JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Rujuk


__ADS_3

" Kita menikah lagi!!", Ucap Hanan.


" Hah!!, maksudnya?",Tanya Dewi menegaskan maksud dari perkataan Hanan.


" Iya kita rujuk!", Jawab Hanan tegas.


" Rujuk mas, apakah tidak sebaiknya kita pikirkan lagi?", Tanya Dewi.


" Apa kamu menolak ku karena kondisiku saat ini?", Ujar Hanan tanpa melihat Dewi, hatinya sedikit kecewa jika Dewi menolak.


" Bu-bukan begitu tapi....", Dewi bingung harus bicara apa, dilema antara kasihan dan juga takut mengulang hal serupa seperti dulu hidup dengan Hanan tak mudah banyak sekali cobaan.


" Lantas?, Kamu suka sama dukun cabul itu atau kamu sudah punya pacar?", Tanya Hanan ketus.


" Aku mau berfikir dulu mas, aku disini membantu mas karena aku tidak tega dengan keadaan mas dan tidak ada satu orang pun yang bisa membantu mas, selebihnya Dewi rasa tentang hubungan selanjutnya kita pikir dulu saja", Ucap Dewi.


" Ya sudah lupakan ucapanku tadi", ujar Hanan ketus.


" Jangan tersinggung mas, Dewi hanya butuh waktu memikirkan semuanya", Jawab Dewi.


" Pulanglah!!!", ujar Hanan Ketus dengan nada sedikit keras.


" Mas!", Suara Dewi terkejut.


" Pulanglah!", Hanan kembali mengeraskan suaranya.


" Jika Dewi pulang maka Dewi tidak akan pernah datang lagi kesini mas, namun jika mas masih mengijinkan biarkan malam ini Dewi tetap disini menemani mas, biarkan besok Dewi pulang, namun jika mas benar benar mengusirku makan jangan harap Dewi mau rujuk kembali!", Nada suara Dewi penuh ancaman yang membuat Hanan kemudian hanya diam tanpa menjawab lagi.


" Ya sudah terserah kamu", Akhirnya Hanan bersuara lirih.


" Mas, semangat untuk cepat sembuh ya", Ujar Dewi Hanan hanya mengangguk.



Keluarga dokter Yusuf yang sedang liburan benar benar happy, malam ini setelah tadi sore berenang dilaut mereka membeli seafood segar untuk di bakar divillanya.



" Asyiikkk kita barbequean.... asyikkk.... enak enak enak ..", Awa sangat girang begitupun dengan Husain dia semangat sekali menyiapkan segala persiapannya membantu bi Murni.



Tak lupa dokter Yusuf pun mengabadikan moment bahagia dalam keluarganya itu melalui video yang diunggahnya di akun media sosialnya.



Yasmin yang sedang menyiapkan sambal pun ikut diabadikan.



" Wah bunda, lagi bikin sambal ya, pasti ini sambalnya manis bun, kayak bunda malam ini yang terlihat cute bikin hatiku berdebar terus", goda dokter Yusuf di video itu.



Yasmin hanya mendongak dan tersenyum kearah kamera, baginya ucapan suaminya tidak perlu ditanggapi, cukup tersenyum saja.


__ADS_1


" Anak anak mau masak apa nih?", Tanya dokter Yusuf yang masih on kamera.



" Mau bakar udang Ayah", jawab Aya.



" Sama ikan, cumi juga ayah", Aya pun ikut menjawab.



" Wah ini dua kakak ganteng bujangnya Ayah juga mau masak apa nih,?", Tanya dokter Yusuf.



" Kita bantu makan saja Ayah", Jawab keduanya seraya terkekeh lebar namun mereka jelas menyiapkan semuanya bahkan yang membakar seafoodnya juga ke dua bujang H.



" Bibi mau nyiapin apa bi?", Tanya dokter.



" Jeruk panas", Jawab bibi menghadap kamera.



Terakhir sebelum mematikan kamera dokter Yusuf mengusap kepala Yasmin dan menciumnya.Kemudian diunggah. Rasanya bangga bisa mengunggah keluarganya pada teman temannya, lebih lebih dengan dua bujang dan dua gadis yang selalu kompak dan rukun itu luar biasa, tidak pernah terbayangkan dulu jika hidupnyaakan sesempurna ini.




