JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Kegusaran Hanan


__ADS_3

Sore harinya pulang kerumah, anak anaknya terlihat cemberut apalagi Haya, anak itu benar enar terlihat marah dengan bapaknya.


" Bapak!!!", Teriak Haya ketika bapaknya turun dari ojek kemudian masuk rumah.


" Assalamualaikum", Sapa Hanan, terbiasa masuk rumah dengan salam jika si rumah sendiri tetapi jika di rumah Dewi tidak.


" Waalaikum salam", jawab Hasan, Ya begitu masuk rumah nampak ketiga anaknya tengah nonton tivi tapi tidak dengan anak gadisnya dia tengah berdiri dengan tangan dipinggang dan mata melotot marah menyambut bapaknya pulang.


" Bapaaakkk!!!! Bapak habis dari mana? Bapak sekarang jarang tidur di rumah, jarang pulang!!! jangan jangan benar yang diomongin tetangga, bapak nikah lagi??? ", Haya tak ada rasa takut dan hormat pada bapaknya, dada gadis tujuh tahun itu naik turun menandakan jika dirinya tengah marah besar.


Deg


Dada Hanan bergemuruh, sendi sendinya terasa melemas, meski dia seorang bapak yang tidak begitu perhatian pada anak anaknya nyatanya mengetahui jika gadis kecilnya tahu tentang dirinya yang menikah lagi, hatinya tetap sakit, tidak ikhlas, apalagi anaknya tahu dari tetangga.


" Haya benci bapaakkk!!!", Gadis itu sudah menjerit dengan tangis kemarahan.


Hanan kehilangan kata kata, jika bisa memilih dia akan putar balik hidupnya. Rasa kasihannya dulu pada Dewi ketika hendak menikahi tidak ada apa apanya dibanding rasa sakit yang di rasakan hatinya kini, hati Hanan sakit melihat anak gadisnya begitu kecewa terhadap dirinya.


Sementara Hasan terlihat tenang, meskipun tak dapat dipungkiri jika diapun begitu tidak terima atas ulah bapak ya, tapi tidak dengan Husain, bocah itu pun ikut bereaksi begitu Haya menyebut jika bapaknya nikah lagi.


" Bapak nikah lagi? Dengan siapa pak? Apa salah bunda? ", Husain bangikit dari duduknya dan mendekati bapakbya dengan mata yang berkaca kaca.


Hancur! Ya hati Hanan hancur tak bersisa, Hanan jelas tahu ketika anaknya sangat terluka dan kecewa terhadap dirinya.


Pertanyaan " apa salah bunda?" itu membuat hati Hanan bagai diremat dengan garam.


" Jawab pak, selama ini bapak terlihat baik baik saja dengan bunda, tapi bapak berselingkuh, tidak salahkan jika kami menuduh bapak jahat!!", Hasan menimpali omongan Husain.


Hanan memandangi satu satu wajah anaknya, Haya menjerit jeritdan memukuli dada bapaknya, Hanan akhirnya merengkuh putrinya dalam sdekapan, air matanya ikut mengalir. Jeritan putrinya tak pelak membuat matanya memanas hatinya bagai diremas.

__ADS_1


" Maaf! Maafkan bapak, bunda kalian tidak salah, yang salah bapak, bapak salah maafin bapak", Ucap Hanan dalam tangisnya, hari ini hatinya begitu sakit, anak anaknya akhirnya tahu.


" Bapak jahat", lirih Husain, dia beranjak pergi meninggalkan ruangan itu dan masuk kamar, mungkin anak itu ingin menumpahkan air matanya diatas bantal agar tak ada orang tahu jika dirinya menangis.


" Kenapa bapak nikah lagi, kenapa?", Gadis kecil itu masih sesenggukan didada bapaknya yang duduk selonjoran dilantai.


" Maafin bapak, maafff", Ujar Hanan, membelai rambut Haya.


" Tetangga pada tahu jika bapak nikah lagi, Hasan kasihan sama bunda pak, sebesar apa kesalahan bunda, kok bapak tega menyakiti hatinya?", Ujar Hasan dengan tenang.


Itu, iya pertanyaan itu, barusan Jleb dada Hanan seperti ditimpuk batu besar, hancur.


Hanan hanya menarik nafas dalam, tak ada kata kata yang bisa keluar dari mulutnya.


