JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Yasmin yang galak


__ADS_3

Yasmin tersenyum senang, " Terima kasih dok!", Menangkup tangan didada.


" Tapi mulai saat ini kita kumpul kebo, dan saya akan tinggal disini bersama Halwa", Yasmin langsung syok dan melotot tajam pada dokter Yusuf.


" Aishhh.... ", Yasmin langsung menarik nafas dalam dan memberengut.


" Apa lagi?", Tanya dokter Yusuf cuek, dan pura pura tanpa dosa.


" Pulang sana, jangan kesini sini!!", Yasmin menyenggol kaki dokter Yusuf saking kesalnya.


" Masak sama calon suami kok ngusir!", Ucap dokter Yusuf fokus dengan ponselnya.


" Baru calon, ga dosa ini!", Balas Yasmin ketus.


Begitulah cara dokter Yusup menembak Yasmin, tidak perlu moment special yang ada pemaksaan, yang penting Yasmin pada akhirnya nanti jadi istrinya. Dan nanti baru dokter Yusuf hendak memberi kejutan pada sahabatnya yang diluar kota.


" Halwa kita pulang yuk... kita sudah diusir nih sama bunda", Adu dokter Yusuf seperti korban pengusiran.


" Ah, iya gitu bunda mengusir kita?", Tanya Awa tidak percaya.


" Ayah doang yang bunda usir, soalnya ayah mu bikin bunda kesal", Jawab Yasmin dengan tersenyum pada Awa.


" Tuh kan! Ayah saja berarti yang pulang, Awa sudah bawa baju ganti dan peralatan sekolah untuk besok jadi Awa nginab disini Yah!", Jawab Awa santai.


" Kamu ya! Ya sudah besok ayah antar kesekolahnya, siapin sarapan buat ayah juga ya bun besok pagi", Dokter Yusuf nyengir sambil menatap Yasmin yang makin terlihat kesal.


" Wani piro!!", Ketus Yasmin dengan menatap dokter Yusuf kesal.


" Berapapun, tenang aku bayar kok!", Jawab dokter Yusuf dengan terkekeh, hatinya senang hari ini semua rasanya telah ia sampaikan pada incarannya sewaktu belum jadi dokter dulu, alias masih kuliah.


Cinta pertamanya, yang tak berani diungkapkan karena persahabatan dan tak mungkin juga dimiliki saat itu karena telah dipinang orang.


" Halwa tidur sini, pulang gih sana... !", Usir Yasmin.


" Oke! Oke! Bunda.... Ayah pulang dulu ya, nanti seminggu lagi Ayah bakalan bobonya sama bunda terus hi hiii", Dokter Yusup nyengir.


" Iya sana, dalam mimpi!", Yasmin berkacak pinggang sambil memperhatikan dokter Yusuf yang berdiaap untuk pulang.


Dokter Yusuf memperhatikan Yasmin dalam posisi seperti itu membuatnya terbahak seraya setengah berlari keluar rumah.


" Widiiihhh.... ternyata galak ya, tapi kok makin cantik ya saat begitu", Dokter Yusuf terkekeh lebar sambil masuk kedalam mobilnya.


Yasmin makin melotot mendengar ucapan dokter Yusup yang mengataknya galak.


" Pulang dulu bunda, nitip Awa ya... Assalamualaikum", Dokter Yusuf meninggalkan rumah Yasmin perlahan, setelah Yasmin menjawab salamnya.



Dewi pagi ini hendak pergi dengan teman temannya, akan ke rumah temannya yang baru saja membeli sebuah vila di pinggiran kota.



Teman Dewi tidak jauh beda kelakuan dengan Dewi, maka acara syukuran villa baru pun juga hadir mang Usep sebagai penasehat speritualnya untuk memberikan syarat supaya villanya tidak ada makluk lain yang menghuni, dalihnya.


__ADS_1


Terjadilah pertemuan itu dengan Dewi, Mang Sableng yang masih merasa jika Dewi belum melunasi urusannya pun sedari tadi mendekati Dewi mengajak berbincang dan sedikit merayunya.



" Kesini bawa motor sendiri?", Tanya mang Usep pelan agar tidak didengar teman Dewi yang lain.



" Bareng bareng naik mobil Cici".



" Nanti pulang bareng aku ya!", Rayu mang Usep.



" Tidak lah, gampang nanti pulangnya bisa naik ojek on line jika Cici dan yang lain masih mau main".



