JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Down


__ADS_3

Yasmin tertunduk sedih sudah seminggu ini tetangganya membicarakan dirinya yang dipoligami, Hanan yang menikah lagi. Dan anak anak juga mulai merasakan dampaknya, mereka sepulang yang biasanya main diluar sudah seminggu ini mereka langsung mengurung diri.


Bahkan di sekolah juga mereka merasa minder, pernikahan Hanan membuat Hasan dan Husain terasa malu. Apalagi setiap ada ibu ibu ngumpul pasti topik pembicaraan mereka adalah bapak mereka yang menikah lagi.


Anak anak hanya diam dalam kecewa dan malu, mau protes tidak tahu bahasanya bagaimana, tetapi hati anak anak sedih itu pasti.


Bahkan Hasan yang sudah lebih mengertipun dalam diam dan sepinya dia terisak, hatinya perih, yang dibayangkan kesedihan bundanya, rasanya ga sanggup melihat sang bunda diomongin tetangga, apa salah bunda, bapak yang salah kok bunda juga dikoreksi orang juga, lirihnya, seandainya bisa rasanya ingin memukul wajah orang yang dia panggil bapak.


~~


Hanan meradang pasalnya dia sudah tahu bahwa dirinya seminggu ini menjadi bahan gosip tetangganya dengan pernikahannya yang kedua.


" Bun, bunda kasih tahu anak anak tidak perlu menanggapi omongan tetangga!, bapak tidak salah bapak malah berani mengambil langkah lebih untuk menolong janda dengan menikahinya, bahkan bunda adalah wanita hebat yang bisa menerima dipoligami, kita itu keluarga teladan, biarkan tetangga mau ngomong apa terserah yang penting kita tidak merugikan mereka, kita tidak membuat onar". Ujar Hanan berapi apa, membenarkan tindakannya selama ini yang sudah menikahi janda.


" Dan kalian anak anak bapak, meskipun bapak menikah lagi bapak masih ada buat kalian, lihat dengan begini bunda menjadi kerja dan kalian tidak kekurangan lagi, itu suatu rejeki, bapak tetap sayang kalian tidak ada yang berubah, yang berubah hanya waktu bapak sedikit berkurang karena harus berbagi", Imbuh Hanan.


" Iya betul kita tidak merugikan tetangga, tetapi tindakkan bapak menikah lagi ini, sangat membuat Hasan malu pak, Hasan seperti tidak punya muka menatap orang lain, Hasan kasihan sama bunda, meskipun kami diam kami punya hati dan pikiran, bohong jika kami menerima dengan ikhlas, bohong jika bunda setuju, bunda diam karrna bapak tidak memberikan pilihan", Hasan berdiri dan berbicara dengan penuh emosi pada bapaknya, kesabarannya seakan habis, rasa malunya semakin bertambah, rasanya sampai tidak ingin bertemu dengan orang lain yang dia kenal.


" Heh!, bapakmu ini bukan maling, bukan koruptor kenapa mesti malu? poligami dibolehkan oleh agama yang kita anut!", Hanan berbicara dengan sorot mata tajam pada Hasan.


" iya bapak memalukan! menikahi janda seksi dan genit", Jawab hasan kemudian berlenggang pergi.

__ADS_1


" Hasaaan!!!", Hanan berteriak keras memanggil putra sulungnya itu.


" Pak, tolong pelankan suaranya, malu sama tetangga, setelah menjadi topik poligami nanti ditambah marahin anak, kasihan anak anak mereka ikut tertekan dengan gosip dari orang orang, tolonglah pak untuk sabar menghadapi mereka", Ucap Yasmin, tidak rela anak anaknya kena marah oleh Hanan.


Hanan akhirnya duduk untuk meredakan amarahnya yang sempat meledak.


" Istighfar!", imbuh Yasmin, Hanan pun mengikuti saran istrinya dan mengusap dadanya.


" Apa saja yang bunda dengar dari tetangga?", Tanya Hanan setelah sedikit lebih tenang.