" Bunda tidak salah, bapak yang khilaf kak", Jawab Hanan pada akhirnya.


" Assalamualaikum", Yasmin yang baru saja pulang kerja masuk kedalam rumah dan terkejut mrndapati putrinya tengah sesenggukan dipangguan Hanan.


" Ada apa nak, kenapa adik nangis?", Yasmin mencium tangan Hanan dan mengusap lembut rambut Haya.


" Bapak jahat bun, bapak nikah lagi, tadi tetangga pada bilang begitu sama Haya", Bocah itu bicara dengan sesenggukan.


Yasmin melongo matanya langsung menyorot Hanan tajam, bibirnya tak bisa berkata kata. Hati Yasmin sakit, lebih sakit ketika Hanan menduakannya.


" Sini nak, maafin bapak ya.... jangan dengerin omongan orang atau tetangga, mungkin bapak menikah lagi karena banyak kesalahan yang bunda perbuat, mungkin bunda tidak bisa buat bapak bahagia, Haya yang sabar ya, semoga istri baru bapak sayang sama Haya, jadi Haya banyak yang menyayangi", Yasmin merengkuh putrinya dari pelukan Hanan, hatinya hancur, sungguh demi spapun Yadmin saat ini ingin menjerit sekeras kerasnya.


Sementara Hanan mendengan ucapan Yasmin yang begitu tenang saat pengucapannya dan terasa tulus tak pelak air matanya turun membasahi pipinya.


Mau minta maaf, dan mengakui jika sungguh dirinya yang bersalah bukan Yasmin tapi mulutnya seperti rapat dan terkunci.

__ADS_1


~~


Seminggu sejak kejadian Hanan terus berada di rumahnya dan belum menyambangi Dewi dimalam hari atau menginab, tetapi jika siang sesekali waktu datang kerumah Dewi hanya untuk memastikan jika istrinya berada di rumah kelayapan.


Dan hari ini Hanan bermaksud mendatang Dewi lebih pagi dari biasanya. Namun alangkah terkejutnya Hanan yang mendapati Dewi tengah marah marah pada kedua anaknya.


" Ma, kenapa mereka dimarahin, salah apa mereka hingga menangis jerit jerit begini?", Hanan buru buru turun dari motor untuk merengkuh kedua anak tirinya yang sedang menangis akhibat kemarahan sang mama.


" Mereka merengek aja pak, mengajak piknik, menagih terus tiap hari hingga telinga mama ini rasanya panas", Jawab Dewi melotot tidak terima ditegur Hanan.


" Bapak sih pilih kasih, giliran anak istri bapak yang disana aja, diajak berlibur, ngineb divila tapi kita boro boro diajak piknik, katanya mau kepantai, mana? Ngibul aja digedein!!!", Ketus Dewi dengan suara keras, seakan tak ada rasa malu didengar tetangga tengah membandingkan dirinya dengan istri tua.


Hanan hanya bisa menarik nafas dalam, benar benar hidupnya seperti dihimpit dua benda besar yang dua duanya susah untuk disisihkan.


" Oke, kita berenang ya hari ini, soalnya besok sudah masuk sekolah lagi, siap siap yuk!", Hanan berbicara lembut pada bocah itu dan mereka mengangguk.


" Mama juga ikut, kita bawa motor sendiri sendiri, kita berenang di kolam renang Cahaya Cinta saja, disana juga ada wahana bermain", Ujar Hanan dingin pada Dewi, hati Hanan dongkol karena istrinya ini selalu saja tidak bisa diajak berdiskusi, selalu membuat pusing saja, pikir Hanan.


" Mama di rumah saja, heuh... ogah kalau cuma liburan tipis kayak gitu!", Gerutu Dewi.


" Lalu maunya mama apa?", Tanya Hanan menahsn kesal.


" Ya ngineb dua hari lah di bungalo pinggir pantai".


" Ya, tapi tidak sekarang!", Jawab Hanan ketus.


" Ikut dulu yang sekarang, bapak tidak menerima penolakan", Ujar Hanan dingin dengan mata menyorot tajam Dewi, tak ingin Dewi mengambil kesempatan dengan pergi sendiri seperti seminggu lalu, pergi karaoke sampai tak ingat waktu.


Dewipun menurut walau kakinya dihentak hentakan dengan keras kelantai, Hanan merasa bodo amat yang penting kali ini istrinya mau menurut.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2