" Bareng aku aja, nanti aku antar juga, sampai kamar, mau ya?", Bisik mang usep dengan siara sedikit mendesah ditenga Dewi membuat bergidik.



" Ngacau!", Jawab Dewi kesal.



" Halah!!! Jangan sok suci kamu! Hutang amu ke aku masih banyak!", Bisik mang Usep lagi.




" Ya itu, tambalannya yang masih kurang, habis tambalannya mantap banget!", Lirihnya.



" Aisshh ", Dewi melotot marah.



" Jangan menolak, dari pada aku sebarin keteman teman mu tentang gaya gaya hot mu yang euuuhhhh", Bisik mang Sableng dengan duara mendesah pelan di telingga Dewi, dan lagi lagi Dewi bergidik.



" Dasar!!", Dewi menghindar dari jangkauan mang Usep.



Semrntara Hanan masih sering jalan dengan bu Rosa, diam diam terbawa hanyut pelan, saling membutuhkan dan saling menghangatkan suasana.


" Pak, sekarang jangan terlalu sering menghubungi saya dulu ya, sepertinya suami saya mulai curiga", Ucapnya pada Hanan.


" Ya, memangnya dia lagi dikota ini?", Tanya Hanan sedikit kecewa soalnya rencananya dia hari ini mau mengajak bu Rosa berbagi keringat, gagal sudah, dan semenjak mereka dekat belum pernah mereka melangkah sejauh itu, cuma makan dan ngobrol, telponan, berkirim pesan saja.

__ADS_1


Tapi hari ini Hanan rasanya ingin berbagi peluh, penasaran dengan wangi keringat bu Rosa, dan rasanya, sudah lama juga tidak berselera dengan Dewi, makanya saat terakhir bertemu mereka sudah janjian mau ke hotel barang sejam atau dua jam tetapi malah dapat kabar jika suami bu Rosa sudah muli curiga.


Mereka saat ini sedang bicara di ruang kelas, yang anak anaknyasedang istirahat, guru lain yang tidak tahu seperti mereka sedang membicarakan tentang anak bu Rosa mengrnai pelajaran, tapi nyatanya mereka bicara hal yang sangat pribadi.


" Tapi ibu mau kan jika kita suat hari bertemu di luar?", Tanya Hanan lirih, bu Rosa mengangguk ragu.


" Takut pak, tapi..... ", Ujar bu Rosa tidak dilanjutkan.


" Penasaran? Sama! Bapak juga.... sekali kali saja kok bu.... ", Jawab Hanan enteng, seperti bukan dosa yang sangat besar, begitulah jika khilaf tak disadari, lempeng saja seperti jalan tol, inginnya ngebut tapi begitu benjut.... ingat bukan hanya benjol, tetapi ambyar.


" Aaisshhh.... penasaran apanya saya sudah bersuami pak, sudah tahu rasanya, yang jelas kita begini saja lah, jangan aneh aneh pak, saya masih cinta sama suami saya", Jawab bu Rosa.


" Jadi bagaimana? Kita tetap bisa seperti biasa kan, ngobrol?", Hanan memicingkan matanya.


" Ya begitu pak, jangan terlalu kentara saja, takut suamiku tahu", Ucap bu Rosa kemudian pamit dari ruangan itu.


Hanan mendesah, berbicara dengan bu Rosa seperti dimelihat bayangan seseorang tetapi dengan versi yang berbeda, siapa ya? batin Hanan.




Pagi ini dokter Yusuf sudah datang kerumah Yasmin dengan menyeret sebuah koper dia keluar dari mobilnya.



" Assalamualaikum", Sapanya pada Yasmin yang masih berkutat didapur.



" Waalaikum salam", Jawab Yasmin acuh.



" Lah, kok! Bawa koper?", Mata Yasmin sudah melotot tajam.



" Kan mau kumpul keb....", Dokter Yusuf menurup mulutnya takut anak anak mendengar, Yasmin makin melotot dengan wajah penuh kemarahan, menghampiri dokter Yusup dan mendorongnya keluar.



" Apa sih bun, ini koper perlengkapan sekolah dan baju Awa, saya seminggu ini mau ada urusan, dan minta tolong ya nitip Awa, mau kan?", Ujar dokter Yusuf dengan wajah memohon.



Bersambung.....



***Terima kasih like, komen semangat kalian.... terima kasih banyak ya....



Uuuhhhh.... lop lop sama kalian semua... 🤗☹️☹️***

__ADS_1


__ADS_2