
" Ibu, kan cantik bukan dari wajah saja!", Bela Hanan lirih, dengan tertunduk.
" Iya betul juga, jadi kamu yakin jika istri mudamu lebih cantik hatinya, semoga saja... semoga dia bisa menjadi istri yang sholehah ya, biar bisa ngingetin kamu untuk selalu berlaku adil", Ujar bu Ainun.
" Ibu sebetulnya tidak bisa memilih siapapun menantu ibu, ibu berusaha untuk menerima hanya saja di mata dan hati ibu, Yasmin itu wanita sempurna, istri dari Adikmu Hardi juga cantik dan baik menurut ibu, tetapi karena perbedaan adat dan bahasa sehingga ibu kurang faham, tetapi secara hati ibu suka sama istrinya Hardi", Jelas bu Ainun, istri adiknya Hanan yakni Hardi itu orang seberang jadi budaya mereka sedikit berbeda sehingga jika pulang ibu kurang bisa nyambung jika berbicara.
" Bu, nanti kapan kapan Hanan kenalkan pada istri Hanan bu", Lirih Hanan berharap ibunya mau mengenal istrinya.
" Hemmm.... ibu tidur dulu ya, kepala ibu pusing", Bu Ainun minta di betulkan posidi bantalnya.
Hanan bersandar dikursi, hatinya gusar, hari ini terasa sangat lelah baginya pagi pagi sehabis semalaman dikereta paginya dapat bullyan dari pdkde budhe, sorenya bapaknya hingga lemas, untuk bapaknya tidak sampai pingsan. Dilanjut ibunya, besok siapa lagi.. hemmm.
" Oya bapak sudah sampai rumah belum?!", Dengan segera Hanan meraih ponselnya.
Diliriknya ibunya sudah tertidur, bukan hanya merem karena menahan pusing tetapi betulan tidur.
Hanan beranjak keluar kamar bermaksud menelpon bapaknya. Ketika membuak ponselnya ternyata bapaknya sudah mengitim pesan sepuluh menit yang lalu.
" Bapak sudah di rumah, jaga ibu, tidak usah bilang sjika kamu dan Yasmin sudah pisah, tahan hingga ibu sembuh, biar bapak nanti yang bicara", Pesan dari pak Harun.
" Syukurlah, istirahat pak, jangan dipikirkan nasib rumah tanggaku semuanya sudah jelas, istri ku cuma satu Dewi, Hanan harap bapak dan ibu bisa terima dia suatu hari nanti", balas Hanan.
Pesan terkirim tetapi belum dibaca oleh bapaknya.
Hanan duduk dikursi panjang, tempat tunggu pasien, Hanan menyandarkan dirinyadi tembok.
" Kenapa orang tuaku seperti ini, sungguh aku tak menyangka akan reaksi ini dari bapak ibu, aku juga tak berfikir reaksi dari tetangga dikampung, apa aku salah? Aku rasa banyak kok suami yang poligami, kenapa harus ditentang, bukannya dierbolehkan oleh agama, lalu salahku dimana?", Monolog hati Hanan.
" Bahkan seharusnya hak ku masih bisa dua kali lagi menikah? Dan karena aku sudah pisah dari Yasmin bisa dong tiga kali lagi... hemm... kalau aku selingkuh dengan istri orang atau maling kali itu bikin malu, lha aku kan menjalankan sunnah?!", monolog Hanan denga fikirannya sendiri.
Hanan kembali membuka ponselnya, dan melihat Dewi masih on line dia berniat menghubungi Dewi.
" Ma, sedang apa?", Sapa Hanan ketika Dewi mengangkat telponnya melalui VC.
" Masih bareng teman teman pak", Jawab Dewi tidak bisa bohong karena Hanan melakukan VC.
__ADS_1
" Udah jam berapa ini, anak anak di rumah sama siapa? pulaang sekarang!", Hanan bicara dengan wajah marahnya.
" Anak anak ngineb di rumah neneknya, besok kan libur, tanggung pak sejam lagi", jawab Dewi
" Pulang!!", Ketus Hanan.
" Iya", Akhirnya Dewi menjawab pasrah.
" Besok bapak pulang!! jangan lama lama", Imbuh Dewi sebelum menutup vc dari Hanan bernada ancaman.
" Hemm!! Pulang.... Nurut sama suami! Suami pergi malah klayapan!", Ketus Hanan lagi.
