
Cerita ini mungkin ada disekitaran kita, bisa jadi teman, tetangga atau siapa saja teman kerja dan sebagainya....
Tapi sungguh cerita seperti ini banyak kita temui, hidup serba pas tapi si lelaki poligami... bukan karena lelaki nakal atau ingin dipuji teman... Tetapi karena tidak berpikir dulu, hanya menuruti hawa *****, tidak tahu jika seseorang yang punya ilmu agama yang kuat saja tidak akan bisa berbuat adil....
Dan akhirnya menjadi lemah tidak bisa memilih namun pada akhirnya menyakiti keduanya..
Terima kasih untuk kalian yang sudah komen dan like....
Semoga Alloh ganti dengan kesehatan, kebahagian serta pasangan yang baik dan setia Aamiin yra**.....
🌹🌹🌹🌹🌹
Hanan pun telah berganti baju dan merebahkan diri di tempat tidur.
" Bun, Terima kasih untuk makan malam yang begitu nikmat, semoga istriku ini selalu sehat dan bahagia serta dilancarkan rejekinya", Ujar Hanan.
Yasmin yang masih duduk di depan cerminpun menoleh dan tersenyum pada Hanan.
" Tidak perlu bilang makasih pak, karena rejeki itu bunda dapat atas ijin bapak yang sudah ikhlas pada bunda untuk bekerja", Jawab Yasmin santai.
" Gaji bunda besar ya di tempat itu?", Akhirnya tanpa malu malu Hananpun bertanya mengenai gaji sang istri.
" Bunda dari tempat bimbel di bayar per jam, per ngajar saja pak, tetapi Alhamdulillah banyak orang tua yang meminta waktu bunda mengajar diluar jam les, untuk putra putri mereka secara private, kebetulan tempat bimbel bunda tidak melarang jadi ya mungkin ini rekeki bunda".
__ADS_1
" Pasti banyak yang cocok sama cara bunda mengajar sehingga mereka masih butuh waktu tambahan untuk mendapatkan ilmu dari bunda", Jawab Hanan, jujur memang Hanan sendiri mengagumi kepandaian istrinya itu, baik dalam ilmu dan bahasa yang mudah dicerna anak anak terbukti dengan prestasi ketiga anaknya.
" Mungkin dengan cara begini Alloh bukakan pintu rejeki bunda pak, bunda mau belajar ikhlas dengan takdir ini", Ujar Yasmin lirih.
" Maafkan bapak bun, maaf.... jujur bapak menyesal tapi bapak sudah tidak bisa mundur... ", Ujar Hanan dengan nada memelas.
" Hemmm .... Sudahlah pak, mau bagaimanapun jadikan pelajaran hidup, bunda juga minta maaf, bunda sadar bunda tak sempurna, banyak kurangnya hingga bapak tertarik dan jatuh cinta pada wanita lain, mintalah maaf sama yang memberi hidup pak, bunda tidak tahu harus bilang apa? Wong nyatanya bunda sakit, sedih dan kecewa, butuh waktu lama untuk bisa menerima", Jawab Yasmin jujur.
Hanan bangun dari tidurnya dan merengkuh bahu Yasmin, bahu yang dirindukan sangat dirindukan beberapa hari ini, Hanan rindu aroma khas Yasmin, Hanan rindu tubuh langsing itu, Hanan terisak di bahu itu, bahu ringkih yang telah dia sakiti dan untuk beberapa bulan ini tak pernah ia rangkul lagi.
" Sudah malam tidurlah", Yasmin berusaha melepas tangan Hanan yang merangkulnya.
Yasmin menarik nafas begitu dalam, hatinya bergejolak, kalau di tanya perasaannya dengan Hanan, cinta Yasmin sudah memudar, perlahan tapi pasti cinta itu luntur sedikit demi sedikit.
Namun dekapan Hanan seakan membangkitkan rasa yang sedikit tersisa, mungkin karena ikatan pernikahan itu masih sehingga rasa rindu masih sedikit tersisa dihati Yasmin.
Berbulan bulan yang telah dilakui dengan menjadi istri yang dipoligami Yasmin mencoba untuk ikhlas, tapi nyatanya susah, sangat susah.
