JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Antara Yasmin, Hanan dan Dewi


__ADS_3

Hanan hanya diam mendengar ucapan Yasmin, ya Hanan bahagia dengan Dewi tapi anehnya jika berada di rumah ini rasa itu hilang, hanya penyesalan yang ada, menyesal telah menduakan Yasmin, karena di hati Hanan ada Yasmin, tapi entah kenapa jika bersama Dewi dia seakan melupan Yasmin.


" Ini kopinya pak, cuma kopi itu yang ad, maaf sudah lama dan jarang bunda membeli kopi", Yasmin menyuguhkan secangkir kopi pada Janan, dengan memberikan penjelasan, karena biasa Yasmin membuatkan kopi untuk Hanan bukan merk dan varean itu, tetapi kopi itu sekarang yang ada di rumah, kopivarean rasa kesukaan Yasmin.


" Iya, terima kasih!", Hanan pun menyeruput sedikit kopi yang masih mengepul itu.


" Makanlah seadanya", Yasmin akhirnya menyuruh Hanan untuk makan karena sedari tadi sebenar anak anaknya sedang makan tetapi karena sedikit debat diantara mereka Yadmin tak menghiraukan Hanan.


" Bunda masak apa hari ini?", Tanya Hanan akhirnya.


" Cuma goreng ikan lele sambal lalap, silahkan jika mau, mau di gorengkan yang baru?", Yasmin memang baik dan sabar.


" Ini juga masih hangat, sudah cukup bun", Hanan mulai menikmati masakan Yasmin dengan lahab, terasa nikmat apalagi sambalnya terasa ingin nambah terus.


" Bunda yakin istri baru bapak pandai mengurusmu pak, tapi tidak salah jika bapak selalu menjaga pola makan agar sehat terus", Entah kenapa Yasmin bicara seperti itu, seperti ada sesuatu yang tersirat.


" Iya bun", Jawab Hanan singkat, masakan Yasmin memang sangat berbeda meski seadanya, Hanan tahu itu.


" Ya, ada apa?", Jawab Hanan ketika mengangkat trlpon dari Dewi.


" Cepet pulang, jangan tidur situ, nanti bapak di guna guna supaya lupa sama mama!", Rengek Dewi dengan nada manja yang menyebalkan.


" Aissttt.... Apa sih, bicara kok ngawur, ya tidak mungkin lah, sudah kalau ngantuk tidur aja, jangan lupa kunci pintu dan gerbangnya, bapak sudah bawa kunci serep, gampang nanti jika mau pulang", Jawab Hanan sedikit sewot.


" Jangan nginep ya! Awas jika nginep!", Ancam Dewi, Hanan langsung menutup telponnya.


Yasmin hanya mendengarkan jawaban dari Hanan, itu karena tak sengaja Yasmin sedang berada di depan tivi, tengah melipat baju yang habis dicuci.


" Aku masih istrimu kan pak?", Tanya Yasmin.


" Ya masih! Jangan bilang bunda minta pisah lagi, sampai kapanpun itu. tidak mungkin", Jawab Hanan.


" Tapi bapak ingat sudah berapa hari, minggu ataukah bulang ya, bunda tidak menghiting, bapak tak petnah tidur disini, bahkan menjenguk anak anak saja sangat jarang, mereka anak anak kita pak, anak kandung mu, bukan tiri", Ucap Yasmin membuat Hanan tersinggung.


" Iya bun, tidak usah diingatkan, bapak tahu, bunda sadar tidak kenapa bapak jarang pulang karena bunda jarang di rumah, bunda sibuk mencari uang", Hanan bersuara tinggi.


" Bunda cari uang karena pemberian bapak kurang! Bapak ngerti kan, seorang istri dengan dua anak yang masih SD saja jatahnya lima jura, lha bunda tiga anak yang sudah SMP dan SD cuma tiga juta, kurang pak... mereka butuh pulsa, butuh pelajaran tambahan dan itu artinya harus les, maaf pak bunda bukan tidak tahu berterima kasih tapi bapak harus tahu itu", Yasmin berkata tegas.

