JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Persiapan piknik


__ADS_3

" Oh ya Dok! jika diajak perjalanan untuk piknik ke pantai bisakah?", Tanya Dokter Yusuf untuk memastikan kesehatan kandungan Yasmin.


" Boleh tidak masalah!, asal jangan naik pesawat yang terlalu lama dulu ya di atas 11 jam jangan dulu!", jawab dokter Okta.


" Tidak sejauh itu juga kali dok, paling juga naik mobil cuma satu jam", jawab dokter Yusuf.


" Nah itu!, makin dekat bolehlah asal di sananya enggak usah berlebihan berenang jangan ke tengah pantai, Oke!!", terang dokter Okta.


" Iya dok terima kasih, kami permisi ya Dok, selamat sore", pamit Yasmin kemudian.


" Selamat sore, Assalamualaikum", jawab dokter Okta.


" Wa'alaikumussalam dok! permisi", Pamit keduanya, meninggalkan ruang dokter Okta.


keluar dari ruang pemeriksaan terlihat dokter Yusuf ketawa-ketawa sendiri wajahnya penuh sukaria karena diijinkan piknik bersama anak-anaknya, tadi dokter Yusuf itu sebuah kesempatan emas yang tidak akan pernah disia-siakan.


" Idiiih... happy banget yang mau jadi Ayah!", kata Yasmin pada suaminya.


" Kata siapa aku mau jadi ayah!, anakku juga udah 4 udah mau 5 bahkan!", Ucap dokter Yusuf tidak terima.


" Eh salah ya, maaf", Jawab Yasmin.


" Aku bahagia karena akan lahir buah hati ku dari wanita yang paling aku cintai", Bisik dokter Yusuf sambil merangkul Yasmin.


" Amin... semoga kebahagiaan terus bersamamu mas ", Ucap Yasmin.


" Bukan aku aja tapi kita dan anak anak kita, keluarga kita", Jawab dokter Yusuf.


" Iya".


" Aya kita segera pulang dan menyuruh aanak anak berekemas karena besok jadi pikniknya", Ucap dokter Yusuf senang.


" Ayo". Dan merekapun pulang dengan perasaan senang dan lega.



" Dok, saya sudah diperbolehkan pulang?", Tanya Hanan yang sudah satu minggu dirawat.



" Iya, sudah tetapi bapak harus bedrest kurang lebih dua sampai tiga bulan ya... setelah itu nanti terapi untuk belajar jalan", Ucap dokter.



" Baik dok!", Jawasb Hanan tak bersemangat, membayang harus bedtres tiga bulan sajasudah jenuh apalagi dengan kondisi begini.



" Semangat pak, biar cepet sembuh", Dokter menyemangati.



" Terima kasih", Ucap Hanan.



" Suster tolong bantu bapak ini", Dokter merasa iba pada Hanan karena tak ada seorangpun yang menjeputnya ketika akan pulang pdhal kondisinya masih memprihatinkan untuk seorang pasien dengan patah tulang.



" Baik dok", Dengan hati hati dua orang suster membantu Hanan pindah ke kursi roda.


__ADS_1


" Terima kasih suster", Ucap Hanan ketika sudah berada diatas kursi roda.



" Sama sama pak, lekas sembuh ya", Jawab dua orang suster perempuan yang terlihat sangat cape karena habis membantu memintahkan dirinya ke kursi roda.



Hananto kemudian menjalankan kursi rodanya pelan-pelan keluar kamar inapnya menuju ruang administrasi, Hanan hanya bisa tersenyum miris, saat seperti ini tak ada seorangpun di sampingnya, bahkan untuk mengabari orang tuanya pun dia tidak berani bukan bukan karena itu tapi karena ponselnya hilang atau lebih tepatnya belum ditemukan.



" Silakan", jawab suster.



Hanan kemudian menyelesaikan administrasinya menggunakan asuransi kesehatan milikinya.



" Obatnya di Tepus dulu di apotek, diminum ya pak rutin agar supaya lekas sembuh", pesan petugas kesehatan tersebut.



Saat sedang di lobby Dewi datang bermaksud menyusul untuk membantu Hanan dan ternyata mereka bertemu di lobby rumah sakit.



" Lho, Mas sudah ke sini siapa yang membantu tadi?", Tanya Dewi.



" Ya ini kan rumah sakit yang bantu suster lah, wah terima kasih ya udah datang", ucap Hanan.