" Iya iyaa...", Jawab Dewi galak.
" Sekarang!", Sentak Hanan.
" Iyaaa... iisshh!!", Dewi memutuskan telpon sepihak, tak ada basa basi menanyakan kondisi ibu mertuanya.
Malam ini Hanan tidur di kursi tunggu, tetapi menjelang subuh dia pindah kedalam sekalian melihat ibunya.
Ternyata ibunya sedang terbangun.
" Jangan jauh jauh, disini ", Ibu Ainun meminta Hanan untk menjaganya didekatnya.
Hananpun kemudian duduk dikursi penunggu pasien seraya mengusap tangan keriput ibunya. Hanan melihat wajah ibunya yang terpejam. Merasa bersalah karenanya ibunya terbaring disini, tetapi kembali Hanan selalu membisikkan kata dihatinya jika tak perlu disesali semua sudah terjadi, hidup kan harus berjalan apapun yang terjadi, tetap jalani saja.
Menjelang siang hari Hanan menyempatkan keluar rumah sakit untuk mencari makan, hari ini dia akan menjaga ibunya hingga sore, karena malam dia sudah harus kembali ke rumahnya.
Selesai makan Hanan kembali ke ruang rawat ibunya, hari ini bu Ainun tampak lebih segar tidak terpejam lagi matanya, juga sudah duduk bersandar tidak berbaring lagi.
" Nan.... disini lama to?", Tanya lirih bu Ainun.
" Tidak bu, maaf nanti malam Hanan akan kembali", Jawab Hanan.
" Kalau gitu bilang sama Yasmin, suruh pulang ibu mau bicara", Ujar bu Ainun lirih.
__ADS_1
Hanan terbengong untuk sesaat, namun kemdian dia mengangguk, " Iya bu".
" Ibu mau bilang maaf pada Yasmin, sebab kamu tak bisa membahagiakannya, kamu sudah membuat hati Yasmin hancur, dia ibu dari cucu cucuku Nan", Lirih ibu.
" Hanan yang salah bu, jika ibu mau ketemu Yasmin karena mau minta maaf, tidak perlu ibu lakukan, namun jika ingin bertemu Yasmin karena ibu kangen nanti Hanan usahakan untuk bicara dengan Yasmin bu", Jawab Hanan.
" Kamu sebelum balik, sebaiknya kamu datang ke rumah mertuamu dulu, kunjungi mereka dan mintalah maaf ", Ujar ibu penuh harap agar Hanan nurut.
" Iya bu".
Hanan sebetulnya ingat jika dia masih punya tanggung jawab untuk memulangkan Yasmin pada orang tuanya, tetapi jika hal itu ia lakukan sekarang nanti ibunya akan mendengar kenyataan bahwa dirinya dan Yadmi sudah resmi pisah.
Hanan mengkhawatitkan kondisi ibunya, apalagi dia akan kembali pulang sehingga jika terjadi sesuatu pada ibunya pasti tidak akan mudah untuk menjelaskan pada ibunya.
" Nan!", Pak Harun masuk ruang inab dengan tergopoh.
" Eh, bapak! Kesini bareng siapa?", Tanya Hanan yang tengah bersandar dengan menahan kantuk.
" Bapak naik ojek, biar ga ngerepotin orang", Jawab pak Harun.
" Ini bapak bawa makanan, budhemu yang masak", Kata pak Harun menyodorkan satu kresek kecil makanan buatan budhe.
" Oh iya pak!", Haran menerima kantong kresek tersebut.
" Ibu sudah makan?", Pak Harun langsung mengenggam tangan bu Ainun lembut.
" Sudah pak", Jawab ibu lirih.
" Kamu lama kan di rumah?", Tanya pak Harun pada Hanan.
" Nanti malam rencananya saya kembali pak", Hanan.
" Lha kok cepetan, mbok kamu temui orang tua Yasmin dulu, ga sopan sudah pulangnya jarang sekalinya pulang kok ga ada niat mampir", Omel pak Harun.
" Lain kali saja pak, waktunya mepet, nanti pas liburan sekolah Hanan pulang lagi", Jawab Hanan.
__ADS_1
" Temui dan bicara sama orang tua Yasmin, minta maafnya, meskipun pasti mereka akan sangat marah, itu resikonya, kamu harus hadapi, berani berbuat berani menanggung setiap konsekuensinya, jangan jadi pengecut kamu", Pak Harun.
Bersambung......