
Hari ini Yasnin sudah dari pagi meninggalkan Aya, dan kembali menitip pada suster, tetapi sebelumnya Yasmin sempatkan untuk menyuapai dan memberikan obat serta membersihkan tubuh Aya, mengganti pakaiannya.
" Gadisnya bunda, semoga hari ini sudah boleh pulang ya, atau maksimal besok... tetapi hari ini bunda ada ulangan nak, di jam pelajaran pertama, jadi bunda berangkat pagi ya, Aya kembali bunda tinggal, maaf ya", Yasmin mencium pipi putrinya itu.
" Gapapa bunda, Aya tidak sedih lagi, Aya mau sembuh biar bisa sekolah lagi jadi dekat terus sa bunda", Jawab Aya dengan tersenyum ceria, wajahnya sudah tidak sepucat kemarin.
" Suster, saya nitip lagi ya, maaf harus merepotkan terus sus.... ", Ucap Yasmin sungkan.
" Iya bu, Aya ga merepotkan kok, dia itu anak pinter", Jawab Suster.
" Bunda pamit dulu ya nak.... Assalamualaikum, mari sus", Yasmin meninggalkan ruang inap Aya dengan cepat waktu yang sudah mepet membuat harus segera melesat sampai di ruang kelas tempat Yasmin mengajar dipagi ini.
Yasmin hanya bisa berharap putrinya lekas sembuh sehingga bisa cepat pulang, berada di rumah bersama sama jadi pikirannya tidak terbagi bagi, ya untuk Husain, Aya, keduanya pun harus diperhatikan bukan.
Jam sebelas siang dokter yang merawat Aya menuju kesekolah putrinya untuk menjemput disekolah. Mereka sudah berjanji untuk kerumah sakit bareng, ayahnya bilang jika akan memperkenalkan putrinya pada seorang teman yang sedang sakit dan butuh ditemani karena dia sendirian di rumah sakit, ibunya harus bekerja, dan putrinya sangat antusias mau berkenalan.
" Ayah, kakak yang mau di kenalkan sama Awa cantik dan baik ya?", Tanya bocah itu penasaran.
" Iya, pinter lagi, pasti Awa suka", Jawab dokter dengan menanggai pertanyaan anaknya.
" Ayo ayah!", Begitu turun dari mobil bocah itu dengan antusias segera menarik tangan ayahmya untuk segera memasuki gedung rumah sakit.
" Sabar sayang, ayah harus ke ruang ayah dulu sebentar, udah gasanar banget ya?", Goda dokter pada putrinya.
" Iya Ayah, ayah kan tahu Awa mau banget punya kakak, adik, tapi kan....", Bocah itu tidak meneruskan kata katanya.
" Iya makanya ayah mau kenalkan Awa pada seorang kakak yang baik, tetapi sabar sebentar, kan ayah sambil kerja jadi ayah ambil peralatan kerja ayah dulu di ruangan kerja ayah, oke", Dokterpun segera masuk keruangannya dan menyiapkan beberapa hal yang dibutuhkan untuk visit keruang pasien.
" Siang dok, eh ada Halwatuzahra yang imut, ikut ayah ya?, Mau langsung visit atau makan siang dulu dok?", Sapa suster.
" Kita ke ruangan pasien kecil kita dulu sus, ada yang sudah tidak sabar nih", Dokter menunjuk Awa dengan dagunya.
" Oh, rupanya ada yang mau kenalan dengan teman baru ya, mari ", Susterpun segera menyusul dokter masuk ke ruangan inap Aya.
" Assalamualaikum cantik", Sapa dokter pada Aya.
" Eh, dokter! Siang dok", Jawab Aya yang sedang berbaring setengah duduk dan menonton tivi.
__ADS_1
" Bagaimana hari ini, masih panas?", Tanya dokter.
" Masih sedkit pusing tapi sudah tidak seperti kemarin dok", Jawab Aya.
" Ayah ini kakak yang mau dikenalkan pada Awa?", Tanya Awa langsung begitu ayahnya selesai memeriksa Aya.
" Yup, kenalkan Aya ini putri dokter namanya ....", Bdlum sempat dokter menyebit nama putrinya itu, Awa langsung mengulurkan tangan terlebih dulu pada pada Aya.
