
Hanan menggeret koper yang dulu Yasmin tinggalkan di rumah bu Nunik untuknya.
" Hah, mengingat bu Nunik, apa kabar dia, pasti dia tahu dimana bunda dan anak anak", Batin Hanan.
" Sudahlah nanti saja, aku harus menata hatiku dulu,". Hanan terus bermonolog sendiri.
Hanan tidak sadar, bahwa setiap kali dia mengingat anak anaknya dan mantan istrinya itu adalah sinyal, namun Hanan selalu mengingkari perasaan yang terdalam, dia tidak akan pernah tahu jika hal itu akan dia sesali kelak dikemudian hari.
Yasmin berkemas bersama dokter Yusuf dan keempat anaknya, mereka hari ini akan kembali ke kota.
Tadinya orang tua dokter Yusuf, pak Nugroho dan bu Rusmini mau ikut tapi akhirnya tidak jadi.
Menurut dokter Yusuf nanti saja setelah mereka pindah rumah dan selesai beres beres agar lebih tenang saat berada di kota.
" Terus kita kalau sampai kota, pertama kita datangi rumah siapa ayah? Rumah kita atau rumah bunda?", Tanya Halwa.
" Bun, kita ke rumah ayah dulu ya, langsung tidur di sana baru paginya kerumah bunda buat beres beres oke!", Dokter Yusuf tidak langsung menjawab pertanyaan Halwa tetapi minta pendapat dulu dengan Yasmin.
" Manut ", Jawab Yasmin, dan anak anak Yasmin juga hanya diam mengikuti perkataan ibunya.
" Asyiikkk.... Kakak kan belum pernah ada yang kerumah Awa, jadi biar tahu rumah Awa", jawab Awa girang.
" Punya apa sih, girang banget", Ujar Husain.
" Ga ada, tapi seneng lah mau ada bunda dan kakak semua", Jawab Awa.
" Kita akan bersama terus Awa, mulai sekarang, ga usah lebay deh!", Ucap Aya.
" Enggak lebay kakak tapi Awa seneng buaget gitoh!", Ujar Awa dengan suara dan mimik muka dibikin alay.
" Dia punya berbie di rumah", Kata dokter Yusuf.
" Iidiihh.... Kayak anak TK saja mainannya berbie, geli!", Ujar Husain mengendikkan bahunya.
" Sudah enggak ayah! Awa sudah tidak suka berbie lagi, sekarang sudah tidak main begituan", Protes Awa malu dikatain begitu oleh Husain.
" Ya sudah, kalian tidur gih, masih jauh lho ini", Jawab Yasmin, dan merekapun terdiam menurut sama bunda.
" Bun, besok masih ada ijin satu hari kan?, Kita ke rumah kita ya, kita lihat lihat jika ada yang bunda kurang cocok bisa di rubah, mumpung masih ada yang kerja disana!", Ucap Dokter Yusuf.
" Ya, tapi aku sih ngikut saja ayah mau gimana, itu kan rumah ayah, terserah ayah saja lah", Ucap Yasmin santai, ya begitulah Yasmin tidak pernah rewel, semua di buat santai.
" Itu rumah bunda, nanti bunda yang akan mengurus semuanya, bunda yang akan membuat rumah itu damai, bunda yang mengukir sejarah didalamnya, kita hanya mengikuti seperti apa bunda mengisi dengan segala rencana bunda", Jawab dokter Yusuf.
__ADS_1
" Hemm", Yasmin hanya tersenyum sembari menoleh pada dokter Yusuf.
Dokter Yusuf meraih tangan Yasmin kemudian menciumnya.
" Tidurlah, biar sampai rumah nanti Fresh, terus ganti ayah yang meniduri bunda", Ucap dokter Yusuf terkekeh pelan.
Yasmin berusaha menarik tangannya dari genggaman dokter Yusuf namun ditahannya.
" Modus ", Ucap Yasmin.
" Iya dong, istriku harus dimodusin, kalau tidak dia pasif, terima terima saja, kali kali dong bunda yang gimana gitu", Ucapnya lirih seraya mrlirik kaca spion tengah, takut jika ada anaKnya yang mendengar ucapannya.
" Ee.... ssttt... ".
" Aman... anak anak pules banget bun", Ucap dokter Yusuf mengeratkan pegangan tangannya.
" Fokus dong Yah, kan lagi nyetir!", Ucap Yasmin lembut.