" Bunda tidakmendengar omongan mereka tetapi ada banyak video dan foto yang dikirim ke ponsel bunda, bubda rasa itu memang bapak, meskipun bunda tidak tahu madu bunda itu seperti apa, tetapi di video itu jelas kok, dia cantik dan masih lumayan muda, jika bapak tidak menikahinya juga masih banyak lelaki yang mau padanya, aneh saja perempuan secantik dia kok mau jadi istri kedua, hebat berarti bapak", Ujar Yasmin diakhiri dengan pujian yang menggelitik untuk Hanan.


Hanan tercengang mendengar kata video dan foto.


Hanan dengan cepat melihat ada dua video dan ada banyak foto yang Yasmin terima, dan memang benar adanya itu adalah video dirinya bersama Yasmin kemarin saat berenang.


Hanan mendesah pelan, dia menyugar kasar rambutnya, matanya memerah karena menahan marah, mengingat ada orang yang berani menggambil gambarnya tanpa ijin.


" Siap yang berani merekam diam diam gambar ini, hah!!", Hanan pun bergumam dengan keras.


" Tidak perlu di marahin pak, buat apa, ini bukan fitnah jadi tidak perlu membersihkan nama baik, kata bapak tadi kan bapak tidak maling, tidak merugikan orang, ya sudah biarkan reda sendiri, mengurus yang begini itu tidak mudah, jika mau nuntutpun harus banyak duit, dan jika bapak ketahuan poligami akan ada sanksinya, lebih baik introfeksi diri saja, mawas diri pak, itu pilihan bapak, ga ada keadaan yang memaksa bapak untuk menikahi dia, tetapi bapak hanya tergesa gesa mengambil keputusan tanpa berfikir akhibatnya, dan ya ini akhibatnya, bukan hanya bapak, tapi lihat anak anak, mereka sedih, kecewa, marah, tetapi tidak bisa bicara apapun selain nrimo, pasrah dengan keadaan, malu sudah pasti, berontakpun mereka tidak bisa, menyedihkan", Yasmin seakan menumpahkan segala risau hatinya selama ini.

__ADS_1


Hanan hanya menarik nafas mendengar isi hati Yasmin.


" Semuanya sudah terjadi bun, bapak tidak bisa balik arah, bapak cuma mohon sama bunda semoga bunda bisa akur dengan Dewi, bimbing dia supaya bisa lebih baik", Ujar Hanan enteng, sementara Yadmin tanpa sengaja mengeryitkan keningnya dan mencibir, seakan akan gampang sekali Hanan bicara.


" Akur? Bimbing? Enak banget bapak bicara, yang punya kewajiban membimbing istri istri itu lelaki, suami bukan bunda, sampai kebalik bicaranya, bapak lupa dengan tugas suami?", Kali ini Yasmin bicara diakhiri senyum miring, merasa puas dengan kepikunan dari Hanan.


" Bukan begitu bun, ya sudahlah, bunda juga sekarang pinter sekali ngeles, bunda udah berubah", Hanan hanya bisa mendesah.


" Tidak, bunda tidak berubah, hanya saja bunda belajar untuk lebih menghargai diri bunda sendiri", Jawab Yasmin dingin, jelas Hanan merasa Yasmin berubah.


~~


Setelah perdebatan Yasmin dan Hanan, Yasmin makin menunjukkan dirinya yang perlahan tapi pasti Yasmin akan berubah.


Yasmin tak pernah menuntut gaji Hanan, sedikasihnya saja, biasanya sebulan tiga juta ya segitu saja, karena gaji Yasmin dari mengajar les jauh lebih besar dari pada pemberian Hanan.


Yasmin tak pernah menuntut meski uang itu sangatlah kurang, namun dari pada banyak menuntut mending diam dan diterima saja, bagi Yasmin itu cukup untuk biaya makan ala mereka, makanan rumahan dan selalu ada tersedia.


Sedangkan dipihak sana diberi sama oleh Hanan, meskipun pada awalnya cuma dikasih separuhnya, namun bulan bulan berikutnya Dewi protes merasa tidak cukup dengan uang pemberian Hanan.


Usaha jualan online nya juga tak selancar dulu, ternyata dulu Dewi lancar jualan karena sering promo dan diskon, dan itu ternyata modal dari gadaikan sertifikat rumahnya.

__ADS_1


OH NO.....


Bersambung.....


__ADS_2