
" Kalau begitu naik mobil aku saja sekalian kita cari makan siang", Jawab dokter Yusuf sumringah, meskipun dalam hatinya meragu jika nanti ketahuan suami Yasmin pasti akan terjadi kesalah pahaman.
" Nanti saya kan balik lagi kesekolah dok, biar saya naik motor saja", Jawab Yasmin.
" Nanti saya anterin sekalian saya juga balik ke rumah sakit, sekarang bareng dimobil saja, semoga suamimu tidak salah paham", Ujar Dokter Yusuf, sementara anak anak sudah berada di dalam mobil.
" Aduh, jadi ngerepotin dokter ya?!", Yasmin merasa tak enak hati.
" Tidak sama sekali", Jawab Dokter Yusuf.
" Oke ayo", Akhirnya Yasmin memutuskan untuk engikuti saran dokter Yusuf meski dengan rasa sedikit sungkan.
" Dok, mamanya Awa sudah lama perginya?", Pertanyaan Yasmin untukembuka obrolan didalam mobil, Sementara anak mengobrol asyik berdua.
" Sudah lebih dari tiga tahun yang lalu", Jawab dokter YUSUF.
" Sakit?", Yasmin.
" Jatuh dikamar mandi saat hamil enam bulan adiknya Awa, dan ya.... tidak ketahuan, kebetulan sedang di rumah sendiri, dan telat ketahuan jadi hanya bertahan dua hari dalam keadaan koma karena kehabisan banyak darah", Jawab dokter Yusuf sendu.
" Maaf dok jika pertanyaan saya menyakiti dokter", Yasmin menjadi kasihan melihan dokter Yusuf terlihat sendu.
" Tidak masalah, memang begitu kenyataannya, yang membuat saya masih kadang sedih itu karena saya ini, pekerjaannya menolong orang tetapi pas istri sendiri sangat membutuhkan malah tidak ada". Ucahnya sedih.
" Ya takdir dok, semoga dokter bisa mendapatkan pengganti istri dokter yang bisa menyayangi Awa dengan tulus", Jawab Yasmin.
" Belum kepikiran tetapi setelah melihatmu barulah hal itu terpikir, tapi mana mungkin ya, nanti suami marah", Dokter Yusuf tergelak.
Kening Yasmin mengkerut, mencerna ucapan fikter Yusuf.
" Suami!!?, ha haa.... suamiku sudah diatok men thok dok", Ucap Yadmin tergelak juga.
" Maksudnya?", Tanya dokter Yusuf, giliran dia yang mengkerutkan keningnya.
" Sudahlah, ceritanya panjang tidak perlu dibahas, malu dok.... Yang jelas aq ini seorang ibu beranak tiga, dah gitu saja", Yasmin tersenyum.
" Oh, maaf!", Dokter Yusuf kemudian terdiam, bukan apa apa rasa penasaran itu masih bercokol dihatinya, tetapi pelan pelan saja untuk mrngetahui lebih dalam lagi, batin dokter Yusuf.
" Yang gede umur berapa?", Tanya dokter Yusuf.
" Usia empat belas, kelas satu SMA, dia sekarang sekolah di boarding school biar bisa hafidz", Jawab Yasmin jujur.
" Udah punya bujang rupanya", dokter Yusuf.
" Alhamdulillah dok, bersyukur terus dengan ketiga anak anak penyemangat hidupku", Jawab Yasmin penuh syukur.
" Ada niatan untuk kembali berumah tangga tidak?", tanya dokter Yusuf.
" Belum kepikiran juga dok, mengalir saja lah tapi saya tidak meminta secara khusus, biarkan kalaupun sendiri terus ya tidak masalah biar bisa fokus mengurus ketiganya sampai mereka mandiri". Jawab Yasmin.
__ADS_1
" Boleh dong jika saya kenal lebih dekat dengan anak anak?", Tanya dokter Yusuf.
" Boleh dong, silahkan!", Jawab Yasmin.
" Udah sampai yuk kita turun", Ucap dokter Yusuf ketika mereka sampai di depan sebuah restoran khas sunda.
" Disini saja Ayah lagi mau makan sambel lalap".
" Tapi Awa mau makan sup ayah!".
" Disini juga ada, mau sup apa soto juga ada kok, sayur asem juga ada", Jawab dokter.
" Kalau ada sup kalau tidak ada soto saja", Awa.
