JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Mencari alasan


__ADS_3

Akhir pekan besok Yasmin berniat untuk membawa ketiga anaknya untuk liburan tipis tipis, karena hatinya sedang kesal.


Dokter Yusuf malah tidak sekalipun datang setrlah seminggu lamarannya diterima olehnya.


Bahkan hanya sekali saja dia mengirim pesan dan mengatakan jika dia akan sangat sibuk mengurus sesuatu.


Bahkan Halwa yang biasanya nongol, ini bocah malah tidak pernah lagi datang, ada apa batin Yasmin.


Tak mau ambil pusing Yasmin besok mau memberikan kejutan pada anak anaknya akan mengajak liburan.


Namun sebuah surat baru saja dikirim oleh kurir. Entahlah surat dari mana! Yasmin membaca sampul surat tersebut.


" Ceria Medika".


Yasmin membuka sampul surat itu, ternyata sebuah paket perawatan kesehatan dan kecantikan untuk Yasmin yang sudah dibayar lunas.


Yasmin langsung kepikiran dokter Yusuf. pasti ini yang mengirim dia bukan orang lain lagi.


Yasmin mengirim pesan, namun sebelum menulis Yasmin berfikir sebentar tidak mau salah bertanya mengingat dokter Yusuf orangnya begitu pasti tidak akan mengaku atau malah menghindar jika salah menyampaikan.


" Assalamualaikum pak dokter Yusuf... Terima kasih ya, kiriman paket perawatannya, sudah aku terima nih! Tapi perasaan aku tidak sakit deh, apanya aku nih yang harus dirawat?", Ketik Yasmin dan dikirimlah pada dokter Yusuf.


Dokter Yusuf yang menerima notif pesan masuk segera membaca apalagi saat dibaca yang mengirim pesan adalah Yadmin senanglah hatinya, tapi setelah membaca isi pesannya Yadmin dokter Yusuf malah mengkerutkan keningnya.


" Apaan.... Hah!,",Dokter Yusuf terkejut tidak terpikir olehnya bahkan untuk memberikan paket semacam itu, dirinya sedang sibuk mengurus sesuatu hingga melupakan hal perintilan seperti itu.


" Bukan dari aku bun, suerrr.... sory aku sedang sibuk banget nih, sampai tidak kepikiran hal semacam itu", Jawab Dokter Yusuf.


" Yakin bukan dokter?", Tanya Yasmin kembali.


" Yakin banget dong!", Jawab dokter.


" Ya sudah, terima kasih dok, Assalamualaikum".


Yasmin bingung kalau begitu siapa yang mengirim paket ini, lumayan lho harganya tidak murah, paket perawatan kesehatan dan kecantikan sebayak 5x pertemuan.



Berhubung usahanya sedikit surutDewi kembali menghubungi mang Usep untuk minta air supaya laris kembali.



Dan benar mang usep yang memang selalu merindukan Dewi jelas langsung mau, tidak ada penolakan.



Dewi juga tidak ada kapoknya berurusan sama dukun cabul itu.



" Dewi mau minta air sama mang, tapi sekarang harus jelas jangan kayak kemarin dulu, jika tidak lengkap bayarannya harus dibayar dengan w\*k w\*k ", Ucap Dewi.



" Yang sekarang gratis ga usah bayar tapi pakai yang tadi terus, selamanya", Jawab mang Usep, Dewi memberengut.

__ADS_1



" Enak di mang lah".



" Bohong.... orang kamu juga keenakan kok", Jawab mang usep menyerigai.



" Hust.... ". Dewi menepuk lengan mang Usep.



" Emang kamu tuh nagih tahu!", jawab mang usep dengan terkekeh.



" Nikah sama Mang aja neng, pasti dijamin ga akan kesusahan begini cuma cari sesuap nasi, sawah Mang luas, ada ladang juga, terus Mang juga ada ternak ikan juga lumayan Mang punya empat balong, nanti buat Neng satu buat istri tua dan anak anak tiga, begitupun sawah dan ladang nanti dibagi rata", Ujar mang Usep menyakinkan.



Dewi hanya terdiam tak menganggapi ucapan mang Usep, mau terjamin juga ujung ujungnya istri kedua lagi, dulu Hanan juga gitu katanya akan adil nyatanya apa dirinya cuma dikasih tiga juta, memang awalnya lima juta tapi tidak lama malah turun jatah sekarang, batin Dewi.



