JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Kelinci nakal


__ADS_3

" Bapakkk.... Jangan pak, jangan!!!", Bu Rosa berbicara lembut, takut Hanan ngamuk karena sudah diubun ubun geloranya. Bu Rosa hampir mau, rasa kesepian haus akan belaian hampir saja ia mau di ajak *** *** dikamar mandi oleh Hanan.


" Bu... tolongin saja... tolong bu... sekali saja bu, saya udah tidak tahan", Suara Hanan menahan gejolak asmaranya.


" Maaf pak!", Bu Rosa menghindar berlalu keluar kamar mandi dan merapikan lagi bajunya, sementara Hanan yang sudah melepas bawahannya masih dikamar mandi untuk memina bobokkan ular kadutnya.


Bu Rosa keluar begitu saja, pergi meninggalkan rumah kosan Hanan, tidak dipungkiri jika bu Rosa mau datang ke tempat ini karena awalnya ada niatan bermesraan dengan Hanan tapi tidak mau jika sejauh itu.


Pikirannya mengingat jika suaminya tahu dan menangkap basah bisa gila dia, anak dibawa suami harta gono gini pun tidak didapat.


Mending kabur segera biarlah dia akan menunggu suaminya pulang saja untuk menuntaskan hasratnya.


Sambil jalan menuju sekolah anaknya bu Rosa merenungi sejenak perbuatannya, " Apa begini rasanya orang yang kesepian, sungguh menyiksa... ", Gumam bu Rosa.


Hanan frustasi, sudah sering kali begini sama bu Rosa, gagal total, tapi setiap kali bu Rosa datang dia akan menyambutnya dengan senang hati.


" Aahhh..... sudah terlanjur hidupku kacau, rasanya aku ingin merasakan milik bu Rosa, kok susah banget sih... selalu saja gagal!", Gerutu Hanan.


" Begini nih, kalau godain istri orang, bikin penasaran.... coba sama janda sudah menang banyak aku", Guman Hanan frustasi.


Rupanya Hanan makin penasaran, benar benar Hanan ini lagi nakal, seakan lupa daratan pisah dari Yasmin dan Dewi makin menggila.


Hanan tidak sadar, jika hidup hanya seperti ini terus, maka hidupnya hanya jalan ditempat, tak ada kemajuan, orang lain sudah berpikir dan bertindak positif dan meraihnya sampai jauh dan semakin maju sementara boleh jadi jika tidak segera sadar hidupnya akan mundur.


" Haahhh....", Hanan melepas rasa kecewanya dan memperhatikan ruangan kamarnya, bu Rosa sudah pergi tidak ada lagi disana.


" Dasar kelinci nakal, kabur dia", Gumam Hanan menyugar rambutnya kasar.




Hari ini Yasmin dan dokter Yusuf sedang packing barang barang karena mereka sudah siap pindah kerumah baru.



Anak anak sudah kembali aktifitas sekolah, Hasan sudah kembali ke sekolahnya juga dan baru akan pulang satu bulan kedepan, itupun jika Hasan ingin mengambil libur, karena jika tidak maka kegiatan hafalan alQur'an terus beralan.



" Bun... masih ada sisa ruang kosong dibelakang, kan ada taman, kolam ikan dan area olahraga, dipojok sana nanti sebaiknya di buat apa ya? Lumayan itu luas 5x7m", tanya dokter Yusuf pada Yasmin.



" Untuk mushola, bagus sepertinya pas banget, disampingnya ada kolam ikan koi... wuiihh... sejuk", Jawab Yasmin membayangkan ada mushola dihalaman belakang rumahnya.



" Iya, ayah setuju bun!", Dokter Yusuf manggut manggut senang atas ide Yasmin.



" Oke, minggu depan kita sudah bisa pindah kesini sepertinya bun, jika cuma tinggal mushola tidak masalah sambil kita tempati, biar ada pekerja juga yang bantuin bawa barang barang kita", Imbuh dokter Yusuf.



" Iya mas".



" Ayah kira setelah kita nikah rumah ini langsung beres, ternyata hingga hampir dua bulan kita menikah belum beres juga ya", Ucap dokter Yusuf.


__ADS_1


" Ya sabar yah, kita kan tidak buru buru juga untuk pindah", Jawab Yasmin.