Dan merekapun menikmati makan siang dengan hikmat, Yasmin dan Aya .makan ayam goreng dan sambel lalap.
Setelah selesai makan mereka menuju rumah Yasmin untuk memulangkan dua krucil dan melaksanakan kewajiban dhuhur, barulah Yasmin diantar oleh dokter Yusuf kembali kesekolah.
" Maaf ya jadi merepotkan", Yasmin.
" Tidak kok, aku sih senang banget bisa antar kamu ke sekolah bu guru Yasmin", Ucap dokter Yusuf dengan terkekeh.
" Ha haa... pak Dokter pinter ngombal ya, baru tahu! O ya, sekarang tugas dimana dokter Bryan dok?", Tanya Yasmin.
" Beliau sekarang berada di D, beluau baru saja dikariniai putri kedua, mungkin sekitar lima bulan lalu lah", Jawab dokter Yusuf jujur.
" Syukurlah, ikut senang mendengarnya", Yasmin.
" Ya nikah lagi lah dok, dokterkan masih muda, pasti yang ngefans sama dokter juga banyak, ditinggal pilih lah", Jawab Yasmin memberikan solusi untuk dokter Yusuf.
" Ya pastilah, aku juga pingin menikah lagi, tapi ya sabar lah kan baru bertemu sekali masak langsung nikah, ya sabar dulu lah", Jawab dokter Yusuf santai
" Dok udah sampai, makasih ya dok, Assalamualsikum", Yadmin kemudian turun setelah sampai sekolah.
" Ya, Waalaikum salam, hati hati", Dokter Yusuf pun kemudian pergi setelah memastikan Yasmin masuk ke gedung sekolah.
Setelah kejadian kesurupan Dewi itu, Hanan menjadi galau dan dingin dengan Dewi.
Dewi saat ini pun merasa jika suaminya tak semanis biasanya, akhirnya usaha dengan diet, dan memperbaiki giginya, serta berpakaian lebih rapi serta memakai hijab, bahkan atas saran ustadz Bukhori akhirnya diapun ikut majelis di mushola dekat rumahnya.
Dewi masih menyimpan sebuah rahasia yang sangat takut jika Hanan tahu dan itu membuat hatinya selalu risau.
__ADS_1
Hanan bahkan tahu jika Dewi membuatkan kopi dengan di tiup tiup itu diungkapkan oleh Dewi sendiri di depan ustadz Bukhori.
Semenjak kejadian itu sudah hampir dua minggu Hanan mendiamkan Dewi.
Namun kali ini Hanan bertekad untuk bicara sama Dewi, karenaDewi meminta maaf setiap hari dan terlihat bersungguh sungguh.
" Ma, kapan mama mulai mumuja syetan?", Tanya Hanan datar dan masih terlihat ada kemarahan disana.
" Pak.... mama tidak memuja syetan! mama cuma minta bantuan sama mang Usep, tapi biasanya pada dipanggil mang Sableng atas saran Cici sama Siska, mereka menyarankan mama untukinta nasehat agar bapak bisa adil, itu saja", Jawab Dewi membela diri.
" Punya teman ga ada yang benar!! Kalau mama merasa bapak tidak bisa adil kenapa tidak bicara baik baik", Hanya tambah dingin.
" Memang bapak bisa berpihak sama mama jika mama meminta baik baik?", Tanya Deei sudah mulai terisak
" Hah,!, Tanpa kamu bicara saja selama ini bapak selalu memihak mama, bahkan Bunda tidak sekalipun protes ma, bunda itu sabar banget", Kali Hanan bicara dengan suara tercekat, sungguh jika mrmbicarakan mengenai yasmin rasanya tidak tahan dan ingin menangis.
" Nyatanya bapak membelikan bunda motor baru, gres... tapi ke mama tidak!", Suara Dewi meninggi, seolah uneg unegnya mendorong dengan kencang untuk bersuara lebih keras.
" Syok tahu, makanya jangan suka mengarang bebas, bunda beli motor dengan uangnya sendiri, bunda ngelesi anak anak sekolah tiap hari".
" Ya maaf", Lirih Dewi.
" Maaf maaf kamu kira dengan minta maaf semuanya bisa baik baik saja?!", Hanan tak bisa lagi menahan emosinya dan bicara lumayan tinggi.
Bersambunggg.....
__ADS_1
Kemarahan Hanan belum usai tetapi akan dicicil juga ya...... ðŸ¤