JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Ancaman


__ADS_3

Sambil menikmati bakso tahu pemberian bu Rosa, Hanan sesekali menikmati wajah bu Rosa yang dipoles make up tipus, terlihat natural dan sangat manis.


Rambut panjangnya yang tergerai, diterpa angin melambai tampak semakin membuatnya terlihat cantik.


Beberapa kali Hanan memperhatikan, dalam hati Hanan merasa ada kemiripan antara Yasmin dan bu Rosa.


Senyumnya, kelembutan jika sedang berbicara, kadang galak dan tegas, bedanya Yasmin lebih cerah warna kulitnya, hidungnya lebih mancung , matanya lebih bulat dan korneanya hitam bulat besar sempurna, sedangkan bu Rosa rambutnya sedikit lebih tipis dan di warnai kecoklatan, matanya sedikit lebih kecil, hidungnya bulat dan pipinya sedikit cabi. Tetapi jika berbicara dan tersenyum sama sama lembut dan manis.


Beberapa kali melihat bu Rosa, Hanan tertunduk, matanya memerah, Hanan tidak tahu apa yang dirasakan saat ini, sering bertemu bu Rosa tak pernah sekalipun dia membandingkan dengan mantan istrinya, tapi entah kenapa hari ini setiap menatap bu Rosa pikirannya teringat dengan Yasmin.


Dewi tak lepas mengawasi setiap gerak gerik suaminya, bahkan melihat Hanan dengan lahab memakan bakso tahu yang dibelikan bu Rosa, Dewi pun jadi menelan ludah, namun apa daya hanya bisa melihat dari jauh tanpa bisa ikut mencicipi.


" Bu ", Tiba tiba seseorang menyapa bu Rosa dan langsung mengecup kening bu Rosa didepan Hanan.


Sontak Hananpun terkejut namun tak berani berduara hanya tersenyum mengangguk sopan.


" Kenalkan pak guru, ini bapaknya Rendy putraku", Ujar bu Rosa memperkrnalan suaminya pada guru les putranya.


" Siang pak", Sapa Hanan sopan, hatinya jadi was was, melihat suami bu Rosa yang ternyata seperti bodyguard.


" Oh ya", Sekilas suami bu Rosa membalas uluran tangan Hanan dengan tatapan sinis.


" Bu, ajak anak kita untuk segera mandi, kita akan pergi kepuncak sekarang", Ujar suami bu Rosa, bu Rosapun menuruti perkataan suaminya.


" Pak, jangan coba coba memanfaatkan kebaikan istri saya, dia itu orangnya tulus dan sedikit lugu, jadi jangan pernah merayunya jika bapak masih mau panjang usia, sekali lagi bapak mendekati istri saya, habis sudah karir dan hidup anda", Ancam suami bu Rosa.


" Oh, maaf bapak jangan salah faham pak, saya tidak ada niat mengganggu istri bapak, saya sering mengobrol karena beluau mengantar anak bapak saja, tidak ada yang lebih pak", Jawab Hanan bohong, jika jujur mampus lah, memang mau langsung dibogem mentah orang didepannya ini.


" Bapak kira saya bodoh! Saya kira mata saya masih bisa melihat dengan jelas! Mulai hari ini anak saya tidak les lagi, dan jangan sekali kali menghubungi istri saya jika masih mau berkarir menjadi pengajar! saya kira ini cukup untuk membayar kopi bapak!!!", Suami bu Rosa melempar sejumlah uang, dengan keras di hadapan Hanan, uang sekitar lima lembar itu berhambuaran dan Hanan memungutnya kembali dengan maksud untuk di berikan kembali pada bu Rosa saja.


Sekelebat terlihat bu Rosa ditungun oleh suaminya dan Hananpun akhirnya tak berani memanggil kemudian berfikir untuk bertemu lain kali saja dengan bu Rosa kalau keadaan sudah lebih kondosif.


Sementara Dewi yang melihat kejadian itu sedari tadi hanya tersenyum kecut, apalagi melihat sekilas penjaga toko yang tadi ia tanya, disana wajahnya pun terlihat melongo.


Hati Dewi panas terbakar amarah, tapi kemudian Dewi akan menyusun rencana agar Hanan tidak merayu ibu muda yang tanpak anggun dimata Dewi.




