
Untuk part kesurupan diatas.... itu pengalaman suamiki saat menolong saudara... ada aku juga disitu... dan benar mengobati orang kesurupan itu harus pakai ilmu tidak sembarang orang bisa...
Yang kesurupan menghina asli😀 Suamiku komat kamit baca ayat kursi dll tp karna takut jadi gemetar dan ga ngaruh... malah dihina hina sama yang kesurupan, joget joget ga karuan... 😀
🌹🌹🌹
" Aya, mana? ada yang jemput Awa tidak?", Tanya Yasmin saat hendak mengantar putrinya pulang setelah bubar dari kelasnya.
" Sebentar bunda", Aya mencari cari mobil yang biasa menjemput Awa.
" Nah itu bunda, mobilnya ada, kita kesana dulu yuk", Aya menarik tangan Yasmin, berjalan menuntun bundanya.
Dokter Yusuf yang masih didalam mobil dan tengah menelpon seseorang pun tidak memperhatikan jika ada Aya yang mendekati mobilnya.
Tok
Tok
Tok
Aya mengetuk pintu mobil dokter Yusuf karena dari kejauhan terlihat sang dokter ada didalam tengah bicara ditelpon tetapi pas Aya sampai depan mobilnya nampak dokter itu sudah tidak lagi menelpon.
" Permisi dok", Sapa Aya ramah saat dokter Yusuf telah membuka kaca mobilnya.
" Eh, Aya, iya aya ada apa?", Dokter Yusuf brlum melihat Yasmin masih fokus pada Aya.
" Bunda aku mau ketemu dokter", Jawab Aya dengan senyum lebar.
" Oya! boleh silahkan... mana bunda mu?", Dokter Yusuf mengedarkan arah pandangnya dan membuka pintu mobil untuk keluar dengan wajah sumringah.
" Siang dok, Assalamualaikum", Sapa Yasmin ramah berjalan mendekati mobil Dokter Yusuf.
" Waalaikum salam bunda.... Kalau tidak salah sepertinya saya mengenal bunda?!", Tanya Dokter Yusuf sedikit ragu, lama tidak berjumpa tentu ada nuansa tak sama.
" Oh, saya baru Dok dikota ini dan saya sebelumnya belum parnah datang ke kota ini, mungkin dokter salah orang atau.... ", Yadmin juga mengamati dokter Yusuf dan mengingat sesuatu.
__ADS_1
" Temannya dokter Bryan, Dokter Yusuf Musa?", Yasmin pun sedikit mengkerutkan keningnya untuk mendapat kepastian kebenaran tentang ingatannya.
" Yupz... Betul sekali bunda Yasmin Sera", Jawab Dokter Yusuf dengan bibir tersenyum lrbar, rasanya ingin merengkuh ibu tiga anak yang kini berada dihadapannya ini.
" Lima belas tahun... iya... lima belas atau enam belas tahun... sempurna ingatan kita masih berguna", Kekeh dokter Yusuf.
Yasmin tergelak, " Apa kabar dok?", Tanya Yasmin ramah.
" Baik, aku kini seorang ayah dari satu putri, dan sudah duda", Dokter Yusufpun tertawa lebar setelah menjelaskan siapa dirinya yang sekarang.
" Bunda kenal sama dokter?", Tanya Aya.
" Eh, iya sayang.... Aya ini anak aku dok, anakku sudah tiga", Jawab Yasmin.
" Maaf dok, tadinya saya ingin menemui dokter karena mau mengucapkan terima kasih dan mohon maaf karena selama putri saya sakit saya tidak secara pribadi menemui dokter untuk menanyakan kondisi Aya saat itu, Terima kadih dok atas perhatiannya sama Aya selama sakit dsn bahkan sampai sudah sembuh, kemarin sampai memberika banyak sekali jajanan, sekali lagi Jazakumulloh kairon katsiron Dok", ucap Yadmin dengan sopan.
" Sama sama, tidak perlu berterima kasih secara khusus begini, itu semua sudah kewajiban saya sebagai dokter", Jawab Dokter Yusuf bijak.
" Dokter kok Awa belum keluar juga, biar saya lihat ke kelasnya ya", Ujar Aya yang merasa heran teman kecilnya itu kok belum muncul dihadapan mereka.
" Oh kok iya, boleh sayang... Hati hati ya", Jawab dokter Yusuf sambil melirik Yasmin soalnya dia sedang menyuruh anak orang dan ibunya sedang berada di hadapannya.
