JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Curhatan teman


__ADS_3


Karena unggahan itu bahkan dokter Bryan pun ikut ikutan berkomentar😊.


Karena dokter Yusuf juga mengetag medsos istrinya juga sehingga orang terdekat Yasminpun ikut berkomentar.


" Hemmm..... pingin😢 Bahagia terus bro", Tulis dokter Bryan di komenannya.


" Doa terbaik untuk kalian", Yudi pun ikut memberikan komentarnya.


" Kangen sampean jeng🤗", Bu ida.


" Jeng apa kabar?", Bu Nunik.


Dan masih banyak lagi dari teman teman dokter Yusuf, ada yang terkejut karena baru tahu jika sahabat mereka baru menikah lagi, ada yang penasaran dengan wajah istri dokter Yusuf seperti readers😊✌️.


Sebagian ada yang dibalas sebagian hanya dibaca saja.


" Bun.... Teman teman aku banya yang mau tahu wajah bunda", Ucap dokter Yusuf.


" Ga usah, biarkan saja, jika datang ke rumah atau bertemu baru mereka bisa lihat, jika di media sosial tidak perlu, soalnya banyak heatersku Yah", Jawab Yasmin.


" Yak, siap cintaku", Dokter Yusuf mengusek usek perut Yasmin.




" Gus, waktu aku kecelakaan kamu lihat ponsel ku ga?", Tanya Hanan saat fijenguk pak Bagus.



" Tidak, waktu saya datang bapak sudah dalam keadaan dipindahkan ke pinggir oleh warga yang menolong, saya berhenti karena merasa kenal dengan nopol bapak, penasaran terus berhenti ternyata benar, ga kepikiran apapun langsung panggil ambulan", Jawab pak Bagus jujur.



" Oh, ya sudah.... mungkin hilang, diponsel itu ada nomer anak anakku Gus, dan juga ibu mereka, jika begini entahlah mungkin saya harus benar benar sembuh baru bisa mencari informasi tentang mereka, mungkin saya harus fokus dulu untuk bisa kembali sehat baru mencari keberadaan mereka", Ucap Hanan pasrah.



" Lho, bu Dewi bukannya istri bapak?", Tanya Bagus yang memang belum mrngenal Hanan secara detail.

__ADS_1



" Iya, mantan istri kedua ku, dengannya aku tidak punya anak Gus, tetapi dengan istri pertamaku aku punya tiga, dua orang putra dan satu putri, mereka anak anak yang luar biasa, cerdas dan shalih seperti ibunya Gus ", Ujar Hanan syarat akan penyesalan.



" Mereka dimana pak sekarang?", Tanya Bagus penasaran.



" Entahlah Gus, hiks hiks... Aku poligami dia Gus, Aku pikir dia menerima karena saat aku ijin dan bicara ketika hendak menikahi Dewi dia hanya diam dan aku lihat air matanya mengalir, aku pikir ah biarlah nanti pasti dia bisa menerima dan akan terbiasa.... Tapi aku salah Gus.... Aku egois Gus, ternyata diamnya dia adalah sebuah luka yang luar biasa tapi dia berusaha untuk tegar dan menerima... hiks hiks", Hanan tergugu pilu hingga Bagus akhirnya membantu mengusap air mata serta ingusnya.



" Lalu?", Tanya Bagus.



" Aku tahu dia berusaha untuk berdamai dengan keadaan, berusaha menerima dengan tegar..... Tapi aku bodoh Gus, Aku ceraikan dia didepan Dewi istri keduaku, dia tidak marah ataupun protes sedikitpun tapi aku melihat dia menangis Gus, dan saat itu aku pikir hanya butuh waktu saja untuk dia bisa menetima keadaannya yang aku ceraikan demi seorang janda, kujadikan istriku Janda Gus... hiks hiks... bahkan aku tidak memberikan dia uang konpensasi apapun tidak sama sekali Gus...Bahkan jatah wajib untuk anak anakku sebulan tiga juta pun aku tidak pernah berikan, hanya sekali dan itu hanya tujuh ratus lima puluh Gus... hiks hiks", Hanan makin merintih pilu, ternyata dengan Bagus rekan kerjanya ditempat yang baru, dia bisa bercerita bahkan mengenai hal pribadi yang tak pernah dia ceritakan pada Dewi sekalipun.