" Rumah bunda nanti dikontrakan saja, biar ada yang nempati dari pada kosong!".



" Sudah ada yang ngobtrak malah, kan barang barangnya sudah dipacking, hanya sebagian tak rusuh makai yang ngontrak, dan untungnya mau, jadi tidak repot", Ucap Yasmin.



" Oh, sudah yang ngontrak? Syukurlah", Jawab dokter Yusuf.



" Tinggal progam baby ya? Ayah mau kita punya anak, bunda jangan khawatir ayah akan mengawasi kesehatan bunda", Ujar dokter Yusuf.



Mendengar dokter Yusuf bilang sudah hampir dua bulan menikah, Yasmin jadi ingat bahwa dia semenjak nikah belum kedapatan haidnya.



Jantung Yasmin langsung berdetak, deg deg deg, ada rasa khawatir jika keinginan suaminya tidak bisa dipenuhi mengingat usia tapi ada rasa deg degan karena belum dapat haid juga.



Yasmin diam dengan memutar otaknya supaya bisa test dan jika hasilnya positif dia akan memberi kejutan pada Suaminya.



" Kita pulang yuk ayah, sidah sore nih", Ucap Yasmin.




" Mereka naik sepeda, tidak perlu dijemput", Jawab Yasmin.



" Mang, kita pulang dulu ya, nitip rumah ini", Ucap dokter Yusuf pada para Mang yang kerja.



" Iya pak, bu mari", Jawab para pegawai.



Dokter Yusuf dan Yasmin pun menaiki mobil untuk pulang, saat dijalan Yasmin minta berhenti pada fokter Yusuf.



" Mas, di depan yang ruko ruko utu berhenti dulu, bunda mau beli kapan, mas tunggu dumobil saja", yucap Yasmin.



" Tidak msu ditemani? ", Tanya dokter Yusuf.



" Tidak usah! Cuma kapan di Apotik juga ada, bentar ya mas, Mas mau sesuatu?", Yasmin turun dari mobil dengan hati hati.

__ADS_1



" Tidak, hati hati ga usah cepet cepet jalannya", Ucap dokter Yusuf.



" Iya mas".



" mbak saya mau testpeknya dong, yang biasa sama yang bagus satu satu mba, tapi semuanya 5 biji ya, sama kapasnya juga satu bungkus yang besar", Ucap Yasmin



" Baik bu".



" Ini bu, semuanya jadi dua ratus lima libu", Ucap pelayan, Yasmin segera membayar dan menyembunyikan tetspek tersebut di dalam tasnya sementara kapasnya ia tenteng di kantong plastik dari apotik tadi



" Bener nih, mas tidak mau apa apa?", Tanya Yasmin kembali setelah sampai mobil.



" Enggak cintaku, kita pulang ayah rasanya mau makan masakan bibik, apa itu.... balado dendeng", Jawab dokter Yusuf, membuat Yasmin mengeryit.



" Balado dendeng?, bibi hari ini masak asem asem lho Yah, beli saja nanti di rumah makan Sederhana didepan itu, daripada lama nunggu bibi bikin, keburu tengah malam, buatnya susah harus direbus dengan air kelapa lebih dulu ", Jawab Yasmin heran, suaminya kayak mimpi ujug ujug mau makan balado.



" Ya boleh, enak disana balado dendengnya", Dokter Yusuf setuju.



" Syukurlah, dia mau...", Batin Yasmin.



" Tapi besok bibi harus buat sendiri balado dendeng, cabenya yang banyak diuleg kasar... beuhhh... eunak pasti", Ucap fokter Yusuf membayang makanan yang sedang ia inginkan.



" Mas kamu....", Yasmin hampir keceplosan tetapi diurungkannya ucapannya barusan, Yasmin hampir keceplosan " Ngidam".



" Iya kenapa?", Tanya dokter Yusuf mendengar pertanyaan Yasmin yang tidak jadi dilanjutkan.



" Biar aku yang turun mas, buat beli dendengnya ya?", ucap Yasmin kemudian.



" Tidak bisa mas yang harus pastiin sendiri, memilih yang terlihat segar dan banyak ulegan cabe merahnya, uanakkk pasti, cintaku mau tidak?", Tanya dokter Yusuf penuh semangat.



Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2