Egoiskah? Ya! Tapi apakah salah? Tidak! Tidak ada yang salah, karena masih ada pilihan untuk pisah, mungkin akan sakit juga, tetapi Yasmin akhirnya mencoba menerima dengan ikhlas, mencoba mendamaikan hatinya, bukan karena ingin pahala atau syurga, terlalu takut untuk mengharapkan itu, Yasmin rasa pahala dan Syurga bisa didapat dengan jalan kebajikan yang tidak menyakitkan, justru kenapa hadiahnya syurga karena bisa membuat orang lain bahagia, bukankah syurga itu indah? Jadi mendapatkannya pun dengan cara yang indah kan? Pikiran Yasmin seperti itu, bukan menolak apa yang sudah diperbolehkan Alloh, tetapi dipoligami? Yasmin tidak bisa ikhlas, lalu untuk apa jika malah membuat dosa? Itu pikiran Yasmin selama beberapa bulan ini.
Yasmin memejam matanya, merasakan sisa rindu yang masih ada, mengumpulkan untuk bisa utuh kembali, tapi nyata tak mudah.
Sementara Hanan terus mengharap istrinya mau disentuh olehnya, Hanan sangat rindu lebih dari sebelum sebelumnya pada Yasmin.
__ADS_1
Hananpun berusaha menyentuh istrinya, rindunya ingin ia salurkan, lama tak menyentuh Yasmin, Hanan merasakan berbeda, Hanan seperti jatuh cinta kembali pada istrinya ini, lalu kemarin memutuskan menikah lagi? Tidak ada cinta, tapi *****, ***** dan gairah untuk menjawab penasaran saja.
Seharusnya Hanan tidak terburu buru, harusnya dipikir dulu, jika hanya penasaran dengan rasa dari wujud yang tak sama, maka itu salah.
Wujud meskipun indah jika tidak dari hati tidak akan terngiang dan masuk dalam kenangan yang dalam.
Tapi rasa di itu dihati terdalam, meskipun telah tergantikan yang lebih seksi, indah dan muda, nyatanya cinta tak bisa terganti, cinta itu masalah perasaan terdalam tidak pernah bisa bohong. Hati tidak bisa bohong, cinta tak bisa ditukar dengan indahnya raga.
Yasmin meneteskan air mata, hari ini ia luluh dalam dekapan sang suami, dalam sisa cintanya yang berbalut sakit dan kecewa, mencoba untuk ikhlas.
Pagi harinya Yasmin sudah menyiapkan sarapan, membereskan rumah dan bersiap untuk kepasar karena hari ini jadwal Yasmin sore saja dan anak anak libur.
Hanan masih di rumah itu, mereka sarapan bersama ada rasa bahagia yang luar biasa di hati Hanan, istrinya sudah mau berdamai dengan keadaan.
Saat sarapan Yasmin tanpa sengaja melihat cincin kawin yang Hanan kenakan, nampak berbeda seperti bukan cicin kawin saat menikah dengan dirinya, yang ini lebih kecil dan memiliki bentuk yang sedikit berbeda. maklumlah perempuan memang kadang kadang sejeli itu, sangat peka dan teliti, apalagi Yasmin yang seorang ahli matematika kejeliannya jangan diragukan.
" itu cincin pernikahan bapak dengan istri muda yang bapak kenakan?", Pertanyaan Yasmin yang to the point tanpa tedeng aling aling alias saklek alias langsung pada rasa penasarannya membuat Hanan sedikit gelagapan dan salah tingkah, dengan sigap Hanan menjawab.
" Enggak, ini cincin kawin kita, bapak waktu nikah sama dia bapak tidak tukar cincin hanya dia yang pakai bapak tidak pakai, bapak tetap memakai cincin pernikahan kita", Hanan menunjukkan dua jari keatas tanda pis.
Hati Yasmin kembali kecewa, sakit dan lebih sakit lagi karena disaat mau belajar iklhas menerima malah yang didapatin adalah cincin kawin yang dikenakan Hanan bukan cincin yang sama dengannya, Hanan bohong.
Yasmin yakin cincin itu bukan cincin kawin dengannya, meskipun jawaban Hanan berusaha menyakinkannya.
__ADS_1
**Bersambung.....
#Hayoooo..... cincin kawinnya yang asli kemana Hanan**???