" Kok diam, masih cinta banget sama suaminya?", Tanya mang Usep.



" Ya lah Mang, cinta buanget!", Jawab Dewi malas berdebat dengan mang Usep, meski hatinya sekarang merasa tersisih, tak diperhatikan lagi oleh suaminya.




" Jangan mengejek mang.... wajar jika rumah tangga kadang ada riaknya, lihat saja diri Mang, sudah punya istri anak sudah besar besar tapi kalau mau ng\*w\*k masih datang ke aku", Jawab Dewi sarkas.



" Beda lah neng... Jika istri Mang sudah monopous kalau neng kan masih seger", Jawabmang Usep jujur.



Dewi mencebik, " Alasan saja, Dewi tahu mang suka melipir kerumah janda ga usah sok alasan istri sudah ga seger segala", Jawab Dewi.



" Habisnya neng Dewi suka susah diajak sewaktu waktu", Jawab mang Usep, akhirnya obrolan intim mereka di jeda karena ada pelanggan yang datang.



Dewi melayani pelanggan itu, dan datang lagi, lagi dan lagi, hingga mang usep tersenyum, merasa jika air jampi jampinya manjur, padahal bisa jadi itu hanya sebuah kebetulan hari ini banyak orang yang malas mencuci, mungkin.


__ADS_1


" Sebaiknya Mang harus sering sering ikut berjaga disini", Ujarnya.



" Apa hubungannya jika ada mang disini?", Tanya Dewi.



" Lha itu kan langsung ramai", Jawab Mang usep percaya diri.



Dewi tersenyum, " Ini akhir pekan mang, wajar ramai, yang pada kerja libur, waktunya mencuci, tapi bisa jadi ini pengaruh air dari mang!", Jawab Dewi.



Hananpun sekarang punya usaha, bermodal hutang dengan bu Rosa diapun akhirnya punya usaha, meskipun usaha itu hanya sebuah alibi agar bisa selalu berhubungan dengan bu Rosa.


Hutangnya tidak besar, mungkin jika Hanan niat usaha dengan usaha sendiri dari hasil tabungannya pun ada.


Sepuluh juta hutang Hanan untuk usahanya. Sebuah usaha yang dirintis Hanan Yakni warung jajanan di kantin sekolah.


Dia hanya menaruh etalase disana dengan aneka jajanan lengkap dengan harganya sehingga jika ada yang jajan tinggal ambil dan uangnya akan disimpan dikotak yang di pegang warung sebelahnya, sengaja Hanan tidak mencari pesuruh, karena ibu yang punya warung sebelahnya nanti akan dikasih bagian jika Hanan dapat laba.


Dan sebetulnya usahanya juga tidak memakan modal sebanyak itu juga, tetapi bisa bisanya Hanan saja biar suami bu Rosa tidak curiga.




" Non Halwa kok sekarang jarang main ke rumah temannya itu, siapa nama temannya itu?", Tanya bi Murni.



" Kata Ayah, jangan dulu bi.... Nanti saja jika sudah resmi menikah dengan bunda, baru Halwa akan sering bareng dengan kakak Aya", Jawab Halwa sedikit cemberut, pasalnya dia juga ribdu dengan Awa tapi ayahnya melarang bertemu dulu.



" Kan yang mau menikah Ayah, kok non yang dipingit?", Canda bi Murni.



" Tahu ah bi, Awa kesal jadinya, mau telpon tak boleh, ponselnya di sembunyikan ayah, jadi diam diam Awa suka ketemu kakak Aya disekolah, tapi sedikit waktunya", Jawab Awa dengan wajah cemberut.



" Ya sudah sabar, kapan sih ayah mau nikahnya?", Tanya bibi Murni.



" Ga tahu Awa bi, tapi kata Ayah jika pas ada tanggal merah di hari Kamis dan senin", Jawab Awa.



Bi Murni pun akhirnya berjalan menuju kearah kalender yang digantung dan meneliti disana, sambil manggut manggut, melihat hari dan tanggal yang dimaksud Halwa.

__ADS_1



Bersambung .....


__ADS_2