" Iya dong pasti! Kan Ayah bawatujuh nyawa".
" Tujuh?!", Kata Yasmin.
" Jangan berharap dulu Ayah, nikah juga baru tiga hari", Ucap Yasmin.
" Berharap, berdoa, berusaha, di pupuk sudah, tinggal menunggu hasil", jawab dokter Yusuf terkekeh.
" Dipupuk, padi disawah kali", Jawab Yasmin jengah.
" Bunda saja yang tidak sadar jika Ayah sudah menambahkan obat penyubur di benih ayah agar cepat tumbuh subur", Jawab dokter Yusuf terkekeh lebar.
" Hah! Kapan itu?", Tanya Yasmin.
" Sejak pertama aku bercocok taman dong, pupuk masuk, benih masuk... In shaa Alloh jadi", Dokter Yusuf tergelak.
Yasmin mengkerutkan keningnya, " Oh, jadi suplemen itu... oh, ya ya ya... paham sekarang dokter c\*\*\*l", Ucap Yasmin manggut manggut.
" Eiitttsss..... Enak saja ngasih julukan sekate kate, tidak dong, aku ini suami sholeh dan setia, tidak ada begituan! Otak aku ga ngeres bun, tenang saja, cuma kalau bareng bunda bukan ngeres lagi... bisa lebih kacau pokoknya", Ucap dokter Yusuf.
" Semoga ya..... ", Jawab Yasmin tersenyum.
Dan mereka sampai di rumah yang cukup bagus disebuah perumahan cluster.
__ADS_1
" Sampai sayang.... ini rumah Awa", Ucap dokter Yusuf.
" Rumah ini sengaja akan mas berikan untuk Awa, karena disinilah dia pernah hidup dan di asuh maminya, rumah kenangan antara Awa dan maminya ya disini meskipun dia tidak mengingatnya lagi", Ujar dokter Yusuf.
" Iya mas, ini rumah kenangan dengan cinta mas, maaf ya mami aku datang ke rumah ini dengan Ayah dan Awa", Ucap Yasmin.
Dokter Yusuf hanya tersenyum.
" Ayo bangun anak anak.... kita sudah sampai", Ujar Yasmin lembut pada anak anaknya.
" Huaaaammm.... Udah sampai rumah aku kakak", Ucap Awa girang meskipun baru membuka mata.
Dokter Yusuf turun dan berjalan berputar untuk membukakan pintu untuk Yasmin.
" CUP", Dokter Yusuf mengecup kening Yasmin sekilas.
" Turun sayang, kita masuk dulu", Dokter Yusuf merapikan bagian bawah gamis Yasmin agar tidak mengganggu ketika Yasmin turun.
" Mas, ga usah begini deh, aku bisa", Ujar Yasmin.
" Ayah percaya bun, tapi ayah menjaga kalian agar selalu aman", Jawab dokter Yusuf.
" Mas...", Protes Yasmin yang tidak mau dokter Yusuf berharap lebih dulu.
" Iya sayang", Dokter Yusuf bukannya berhenti malah menuntun Yasmin hingga di depan pintu.
" Assalamualaikum", Awa mengucap salam pada bi Murni yang didalam.
Wanita paruh baya itu tergopoh, menuju ruang tamu untuk membuka pintu utama.
" Waalaikum salam", Pintu terbuka dan nampaklah bi Murni dengan senyum khasnya.
" Assalamualaikum bi, kenalin ini cinta aku nih!", Ucap dokter Yusuf pada bi Murni.
" Waalaikum salam pak dokter, Mashaa Alloh... ibu cantik banget", Yasmin menyalami bi Murni begitupun dengan ynak Yasmin.
" Pantes pak dokter ga sabar ingin segera menikah, lga wong bening begini", Ucap bi murni yang melihat kagum pada Yasmin.
Yasmin hanya tersenyum, " Aku sudah tua bi, jangan dipuji entar aku lupa tidak nginjek tanah lho!", Ujar Yadmin terkeleh.
" Jadi bibi tidak ngasih jalan kita buat masuk rumah nih, segitunya mengagumi istri ku bi, dia itu biasa bi, di tempatku kerja banyak yang lebih cantik, tapi istri aku ini yang cantik banget hatinya bi", Ucap dokter Yusuf seraya masuk rumah karena bi Murni langsung membuka pintu lebar dan memverikan jalan.
__ADS_1
Bersambung.....