JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Makan bersama


__ADS_3

" Tapi Ayahnya Halwa dan Halwa ingin ibu penggantinya itu bunda Yasmin bukan orang lain, dan tidak boleh ada penolakan, dilarang menolak atau membuat alasan yang tidak penting di sini cuma ada tiga pilihan satu oke, dua oke dan tiga oke saya bersrdia, titik!.


Yasmin yang mendengar ucapan dokter Yusup hanya tersenyum simpul.


" Maaf dok, telponnya nanti disambung lagi ya, maaf saya sudah harus kekelas dulu, Assalamualaikum", Yasmin menurup telpon tanpa menunggu jawaban dari dokter Yusuf, hatinya dag dig dug deg seerr.


Yusuf yang berada disebrang semakin lemas, tetapi niatnya sudah bulat jika dia akan berusaha untuk mendapatkan hati Yasmin, dulu saat gadis saja dia itu tidak mudah ditaklukan oleh lelaki, apalagi sekarang dengan luka dihati yang ditorehkan suaminya pastinya akan lebih sulit, tetapi dokter Yusuf harus meminta bantuan pada sang pemilik hati Yasmin yang hakiki.


" Duuhh.... mau bicara langsung ga berani, tapi lewat telpon pun lemas begini... duh, kali ini ya yang dinamakan puber kedua, hihiii... maaf ya bundanya Aya, aku bicaranya tidak romantis, habisnya susah banget mau ketemunya", Gumam dokter Yusuf yang masih memegang dadanya yang berdetak tak karuan.


" Bener apa ya, ini yang namanya puber kedua, asli deg degan... mau curhat dengan siapa nih, malu eung, teman teman sudah pada hampir punya cucu kok diriku masih sibuk mau nembak janda sih... haduuuhhh", Dokter Yusuf geleng geleng kepala dengan tertunduk dan kedua tangan yang memegangi kepalanya.


" Emang kudu curhatnya cuma sama pemilik hati, sudah deh, mau sama siapa lagi, entar malah masalah lagi!", Dokter Yusuf akhirnya memilih khusyuk berdoa dan mengadu krpada-Nya saja.


Hingga suatu hari saat menjemput Awa yang masih di rumah Yasmin, saat itu pukul lima sore, seperti biasa, tidak bertrmu Yasmin lagi, namun saat ini sedang ada Hasan dan dikter Yusuf akhirnya mendekati dan mengajak bicara dan berkrnalan dengan Hasan, serta bertanya mengenai Yasmin yang akhir akhir ini sering ambil jam tambahan.


Benar saat bicara dan mengobrol dengan Hasan anak itu langsung menanggapi dan seperti percaya saja bicara dengan orang yang baru dikenalnya.


" Oh jadi bunda ketja keras seperti ini untuk memenuhi kebuzuhan kalian bertiga?", Tanya dokter Yusuf.


" Iya dok, bapak saya dari pertama pisah tidak sekalipun membiayai kami, dan ya bunda yang harus peras keringat, maaf jika Awa disini sering hanya bersama Aya, tetapi bunda selalu menyempatkan untuk mengontrol makan setelah pulang sekolah kok pada Aya dan Awa, dan inshaAlloh di rumah ini aman", Hasan dengan bijak berbicara pada dokter yang baru dikenalnya itu.


" Kalau bunda punya suami lagi biar ada yang membantu untuk mencari uang, Hasan boleh tidak?", Tanya dokter Yusuf langsung menjurus.


Hasan tersenyum lebar, " Itu terserah bubda, aku sih boleh saja asal yang mau menua bersama, asal dokter tahu bunda saya adalah orang yang tidak banyak bicara meskipun dalam terjepit sekalipun, dia akan tahan sekuatnya untuk bertahan pada kondisi tersakit sekalipun, jadi..... Hasan berharap jika ada yang bersedia menikahi bunda, dia tidak akan membuat bunda dalam posisi seperti itu lagi, meskipun bunda kuat tetapi Hasan yang tidak Ridho", Jawab Hasan tertunduk, dia teringat kembali saat bundanya tidak pernah mengeluh saat disakiti bapaknya.


Dokter Yusuf terkejut dan mengangkat kepalanya, menatap Hasan tajam.

