
Pagi harinya saat acara pemberangkatan jenazah menuju makan di sana sudah berkumpul semua keluarga termasuk Hanan dari Yasmin serta putra-putrinya serta orang tua Yasmin.
Semua anak cucu menantu bahkan Yasmin ikut mengantar almarhumah Ibu Ainun sampai di pemakaman.
Tampak Hanan terlihat sendu menahan kesedihan yang mendalam bahkan matanya pun terlihat memerah dia pun ikut menguburkan Ibunya dan yang mengadzan kan Hasan.
Hasan begitu catatan mengurus jenazah neneknya mulai dari tadi pagi-pagi selalu di samping jenazah membacakan doa-doa serta menjadi imam setiap ada jamaah yang hendak menshalatkan termasuk saat tahanan dan Dewi datang dan menshalatkan ibunya.
Semua itu tak luput dari perhatian sanak saudara serta tetangga yang datang untuk nelayan, mereka sangat mengagumi kecekatan Hasan dan Husein dalam mengambil setiap tindakan yang mestinya itu dilakukan oleh orang dewasa namun kedua remaja itu benar-benar mengerti dan sangat paham dengan apa yang harus dilakukan.
" Terima kasih anak anakku doakan nenek selalu, maafkan semua kesalahan nenek kepada kalian maupun kepada Bunda kalian", ucapkan and lirik seraya membelai kepala Hasan dan Husein.
" Bapak juga, sekarang sudah tidak ada yang mendoakan Bapak dengan tulus, sebaiknya Bapak lebih mendekatkan diri kepada-nya", nasehat Hasan untuk bapaknya.
" Iya Nak".
Selesai pemakaman mereka semua pun pulang namun keluarga dokter Yusuf masih kembali ke rumah duka.
Dan di sanalah Yasmin kembali bertemu dengan Dewi, nampaklah Dewi yang terlihat gugup setiap kali pernapasan atau silih pandang tanpa sengaja mata mereka bertemu. nampak Dewi seperti tidak nyaman atau malu mungkin.
Namun Jasmine bersikap biasa saja, bahkan sangat ramah.
terdengar banyak bisik-bisik dari tetangga dan juga saudara Hanan membicarakan Dewi, mereka membandingkan antara Dewi dan Yasmin dan pembicaraan mereka itu terkadang terdengar oleh Dewi maupun Yasmin.
wajah Dewi nampak kesal mendengar bisik-bisik mereka berbeda dengan Yasmin yang memang mengenal para tetangga dan saudara Hanan, Yasmin lebih cuek dan lebih ramah dalam menanggapi bisik bisik mereka.
" hayo pada ngomongin apa nih?", supaya Sunda mah saat memasuki dapur dan para tetangga sedang berkumpul di sana untuk menyiapkan hidangan keluarga Bapak Harun.
" Mbak Yasmin, makin cantik aja, wah sekarang katanya pindah kota ya?", siapa salah satu saudara Hanan.
__ADS_1
" iya".
" Terlihat tampak muda sepertinya sekarang hidupnya tentram syukur deh", timpal yang lainnya.
" wah kalau ini enggak benar ini, orang aku tambah tua kok terlihat tampak muda itu kan nggak mungkin Bu", canda Yasmin membuat semua orang terkekeh.
" Tapi memang seperti itu yang kami lihat dia kan?", celak salah satu dan semuanya pun mengangguk setuju.
" Selamat ya atas pernikahannya kemarin udah dikaruniai berapa jagoan nih?", Ibu salah satu ibu yang disana.
" Terima kasih Alhamdulillah udah nambah 2 lagi laki-laki semua", jam Jasmine dengan rona bahagia.
" kami ikut seneng ya Yasmin semoga keluarga Mbak Yasmin penuh keberkahan dan kebahagiaan", Ibu salah seorang lagi.
" Aamiin ", semuanya mengaminkan doa ibu tersebut.
Dewi yang mendengarnya hanya tertunduk tak memberikan respon apapun bahkan perlahan dia meninggalkan dapur tersebut dan enggan bergabung bersama ibu-ibu yang lainnya.
" Mbak kenapa malah menyendiri, mending duduk di dalam di sini panas", siapa Yasmin dan mengajak Dewi untuk masuk ke dalam.
