JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Gara gara Ayam Bakar


__ADS_3

Yasmin tak menanggapi ocehan Dewi tetapi si mang penjual menuruti omongan Dewi, dan alhasil ayam bakar yang dibeli Yasmin ada lima sementara Dewi cuma tiga.


Yasmin tersenyum tipis dibibirnya tetapi dalam hati ngakak, terpingkal pingkal, kebayang jika nanti di rumah Hanan mlongo tak mendapat jatah ayam bakar, berani tidak Hanan datang kerumah, karena pasti Dewi bilang jika ayam jatah Hanan yang beliin Yasmin.


Dalam hati Yasmin nantangin, jika benar mantan suaminya datang maka ayam bakar itupun akan ia suguhkan bersama dengan kopi dan juga sambal tambahan dari Yasmin.


Yasmin akan menagih haknya anak anak, bulan kemarin Hanan mangkir dari kewajibannya, uang tiga juta sesuai kesepatan dipengadilan tidak Hanan penuhi.


Dan pastinya sekalian sama bulan ini yang hampir habis, ditambah uang untuk persiapan anak anaknya masuk sekolah baru dan liburan.


Yasmin akan menuntut dengan ucapan yang serius dan akan ada krjutan jika Hanan tidak bisa menuruti tuntutannya.


Dulu Yasmin penurut dan bersabar, karena dia berbakti pada Hanan yang suaminya tetapi kini hubungan mereka sudah tidak ada tuntutan untuk saling berbakti, cukup saling sopan sebagai sesama manusia, dan saling hormat karena mereka memiliki tiga anak.


" Bunda hari tidak masak, jadi kita makan dengan ayam bakarnya mang sodik", Yasmin menyiapkan menu makan malam mereka di meja makan munggil yang biasa mereka pakai untuk makan.


" Alhamdulillah.... ini enak srkali bunda, bunda yang sehat terus pokoknya", Aya bersuka cita karena makan ayam bakar kesukaannya.


" Aamiin yarobal alamiin, kalian yang rajin belajar ya, kakak Hasan dan Hussin ujian sementara Haya mau kelas tiga", Yasmin memandang putra putrinyasatu persatu dengan senyum.


" Kok ayamnya masih ada satu lagi?", Tanya Husain.


" Tidak apa apa, senfaja bunda lebihkan satu sispa tahu bapak kesinj", Jawab Yasmin dengan tersenyum mengingat kejadian tadi.


" Bunda kangen sama bapak?", Tanya Hasan hati hati.


" Tidak, bunda pikir kalian yang merundukan bapak", Jawab Yasmin santai.


" Bunda sudah tidak boleh kangen dengan bapak kalian nak, kan kami sudah pisah, jikapun bunda mengharap ada bapak, itu semata mata demi kalian jika kalian meridukan bapak", Ucap Yasmin.


" Husain tidak rindu sama bspak bunda, Husain masih sebal karena tega ninggalin bunda dan memilih mak gembrot itu", Husain menjawab cepat dengan lantang dan menunjukkan jika memang Husain tidak merindukan bapaknya.


" Aya kangen bunda, tapi Aya masih marah sama bapak, Aya benar benarga suka bapak malah sama mak embrot itu", Wajah Aya bersemu sedih dan cemberut.

__ADS_1


" Sudahlah bunda, ini malam tidak usah membicarakan bapak, bapak sedang diuji dengan khilaf semoga jika bapak sadar tidak akan menyesali karena tidak menganggap kita", Ucap Hasan datar.


" Bagaimana jika kita pindah kota A, kota itu cukup besar dan maju lho, kalian bisa memilih sekolah yang kalian suka nanti". Rayu Yasmin.


" Hasan Yes", Jawab Hasan mantap tanpa berpikir ulang.


" Aya ga mau, entar Aya ga punya teman, kenapa harus pindah bun???", Bocah itu sedikit sewot, karena memang tidak mudah memvawa pindah bocah segede Aya, hati mereka masih terlalu polos untuk meninggalkan orang orang yang telah dikenal, akan sedikit susah tentunya.


Selain itu terkadang ditempat baru orang tua harus mendampingi hingga benar benar mendapat teman yang cocok baru bisa beradaptasi.