Mereka pun akhirnya pulang berdua ke tempat kost Hana bahkan Dewi sudah menyiapkan makan siang mereka.



" kenapa nggak pulang ke rumah Aku aja biar aku nggak usah bolak-balik ke sana ke sini biar aku urus sampai sembuh silakan nanti kalau udah sembuh Mas mau ngekos atau mau tinggal di mana aja, jangan salah sangka Aku hanya ingin berbuat Budi Mas, Mas kan pernah menolong aku serta Zea", ujar Dewi tulus.



" kita kan udah bukan muhrim Dew, takut nanti jadi fitnah tetangga", Ujar Hanan.



" gak usah dipikirkan omongan orang lagian Mas bisa apa dengan kondisi seperti ini", jawab Dewi sinis.



" Iya iya aku lupa kalau aku ini bisanya mau ngerepotin orang", jawaban and sedikit tersinggung.



" Nggak usah gampang tersinggung! Iya memang mas sekarang lagi butuh bantuan orang lain dan aku mau membantu ikhlas, terus jangan dipikirkan dulu lah omongan orang kalau misalnya butuh bantuan orang lain juga", Ujar Dewi berusaha menahan suara tinggi.



" Tidak Dewi, aku bukan tersinggung aku menyadari keadaanku malah semuanya sudah terlambat berbeda nggak seperti dulu, justru di sinilah aku mencoba merenungi segala kekhilafan ku", ujar Hanan.

__ADS_1



Dewi mendengar dan dia pun terdiam sama dia juga menyadari akan banyak kesalahannya.



" Makan dulu ya, aku tadi masak soto ayam", ucap Dewi seraya menyiapkan rantang yang telah di bawannya tadi untuk makan mereka berdua.



" Iya boleh, aku juga kangen masakan kamu", ucapanan tanpa sungkan mengucapkan perasaannya.



" Terima kasih udah kangen makananku kalau orangnya kangen enggak?", ucap Dewi terkekeh.


Hanan hanya tersenyum tidak menanggapi lebih jauh.



" Aaaa.... ", Dewi menyuapi Hanan.



Begitulah kini keseharian Hanan dan Dewi. Dewi dengan telaten mengurus Hanan meskipun hubungan mereka sudah bukan suami istri.



Sementara itu di tempat lain keluarga dokter Yusuf tengah mempersiapkan acara untuk mereka piknik ke pantai.


Anak-anak dengan antusias menyambut acara ini dengan sangat senang.


" Hore.... ", halwa berteriak kegirangan.


" Akhirnya kita bisa piknik bareng ada kakak Hasan itu yang bikin aku senang, Kakak kan jarang pulang seharusnya ya begini, jika Kakak pulang kita liburan bareng bareng kan asyik", celoteh halwa pada ayahnya.


Dokter Yusuf mengusap kemas kepala halwa.


" kita menginap ayah?", tanya Aya.


" Iya kita menginap satu malam berangkat pagi sampai sana siang nanti sore baru kalian boleh main di pantai", jarak dokter Yusuf.


" Kita boleh diving?", Tanya Husein.


" Boleh tapi harus dalam pengawasan pembimbing, tidak boleh kalian diving sendiri-sendiri, Ayah tidak mau terjadi apa-apa", ucap dokter Yusuf penuh penekanan agar anak-anak tapi hati-hati.


" Iya Ayah", jawab mereka serentak, sementara Yasmin dan pipi murni menyiapkan keperluan mereka selama liburan.


" Bawa satu mobil saja kan yah", tanya Yasmin.


" Iya ngapain pisah-pisah kita kan hanya ber 6 ditambah dengan bibi murni insyaallah mobil kita masih muat", jawaban dokter Yusuf.


" Bawa yang perlu perlu saja nggak usah berlebihan", ucap dokter Yusuf.


" Tidak berlebihan tapi sepertinya bawaan kita banyak", ucap Yasmin.


" Iya, Tapi bunda tidak boleh menyetir sendiri jadi resikonya harus muat semuanya dengan satu mobil", siap Dokter Yusuf tegas.


Bersambung....


Maaf ya masih tersendat Upnya belum bisa full, masih di luar kota jadi nyuri-nyuri waktu untuk menulis.... Terima kasih yang masih setia๐Ÿ™


Terima kasih juga like and comment ya semoga nggak lama-lama bisa up full 3x lagi ya ๐Ÿ™๐Ÿค—

__ADS_1


__ADS_2