__ADS_1


" Kenapa sih bun, pembicaraan kita itu cuma uang, uang, kurang, kurang, apa tidak ada topik yang lain, kalian berdua itu sama saja! Ga bunda ga mama setiap kita berkumpul hanya uang saja yang dibicarakan, bapak itu butuh ketentraman bun, bukan disindir, dikatain, dituntut seakan semua ini salah bapak semata, bunda juga punya andil kenapa bapak sampai poligami!", Unar Hanan bernada kesal, jleb!!!, hati Yasmin yang beberapa bulan ini mulai berdamai kali ini bergejolak, dia juga disalahkan, salahnya dimana?


" Oh, bapak mau tenang? Jangan pernah pulang jika begitu teruslah di sana, bukankah tadi istri tercintamu itu tidak memperbolehkan bapak ngineb disini? Dia sudah menunggu bapak dengan baju seksinya, pulanglah!!", Yasmin marah benar benar marah, merasa disalahkan karena Hanan poligami.


Hanan terkejut, selama menjadi istrinya Yasmin tidak pernah bersuara keras apa lagi menantangnya seperti ini.


" Bunda, sudahlah bun, iya bapak salah, bunda jangan marah lagi, malu bun malam malam kita ribut", Hanan akhirnya berusaha meredakan amarah, dan dia malam ini memutuskan untuk tidur di rumah Yasmin, meski Yasmin mengacuhkannya, tak apa lah, perasaan Hanan memang nyaman berada di rumah ini, terasa damai dan tenang.




Pagi harinya Hanan masih di rumah Yadmin dan dia mengabari Dewi jika anak anaknya diantar sekolah sama Dewi karena dirinya baru akan kesekolah jam sembilan.



Hanan sengaja menunggu Yasmin berangkat kerja barulah ia juga berangkat, meski dari semalam diacuhkan Yasmin Hanan tidak nau peduli.



Drett





Tiba tiba ponsel Yasmin bergetar, bu ida mengabarkan jika jadwal Yadmin mengajar hari ini adalah jam 1 siang.



Setelah Yasmin menutup telponnya ia pun bergegas melanjutkan beres beres rumah dengan senang hati dapat jam mundurlumayan lama yakni empat jam.



Hanan bingung sudah jam sembilan kok belum juga berangkat.

__ADS_1



" Mau berangkat jam berapa bun?", Hanan penasaran.



" Oh, jam ngajar bunda mundur pak, nanti jam satu baru dikasih waktunya", Jawab Yasmin.



" Ya sudah, bapak mau sekolah kan, berangkat saja, bunda tahu bapak tidak pulang lagi kesini kan nanti malam? silahkan bunda tidak keberatan", Jawab Yasmin.



" Bunda, kenapa kok sepertinya aku ini sekarang menjadi suami yang terbuang? Apa karena bunda sekarang sudah bisa cari uang sendiri? Jadi bisa semena mena sama bapak?", Hanan berharap Yasmin masih mau ngobrol dan berbagi cerita, bukannya seperti ini.



" Bunda tidak mengusirmu pak, hanya....", Ucap Yasmin terputus karena diteras sudah berdiri Dewi dengan tangan berkacak pinggang dan wajah galaknya terpampang nyata.



" Owh..... Jadi seperti ini, iya? Pantes bapak janji tidak akan nginep katanya cuma bentar tapi hingga siang begini masih betah disini, sampai bapak tidak pergi bekerja, baguss!!!", Serang Dewi pada Yasmin, seakan akan Yasminlah pelakornya.



" Ma?!!, Ada apa sampai kamu nyusul kesini,??? Apa salah jika bapak pulang ke rumah bapak? Disini Yasmin juga ounya hak yang sama jika bapak ingin disini terus, tidak usah marah marah lah Ma...", Hanan menahan amarah pada Dewi, tapi Dewi menaatap Hanan kembali, bahkan bukan tatapan biasa, kali ini terlihat ada kilatan sesuatu yang membuat Hanan tertunduk seketika.



" Heh... Bunda, tolong biarkan bapak pulang juga ke rumah ku, jangan disini terus!!", Dewi mendelik ke arah Yasmin tetapi Yasmin tak mau kalah diapun menatap tajam pada Dewi.



" Bapak disni satu malam setelah berada di rumahmu entah berapa malam, pernah saya protes, atau melabrakmu?", Yasmin menyorot Dewi tajam.


__ADS_1


**Bersambung**.....


__ADS_2