" Apa lo... mau ga bantuin mengerjakan PR itu, hah!!?", Suara bentakan dan suara anak menangis terisak, Aya mencoba mengintif dan melihat Awa menangis.
Dengan crkatan dia memanggil guru yang kebetulan melintas.
" Pak tolongin afik aku dikeroyok dikelas", Ucap Aya langsung menarik tangan pak guru yang melintas itu.
" Haiii... sedang apa kalian?", Suara guru mengagetkan anak anak yang srdang membuly Awa.
Aya dengan cepat menutup pintu kelas agar anak anak yang membuly Awa bisa dihafalnya.
" Buka!!! ", Teriak bocah gendut dengan suara keras pada Aya.
" Tidak!!! Pintu ini akan dibuka jika pak guru itu sudah mendata kalian", Jawab Aya.
__ADS_1
" Memang diapa kau, berani berani mengancam?", Teriak si gendut lebih keras lagi.
" Aku, Hayatul Husna, anak kelas tiga A, putri dari ibu Yasmin guru matematika di SMA sini juga, puas!", Bocah itu terfiam, dan guru yang tengah mrndiamkan Awapun melonggo atas pengakuan Aya tadi, karena guru itupun tak hafal dengan pasti murid murid ini.
" Betul yang dibilang, kalian duduk yang rapi, dan jangan keluar dari kelas karena bapak harus mendata kalian semua, bapak videoin jika kalian tidak jujur orang tua kalian akan mengetahuinya, silahkan bawa adiknya keluar nak", Ucap guru pada Aya, dan Ayapun langsung menuntun Awa keparkiran.
" Huaaa.... Ayah.... hiks huaaa", Awa langsung mrnghambur mendekap pinggang ayahnya.
" Lho kanapa?", Tanya Yasmin sedikit menunduk kearah Awa.
" Dibuly sama teman teman cowoknya yang nakal bunda", Jawab Aya.
" Hah!! Astaghfirulloh..... Sekarang dimana mereka? Tanya Yasmin.
" Sedang dikelas, kena marah sama pak Andre bunda, guru olah raga kak Husain, kalau tidak salah, Aya tidak hafal", jawab Aya.
" O ya, nanti biar bunda cari tahu, jangan menangis sayang... Sekarang sudah aman ya, besok bunda pastikan jika tidak akan ada yang berani membuat Awa menangis ya..", Ucap Yasmin lembut.
" Sudah cup... Tenang ya, besok tidak akan ada yang berani nakalin Awa, tenang ya". dokter Yusuf.
" Memang dibuly apa sih sampai sedih begini?", Tanya dokter Yusuf kembali.
" Suruh ngerjain pe er mereka dan dikatain anak piatu tidak punya ibu hiks hiks", Jawab Awa kembali menangis.
" Cup sayang ... sudah ya.... Setiap anak pasti punya ibu, hanya saja ibunya Awa sudah di syurga, kita juga semua bahkan yang hidup ini bakalan meninggal dan pergi ke syurga juga... tidak perlu sakit hati jika dibilang anak piatu atau anak yatim, kita harus kuat dan mendoakan orang tua kita yang sudah kembali ke syurga ya... oke!", Yasmin mengusap punggung Awa penuh kasih.
" Iya bunda ", Jawab Awa tersenyum dengan mata sembab.
" Sudah ya kita pulang, bunda ada kelas lagi nanti jam dua, mau ikut ke rumah kak Aya?", Tanya Yasmin menawarkan pada Awa.
" Boleh Ayah?", Tanya Awa pada ayahnya.
" Hemm.... Aya juga banyak pasien sayang... gimana ya?", Dokter Yusuf sebetulnya sungkan tetapi putrinya sedang butuh teman untuk menghilangkan kegalauan hatinya hari ini.
" Sudah biar sama Aya di rumah, ada bibi kok yang menemani mereka nanti, lagian saya hanya ada satu jam pelajaran, ayo!", Ucap Yasmin mematahkan keraguan yang tersirat di wajah dokter Yusuf.
__ADS_1
" Kalau begitu naik mobil aku saja sekalian kita cari makan siang", Jawab dokter Yusuf sumringah, meskipun dalam hatinya meragu jika nanti ketahuan suami Yasmin bisa salah paham.
Bersambung....