" Oh iya", jawab Dewi tak bergeming dari tempat duduknya.
untuk beberapa saat mereka hanya diam karena Yasmin tak meninggalkan tempat itu melihat Dewi tak beranjak berdiri.
" Bun, maafkan kesalahan saya selama ini", ucap Dewi kemudian.
" oh, nggak usah dibahas itu sudah berlalu sangat lama dan saya juga sudah melupakannya bukan hanya memaafkan kalau mau maafkan dari dulu udah saya maafkan, bahkan sebelum mas Hanan mentalak saya, saya sudah menerima keadaan, hanya saja mas Hanan tetap memilih dirimu", ucap Yasmin jujur, dan itu membersitkan senyum tipis diberi Dewi.
" Terima kasih Bunda, dan selamat ya atas pernikahannya yang kedua", ucap Dewi lirih.
__ADS_1
" Oh iya terima kasih, saya dan Mas Hanan memang tidak berjodoh dan mungkin kamu jodohnya, nyatanya kita berpisah dan saya menemukan pasangan lain", jawab Yasmin dengan tersenyum tipis.
" Entahlah!! ", Desah Dewi sangat pelan namun Entah kenapa Yasmin seperti mendengarnya.
" Ayo masuk aja panas di sini", Ajak Yasmin sekali lagi.
" Bunda Yasmin saya juga sampai saat ini tidak yakin", jawab Dewi lesu .
" hah!", Yasmin yang sudah membalikkan badan hendak masuk ke dalam pun berhenti dan berbalik badan kembali menuju arah Dewi.
" iya, saya juga masih meragukan dan belum yakin". ucap Dewi menerawang jauh.
" Kenapa? sekarang sudah tidak ada saya serta anak anak, kalian ini kenapa? usia kalian sudah tidak muda lagi pikirkanlah secara dewasa semuanya pasti ada rintangannya mau dengan siapa pun kita hidup", Yasmin hanya mencoba mengingatkan tentang ambisi mereka berdua dulu.
" Saya pernah melakukan kesalahan fatal", jawab Dewi jujur kemudian Dewi menunduk merasakan malu yang begitu dalam setelah berkata demikian.
" jika kalian sampai saat ini masih bersama berarti Mas Hanan telah memaafkan mu, dia memang lelaki yang kurang perhatian dengan pasangannya tetapi dia bukan orang yang pendendam", Yasmin mencoba menjelaskan pada Dewi.
" terlalu fatal kesalahan saya untuk dimaafkan saya tahu, andainya bisa saya juga akan memberikan kesempatan yang terbaik untuk mas Hanan itu saja Terima kasih bunda atas nasehatnya", Dewi tidak mau berlama-lama berbicara dengan Yasmin rasanya sangat malu orang yang dulu dia sakiti dan sekarang berdiri di sampingnya dengan nasehat yang begitu tulus.
" oke apapun keputusan kalian hanya bisa doakan semoga hari tua kalian bahagia", ucap Yasmin tulus.
" Oalah Mbak Yasmin ini lho mbok ya sudah mbak mau bagaimanapun wong sudah mantan ini, biarin mau hidup jungkir balik juga, toh sudah pulihan mas Hanan, kita ikut senang Mbak Yasmin sekarang sudah bahagia", sahut beberapa ibu-ibu yang melihat adegan Yasmin dan Dewi ngobrol di bawah pohon itu, mereka terang-terangan membela Yasmin tanpa memikirkan perasaan Dewi.
Dewi langsung melotot tajam pada beberapa ibu itu, dirinya merasa benar-benar dipojokan. tetangga Hanan sepertinya mereka semua sedang menertawakan keadaannya yang tidak lebih baik dari Yasmin.
" Saya hanya ingin menjadi teman ngobrol istrinya Mas Hanan aja Bu, kasihan dia kan belum pada kenal sama saudara ataupun tetangga Mas Hanan", Yasmin mencoba menengahi.
" Saya kira itu mas Hananto ninggalin Mbak Yasmin karena mendapatkan gadis yang masih kempling walah Gusti ternyata...... ", seorang ibu yang berbadan subur berbicara tanpa tedeng aling-aling dengan bibir yang mencibir Dewi. Membuat Dewi semakin merasa terpojok kan.
__ADS_1
Bersambung....