" Halwatuzahra, suka dipanggil Awa", Ucapnya.
" Oh iya, namaku Haya, suka dipanggil Aya", Aya pun menyambut uluran tangan Awa dengan ramah dan senang.
" Nah, sekarang kalian berteman, mau makan apa ayah pesankan, Ayah mau visit di ruang lain lagi!", Kata dokter pada putrinya.
" Hemmm.... Ayah yang ada rasa kejunya ayah, tapi yang level satu saja atau yang tidak pedas, juga boleh, terus sama donat, donatnya dimakan sama kakak Aya, kakak Ayaau ayamnya juga?", Tanya Awa.
" Eh, kakak Aya belum boleh makan sembarangan, donat boleh tetapi jika nasih harus tim ya", Jawab dokter.
" Oh, kalau gitu iya itu saja ayah", Jawab Awa.
Dokterpun mrmesan mrlalui aplikasi makanan pesanan putrinya, bibirnya melengkungkan senyuman.
Diruang inap dua anak sedang mengobrol
" Kakak siapa sih nama panjangnya?", Tanya Awa kepo.
" Mau tau aja atau mau tahu banget?", Goda Aya pada Awa.
" Ih, kakak ternyata jahil kayak Ayah!", Bocah itu mencebikkan bibirnya.
" Kasih tahu kakak!?", Rengrk Awa.
" Denger nih baik baik, biar tidak lupa kakak tidak mau jika pertanyaannya diulang lagi", Awa manggut manggut dengan tersenyum menunggu dengan tidak sabar Aya menyebit nama panjangnya.
" Hayatul Husna, udah! Tahu kan? Jangan lupa!, awas besok tanya lagi", Ujar Aya mengerjai bocah kecil yang ingin menjadi teman barunya itu.
" Owh.... Iya inget inget... Hayatul Husna, bagus ya, kayak nama aku berawalan huruf H", Jawab Awa drngan tersenyum.
__ADS_1
" Eh, iya ternyata.... ", Aya pun tertawa menyadari namanya dan nama teman barunya sama sama berawalan huruf H.
" Kakak, punya dua kakak laki laki dua namanya juga berawalan huruf H", imbuh Aya.
" Owh iya... boleh tidak Awa kenal juga sama kakaknya kakak?", Tanya Awa.
" Boleh, kakak aku yang satu sekolah juga di SMP PERSADA juga kelas satu namanya Husain", Jawab Aya.
" Oh, besok kalau kakak sudah sembuh dan sekolah tunjukin ya, yang mana kakak Husain itu", Awa berharap bisa kenal juga dengan Husain.
" Boleh".
" Non Awa, nih pesanannya sudah dateng mau dimakan di mana?", Mbak Ira masuk membawakan pesanan Awa makan siang.
" Disini aja ibu lra, terima kasih ya, udah dibawakan", Ujar bocah kecil itu sopan.
" Sama sama non, Mbak permisi ya", Pamit mbak Ira.
" Ayo kak kita makan, kakak donat sama nasi tim ya, nanti yang dari rumah sakit tapi dimakan juga biar kakak cepat sembuh", Ujar bocah itu seraya membuka makanannya dan mereka makan bersama.
" Kamu punya saudara berapa?", Tanya Aya.
" Aku ga punya saudara karena ibu aku sudah di syurga kak, ibu aku meninggal saat melahirkan adik aku, dan adik aku juga meninggal", Jawab bocah itu.
" Oh ya, innalillahi... ikut berduka ya, kamu yang tabah semoga Alloh menggantikan ibu buat kamu ibu yang baik dan menyayangimu", ucap Aya bersimpati.
" Aamiin kak", Jawab Awa sambil tersenyum.
" Assalamualaikum... Eh ada siapa ini?", Yasmin masuk ruangan Aya dan terkejut mendapati putrinya di temani bocah imut nan cantik.
" putrinya pak dokter bunda, dia kesini diajak dokter supaya berkenalan dan menemani Aya disini", Jawab Aya senang.
" Awa kenalkan ini bunda aku", Aya memperkrnalkan Yasmin pada Awa.
" Hallo cantik... ini bundanya kak Aya, bunda Yasmin, siapa namanya cantik ini?", Tanya Yasmin.
" Awa bunda", Jawab Awa malu malu.
__ADS_1
Bersambung.....