Sementara Yasmin yang kemarin di lamar oleh dokter Yusuf merasa kesal dan uring uringan, namun meski begitu setelah semalam menyisihkan waktu untuk berkomunikasi dengan sang pemilih malam, dan hari inipun dilanjut dengan berpuasa.



Jika menuruti hatinya yang masih merasa sakit pernah mengalami kegagalan dalam rumah tangga tentu Yasmin tidak mau hal itu terjadi yang kedua kalinya, rasanya malas untuk memikirkan itu saat ini.

__ADS_1



Namun dia juga tidak bisa mengingkari hati dan perasaannya, jika dia juga butuh teman curhat, teman berkeluh kesah dalam semua permasalahannya.



Tidak mudah mengajar di tingkat SLTA, disana banyak problem juga, mengenai kenakalan remajanya, murid murid yang sudah mulai puber, serta dituntut harus mempersiapkan murud muridnya untuk bisa masuk ke universitas yang bagus.



Disitu terkadang problem seorang guru diluar dari pelajaran yang terkadang murid ada lancar dalam belajar ada yang seenaknya, dan Yasmin sebagai guru harus bisa mengatasi hal hal itu, terkadang penat dan membutuhkan teman cerita.



Begitupun dokter Yusuf sebagai dokter yang setiap hari berhubungan dengan pasien dan orang orang yang sakitpun, butuh seseorang yang bisa diajak untuk berbagi senang dan sedihnya.



" Bunda.... Iihhh!! Lihat bunda di buku yang ini ada tulisan bu yasmin lop yu", teriak Halwa sebal, ia nimbrung mendekati Yasmin yang sedang mengoreksi buku ulangan murid muridnya.



" Iya, pasti yang namanya Raihan ya?!", Ucap Aya.




" Hah! Bunda nambah fans lagi?!", Tanya Aya.



" Emang ada lagi yang suka nulis di bukunya begitu kak?", Tanya Awa, Yasmin tak menghiraukan dia sibuk dengan pekerjaannya.



" Iya, ada beberapa, tapi yang tidak pernah ketinggalan itu yang namanya Raihan, kakak juga sudah tahu Raihan itu f\*ckboy, kakak ga suka, potongan rambutnya juga ada ekornya dibelakang", Jawab Aya.



" Iihh.... mau aku pelototin jika Awa lihat orangnya, nakal! tidak sopan!!, berani nulis tulisan begitu sama bu gurunya!", Awa nampak sewot tidak terima.



" Bunda... jangan mau ya, sama murid bunda yang f\*ckboy itu, bunda sama ayah aku saja, ayah aku baik kok bunda, tidak pernah marah, terus suka nurut kalau Awa minta di belikan sesuatu.... bunda mau ya, ya yaa...", Awa manggut manggut menatap Yasmin penuh harap.

__ADS_1



" Iya bunda.... Ayahnya Awa juga baik banget sama Awa dan kakak", Aya pun ikut menimpali.



" Kalian berdoa saja, biar Alloh yang mengabulkan doa kalian", Jawab Yasmin sedikit tersenyum.



Biarpun Yasmin terlihat tidak menanggapi omongan kedua bocah itu namun dalam hati Yasmin bertanya sendiri.



" Apa memang harus sekarang?", Batin Yasmin bertanya dengan hatinya sendiri.



,~~~



Sementara habis pulang dari menjalankan misinya Dewi menunggu Hanan dengan kemarahan.



Begitu Hanan masuk rumah Dewi menatapnya dengan wajah galak dan sinis.



" Pantes bapak betah dikolam, ternyata disana ada putri duyungnya", Ujar Dewi dengan menggigit giginya menahan gejolak didadanya.



" Apaan, suami pulang kok malah bicara aneh aneh", Jawab Hanan datar.



" Aneh apanya? Bukannya putri duyungnya cantik dan berduit ya, sampai bikin betah berlama lama berendam dikolam setiap hari", Ketus Dewi lagi.



" Ngomong yang jelas! Mama ini kenapa? Suami pulang belum juga masuk rumah malah bicara ngelantur, ga jelas banget! Awas bapak mau lewat!!", Hanan menunjukkan wajah tidak sukanya dan menerobos masuk begitu saja.


__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2