" Astaghfirullohaladziim.... Bapak sengaja tidak memberikan nafkah pada anak anak bapak?", Tanya Bagus terkejut, meskipun masih bujang Bagus sudah pahan akan hal itu.




" Pernah kepikiran tidak pak jika anak anak bapak kelaparan? Atau mau beli sesuatu tapi tidak bisa, atau mau piknik dari sekolah tapi tidak bisa bayar?", Jawab Bagus, seperti paham betul akan kebutuhan anak.



" Tidak!", Jawab Hanan berterus terang dengan ringan.



" Saya tidak tahu jika bapak ternyata berjiwa sadis!", Jawab Bagus datar, rasanya ingin sekali mengumpat atau bahkan membanting kakinya yang masih diperban itu, marah dan kecewa dengan lelaki seperti pria didepannya ini.



" Istri bapak eh salah mantan istri bapak bekerja?", Tanya Bagus menahan marah.

__ADS_1



" Awalnya iya saat kami menikah tetapi saya selalu khawatir dia akan meninggalkan saya, akhirnya tak suruh resign", Jawab Hanan.



" Terus, saat bapak poligami atau di pas dicerai dia nganggur?", Tanya Bagus makin penasaran.



" Dia mengajar les di tempat les, meskipun hanya kebagian beberapa jam saja", Jawab Hanan.



" Istighfar pak.... tela'ah diri bapak, siapa tahu kejadian kecelakaan ini adalah wujud dari sayang Alloh pada bapak untuk tobat, sadarlah pak jika perbuatan bapak itu sungguh tidak berperasaan, semoga anak anak bapak tidak membenci bapak dan semoga mantan bapak mendapatkan pengganti yang lebih baik, Aamiin", Ucap Bagus penuh penekanan disetiap katanya.



Hanan langsung menoleh dan menatap tajam pada Bagus, " Istriku itu orang yang sangat setia Gus, tidak mudah untuk dia menerima kehadiran orang lain", Ucap Hanan sinis.



" Pasti saya percaya itu, tidak mungkin seorang wanita hanya diam dan menangis ketika dipoligami pak, jika dia tidak berhati emas... semua wanita didunia ini akan memukul suaminya atau mencakar istri muda suaminya pak jika tahu diselingkuhi, mantan bapak nyatanya tidak sama sekali, berarti dia orang yang sabar pak, dia begitu berkorban untuk bapak, meskipun hatinya harus terluka", Ucap Bagus.


Hanan membenarkan ucapan bagus itu.



" Iya Gus, bahkan kini aku sudah tidak punya kenangan mereka meskipun hanya selembar foto, ada banyak kenangan diponsel itu Gus, dan kini jika ponsel itu tidak ditemukan, maka semuanya lenyap hilang seperti mereka yang meninggalkan aku tanpa pesan ", Hanan kembali terisak.



" Bersyukur saja pak masih diberi umur... jika saat kecelakaan bapak tidak ada yang menolong maka tinggal mana saja pak, dan kita tidak tahu harus mengabari siapa jika begitu", ucap Bagus ketus, mendengar cerita Hanan membuat rasa empatinya berubah menjadi kecewa, bagaimana tidak karena cerita Hanan dia teringat akan kedua ponakannya yang di begitukan oleh bapak mereka dan kini pak Bagus yang harus ikut mengurus dua bocah SD anak dari kakak perempuannya.



" Terima kasih Bagus karena kamu bapak bisa tertolong.... semoga Alloh balas kebaikan kamu dengan hidup yang lebih baik", Ucap Hanan.



" Makanya bapak rujuk saja dengan bu Dewi supaya ada yang mengurus", Ucap Bagus.

__ADS_1



Bersambung.....


__ADS_2