jahilnya.
" Ga ada macam macam lho, aku cape mas.... Mas semalam lima kali mengempurku!", Sinis Yasmin.
" Tidak!.... cuma satu macam kok, tenanggg", Ucap dokter Yusuf sembari bergabung dengan yasmin dibawah shower untuk wudhu dan berdoa mandi besar, kemudian membasuh rambut kepala.
" Seperti dugaanku, mandi berdua ini pasti ada ritual tambahan", Ucap Yasmin.
Dokter Yusuf tergelak, " Namanya pengantin baru yank... rasanya ga ada puasnya", Jawab dokter Yusuf dengan terkekeh.
" Sudah yuk, nanti keburu siang, kita sarapan terus jemput anak anak untuk ke rumah orang tua mas kan?", Ujar Yasmin.
" Iya, cuma anak anak atau kakek nenek mau ikut juga?", Tanya dokter Yusuf.
" Sepertinya semua keluargaku ikut, mereka mau kenal dengan keluarga mas, kapan lagi jika tidak saat ini, besok lusa kita sudah krmbali, dan pasti kita sibuk dengan pekerjaan", Jawab Yasmin.
" Halwa biasanya memanggil mbahnya dengan sebutan Eyang, uti... Anak anak juga begitu saja ya gitu memanggil orang tua mas", Ujar dokter Yusuf.
" iya mas".
" Bun, Aku kok rasanya seneng banget gitu, dulu saat Halwa lahir aku merasa voba Halma punya kakak, pasti yang melindungi, eh ga tahunya brneran sama Alloh dikirim tiga kakak sekaligus dan yang lebih membuat aku bahagia itu karena dua kakak Halwa adalah laki laki dan usianya menginjak remaja, itu bikin aku sangat bersyukur banget, memiliki ketiga anak bunda di hidup mas itu anugerah bun, luar biasa, tiba tiba mas punya anak bujang dan itu... huh!!! Amazing... Mas bersyukur banget", Ucap dokter Yusuf dengan wajah yang memancarkan krbahagian penuh.
Yasmin menatap dokter Yusuf penuh haru, " Terima kasih mas, semoga mereka bisa menyayangi mas dan bisa membalas semua kebaikan mas dengan prestasi kebaikan, bisa menjaga nama baik mas dan bisa mengurus mas dimasa tua nanti, Aamiin ya Alloh", Ucap Yasmin tulus.
__ADS_1
" Aamiin ya Alloh", Ucap dokter Yusuf.
Yasmin memperhatikan suaminya ketika bercermin untuk merapikan rambutnya, memakai jam tangan, dimata Yasmin suaminya ini terlihat sangat tampan dan wangi dan yang membuat Yasmin mrnemukan dunia yang berbeda adalah difat humoris dokter Yusuf, dari sifatnya yang suka iseng dan humoris itu Yasmin bisa lepas dan terasa ringan menjalani kesehariannya.
Mereka sarapan di restoran hotel setelah membereskan barang bawaannya dan sekarang mereka sudah berada di toko kue untuk membeli beberapa kue untuk dibawa ke rumah orang tua dokter Yusuf.
Sepanjang perjalan dokter Yusuf menggenggam tangan Yasmin mesra,, bahkan saat turun dari mobil dokter Yusuf membantu memegang gamis Yasmin yang menjuntai, bukan hanya itu ia juga selalu meminta gelas bekas Yasmin jika mau minum dan jika makan diusahan berbagi jika pilihan mereka berbeda, maka dokter Yusuf akan menyuapi Yasmin menu pilihannya begitupun dia juga meminta Yasmin menyuapkan menu pilihan Yasmin.
" Assalamualaikum ", Sapa Yasmin dan dokter Yusuf saat memasuki halaman rumah orang tua Yasmin.
" Waalaikum salam Ayah Bunda....", Aya dan Awa langsung menghambur kepelukan mereka.
" Ya Alloh.... cuma fitinggal semalam ya kalian, kayak ditinggal setahun", Bu Hasanah hanya geleng geleng kepala. Namun begitu hatinya gembira melihat kedua cucu perempuannya itu begitu mrnyayangi Yadmin dan Yusuf.
" Bu ", Yasmin mencium punggung tangan ibunya begitupun dengan dokter Yusuf.
" Iya, masuk terus makan makan dulu atau mau minum", Bu Hasanah sudah menyiapkan beberapa menu dimeja makan.
" Kita sudah sarapan dihotel kok bu", Jawab Yasmin.
" Ya sudah, ibu mau menyiapkan bawaan kita kerumah besan", Jawab bu Hasanan.
" kurang tahu mas, mungkin seperti tradisi jika hendak berkunjung ke rumah besan kan biasa orang tua akan membawakan sesuatu, biarkan saja", ucap Yasmin, dokter yusuf mengangguk saja.
" Mas mau aku buatin kopi?", Tanya Yasmin.
" Boleh, Aku tunggu disana ya, mau ngobrol bersama bapak", Tunjuk dokter Yusuf pada ayahnya Yasmin yang sedang duduk di kursi bsmbu bersama Yudi.
" Ya, tunggu disana nsnti kopinya aku bawa kesana", Jawab Yasmin.
" Kalian sudah mandi belum? Siap siap kita mau ke rumah eyang", Ujar Yasmin pada keempat anaknya yang tengah asyik main game.
" Iya bun, koper kita di beresin sekalian ya bun?", Tanya Aya.
" Iya, kita besok balik ke kota langsung dari rumah eyang", Jawab Yasmin.
" Nenek ditingfalin lagi nih, kalian disini saja ya", ucdp bu Hasanah, rasanya sedih jika akan berpisah dengan keluarganya anak cucu mantu kesayangan.
" Bentar lagi liburan kok nek, nanti kita disini lama jika libur sekolah", Jawab Aya.
__ADS_1
" Bener ya... tapi nanti nenek juga mau main kok kerumah kalian yang ada dikota, nenek sama kakek mau tahu tempat tinggal kalian sambil main ke kota", Jawab Nenek tersenyum.
" Asyiikkk.... nanti nenek sama kakek tidur yang lama ya di rumah kita", Ucap Aya.
" Ya sudah cepetan mandi gih", Ucap nenek.
Hanan sedang menrlpon orang tuanya.
" Assalamualaikum bu", Sapa Hanan.
" Waalaikum salam Nan, apa kabar mu nak?", Tanya bu Ainun.
" Alhamdulillah baik bu, ibu dan bspak apa kabar?", Tanya Hanan.
" Kami juga sehat semua, gimana apa anak istrimu sehat dan sudah sembuh dari kecelakaan waktu itu?", Tanya bu Ainun lembut, begitulah seorang ibu meskipun tidak setuju dengan pilihan anaknya pada akhirnya hanya bisa menerima demi kebahagiaan anaknya.
Tampak Hanan disana menarik nafas dalam, tidak mungkin dia bercerita saat ini pada ibunya, rasanya malu, rumah tangga yang dibina bersama Dewi hanya seumur jagung dan sekarang sudah tidak mungkin dipertahankan.
" Iya bu, kami juga sehat, dan sudah sembuh baik Dewi maupun Zea, Zea sudah bisa kembali berjalan seperti biasa, tinggal bayarin hutangnya nih bu... he hee", Ucap Hanan mrncoba terkekeh untuk menutupi perasaanya saat ini, meskipun hatinya ngenes,
Bersambung.....
__ADS_1