Akhirnya Hanan dan Dewi rujuk, meskipun saat ini dihati keduanya tidak ada rasa seperti dulu, Dewi mau karena kasihan saja sedang Hanan


menginginkan Dewi karena keadaan yang memang butuh bantuan.


Biarlah disebut memanfaatkan Dewi, bagi Hanan adalah satu lagi yang menjadi pertimbangannya yakni, keluarganya dikampung yang belum tahu keadaan rumah tangganya dan juga dirinya yang sekarang belum bisa jalan.


" Pinjam HP mu Ma", ucapkan Hanan memanggil Mama pada Dewi setelah mereka rujuk.


" Ini, untuk apa?", Tanya Dewi seraya memberikan HP itu pada Hanan.


" Mau mencari seseorang yang dari kampung mau menanyakan nomor telepon kedua orang tuaku mah aku lupa semuanya ada di hp-ku yang hilang", jawab Hanan.


Hanan kemudian mengotak-atik mengetik nama seseorang di media sosial Facebook.


disanalah dia memulai percakapan dengan seseorang tersebut untuk menanyakan nomor telepon saudara atau kedua orang tuanya dan mengabarkan jika dirinya kecelakaan dan tidak bisa berjalan.


Dari sanalah Hanan berharap akan mendapatkan nomor ponsel kedua orang tuanya agar bisa berkomunikasi secepat mungkin.


" Ma, Besok belikan aku ponsel baru, agar supaya bisa menghubungi orang tuaku", Ucap Hanan, Dewi pun mengangguk setuju.


Meskipun mereka sudah menikah kembali Hanan masih bertahan dikamar kostnya, tidak menempati rumah Dewi, dan Dewi akhirnya bolak balik untuk mengurus rumahnya dan juga usahanya.


" Pak sebaiknya kita tinggal di rumah saja biar aku tidak bolak-balik, habis waktu di jalan jika seperti ini terus", ucap Dewi penuh permohonan.

__ADS_1


" kondisi ku masih seperti ini apakah tidak apa-apa jika tinggal di rumahmu", jawab Hanan.


" Justru biar aku bisa fokus mengurus mu", jawab Dewi.


" Aku juga belum bisa fokus mengajar, sungguh tidak berguna hidupku ini!", ujar Hana nelangsa.


" Jangan bilang seperti, itu lihat diriku ini Pak aku juga sudah tidak sesempurna dulu, sabar, semangat biar cepat sembuh", ujar Dewi memberikan motivasi kepada Hanan.


" Terimakasih Dew, kamu selalu ada disisiku dan mau apa ajak rujuk kembali meskipun kondisi seperti ini", ucap Hanan.


" Sudahlah kita jalani saja, tidak perlu mengingat mengingat masa lalu, yang lalu biarlah berlalu", ucap Dewi.


" Iya".




Keluarga Yusuf sudah bersiap untuk pulang kerumah setelah liburan satu malam dua hari di villa pinggir pantai.



" Kita pulang jangan terlalu sore, besok aktivitas kembali supaya tidak terlalu capek cukup istirahat di rumah nanti malam", ujar dokter Yusuf.



" iya Yah, kalau gitu kita beres langsung pulang biar tidak terlalu malam sampai rumah", jawab Yasmin saat mereka masih menikmati sore di pinggir pantai.



" Ayah, sebentar lagi ya kita balik ke villanya untuk beres-beres masih asik nih, satu jam lagi ya boleh ya",rayu Awa pada ayahnya.



" Oke 1 jam, terus kita pulang", dokter Yusuf setuju.



Yasmin yang sudah kelelahan pun duduk berselonjor di atas pasir pantai, dokter Yusuf mendekati kemudian duduk di belakangnya sambil memijit punggungnya dengan pelan dan lembut supaya Yasmin merasa rileks.



"Cape ya?", Tanya Dokter Yusuf.



" Rasanya lemas, cepet cape, ga tahu mungkin karena sudah tua", Yasmin terkekeh.



" Kata siapa Bunda tua, tuaan aku dong Bun! Bunda jangan bilang begitu terus dong, bunda itu masih segar dan cantik, lelah sih wajar namanya juga sedang mengandung", ucap dokter Yusuf membesarkan hati Yasmin.



" Duuuh... suamiku pinter deh membesarkan hatiku", Yasmin manual hidung dokter Yusuf dengan mesra.


__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2