" Pindah ya bun, kenapa? Padahal Husain mau sekolah di SMP Harapan Bangsa biar Husain bisa naik truk tentara", Lain lagi dengan Husain anak itu memang menyenangkan dan lucu, sehingga bercita cita sekolah di sekolah yang berada di lokasi militer, dan sekolah itu jika akan mengadakan kegiatan pasti menyewa truk tentara untuk mengangkut murid muridnya.


" Iya lah bun, kita tidak usah pindah!!", Aya merengek kembali.


" Ya sudah, liburan ini kita tidak ada piknik karena bapak pasti akan membawa keluarga barunya piknik, jadi kita pulang kampung bunda saja, kita jenguk yangti, yangkung juga mbah uti dan mvah kakung ya", Ujar Yasmin.


" Iya bun, Assyiikkk", Mereka bertiga sumringah karena akan bertemu nenek dan kakeknya dikampung.


Tok


Tok


Tok


" Siapa itu, buka pintunya dik", Titah Yasmin menyuruh Aya. Ayapun beranjak membukakan pintu.


" Bapak!", Teriak Aya, membuat senyum miring yang sangat kentara terukir di bibir Yasmin, sungguh tebakannya benar adanya.


" Suruh masuk dik", Ucap Yasmin yang masih duduk di kursi meja makan.


" Bapak masuk, kita baru selesai makan", Anak gadis itulangsung bergelayut manja pada bapaknya.


" Iya, Assalamualaikum", Sapa Hanan, kemudian duduk disofa, dan kedua kakak H langsung memberikan salam kemudian Husainpun langsung merangkul bapaknya penuh rindu, namun Hasan langsung pergi setelah bersalaman.

__ADS_1


Hanan merangkul Aya dan Husain dikanan dan kiri lengannya, sesekali mencium puncak kepala dua bocah itu bergantian.


" Bapak kangen!", Hanan.


" Aya juga pak, bapak kirain sudah tidak mau pulang kesini", Jawab Aya cemberut.


" Bapak senang ya disana, jika disini sebel ya, soalnya Aya manja", Jawab Husain.


" Bapak bahagia jika bersama kalian", Hanan.


" Bapak bohong! Kalau kita buat bapak bahagia tidak mungkin bapak ninggalin kita bahkan nyakitin bunda", Ketus Aya.


" Ya, itu urusan orang dewasa Aya", Jawab Husain.


" Iya, orang dewasa itu suka membuat anak anak sedih", Aya masih cemberut.


" Ini kopinya mas", Yasmin menyuguhkan kopi tanpa memberi tawaran pada Hanan, Wajahnya tidak lupa sudah tertutup. khimar rapih, bajunya yang tadi daster panjangpun sudah diganti gamis longgar warna hitam.


Deg


Hati Hanan bergetar, sudah sangat lama Yadmin tidak petnah memanggilnya mas lagi, semenjak Hasan mulai bisa bicara, iya semenjak saat itu, dan akan memanggil mas jika mereka tengah diranjang saja, dan itupun ketika mereka tengah beradu asmara.


" Iya bun, terima kasih", Wajah Hanan merona, dan sedikit tersipu dia meraih cangkir yang disungguhkan Yasmin.


" Istri mu mas, yang menyuruh kesini?", Tanya Yasmin.


" Oh... haa... Tidak, mas kangen sama anak anak", Jawab Hanan gugup karena Yasmin terus terusan memanggilnya mas.


" Bapak Aya mau belajar dulu, jangan pulang dulu ya, tunggu Aya mengerjakan pe er dulu", pamit Aya.


" Husain juga", Husain pun ikut pamit meninggalkan bapaknya.


" Ya, nanti jika bapak hendak pulang pasti pamit sama kalian".

__ADS_1


" Bun, bapak minggu kemarin habis pulang dari kampung, ibu sakit, beliau merindukan mu", Ujar Hanan dengan mata menatap tajam pada Yasmin, ingin rasanya membuka penutup wajah itu, kenapa masuk rumah ini rasa rindunya pada Yasmin sangat besar, hingga menyesakkan dadanya.


Bersambung.....


__ADS_2