__ADS_1


" Apa yang Hasan rasakan saat bundamu bersama bapak dan srkarang tidak bersanya lagi?", Tanya dokter Yusuf kemudian.


" Saat masih bersama sama ya tentram, bahagialah, senang.... tetapi saat tidak ada bapak karena pada akhirnya bapak memilih pergi dengan keluarga barunya ....", Hasan menjeda kata katanya, kemudian mengangkat wajahnya untuk menghadap keatas dengan menarik nafas panjang, " Hasan benci dilahirkan menjadi lelaki, Hasan takut suatu hari kelak Hasan seperti bapak, karena jika iya yang sakit bukan hanya pasangan Hasan tetapi bunda juga akan terluka kembali, dan Hasan paling tidak bisa melihat bunda meneteskan air mata kesedihan dok!", Jawab Hasan, ternyata kegagalan kedua orang tuanya, sangat membekas di hati Hasan.


Dokter Yusup mengusap lembut punggung Hasan.


" Seharusnya orang tua itu panutan, contoh, figur, tempat kalian menimba ilmu sedari pertama kali lahir itu belajar, tetapi Hasan hanya hidup bersama bunda dan adik adik, contohlah kebaikan bundamu, jadilah figur kakak yang teladan, kamu harus tegar", Dokter kembali mengusap punggung Hasan.


" iya dok, terima kasih".


" Tapi ngomong ngomong boleh tidak jika aku mendekati bundamu?", Tanya dokter Yusuf kemudian to the point.


" Assalamualaikum ", Sapa Yasmin yang baru datang, dan dokter Yusuf pun gelagapan.


Yusuf gelagapan, takut Yasmin mendengar ucapan terakhirnya barusan.


" Waalaikum salam", Serentak yang di dalam rumah menjawab.


" Awa, sini sayang.... Kalian sudah pada makan belum?", Tanya Yasmin pada kedua gadis kecil itu, Yasmin merengkuh Awa dan bocah itupun tersenyum.


" Bunda cape ya?", Tanya Awa.


" Sedikit", Jawab Yasmin.


" Memang kenapa?", Yasmin.


" Mau nasi goreng buatan bunda, boleh ya?!", Awa sedikit memelas.

__ADS_1


" Awa, kan bunda cape! Beli saja ya, kita makan barenga semuanya", Sahut dokter Yusuf tidak enak putrinya merengek pada Yasmin.


" Tidak masalah dok, bentar Awa ya, bunda mau mandi dulu", Jawab Yasmin.


" Oke kita pesan saja ya, makan bareng di rumah saja", dokter Yusuf pun berniat memesan makanan on line.


" Ayahnya Awa, Aya mau bebek goreng".


" Boleh, siapa yang mau bebek goreng seperti Aya?", Tanya dokter Yusuf.


" Samain saja dok, semua bebek goreng", Jawab Hasan.


" Awa tetap mau nasi goreng buatan bunda", Awa keukeh.


" Oke, Bebek goreng lima, nasi lima, tahu goreng lima, ada yang suka pete?", Tanya dokter Yusuf.


" Tidak usah pesan nasi, nasi ada banyak di rumah dok, pete boleh Husain suka", Jawab Yasmin yang baru saja beres mandi dan langsung mengecek nasi yang ternyata masih utuh.


Sambil menunggu pesanan datang Yasmin memnyiapkan minuman, serta nasi goreng untuk Awa, Yasmin juga menyiapkan buah dantambahan lauk dan sayuran lalapnya.


" Lho, bunda masak juga to?", Tanya dokter Yusuf tak mau canggung lagi, dia harus mengakrabkan diri pada semua anak anak Yasmin dan yang paling penting pada Yasminnya yang masih sungkan dan malu malu jika dokter Yusuf berada di rumahnya.


" Tidak kok, cuma salad, jika ada yang suka".


Semua akhirnya ikut menyiapkan makan malam di meja makan, hingga pesanan merekapun datang.


" Terima kasih untuk makan malamnya", Ucap dokter Yusuf setelah selesai makan malam.

__ADS_1


Bersambung.....


Duhhh maaf ya... aq kok merasa dua hari ini g konsentrasi nulis ya... maaf ya jika kurang nyambung.... lagi sedikit sedih krn rankingnya turun... terima kasih yg sdh setia ya🙏🙏🙏🤗🤗🤗


__ADS_2