JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Perlawanan anak anak


__ADS_3

" Bapak jahat.... bapak jahattt.... yang anak bapak itu siapa sih? Aya sama kakak H, atau mereka.... terus yang istri bapak itu siapa? Ibu galak itu atau bunda? Kenapa bapak memilih ibu itu, ibu itu orangnya suka marah marah dengan suara jelek pak, kasar! Udah gitu dandannya kaya bu Enok ( tetangga mereka yang depresi dan suka dandan dengan lipstik menor, bedak tebal dan rambut dikucir tinggi), Bapak kok sukanya sama yang begituan sih... ", Aya protes tidak terima, sementara Hasan menatap tajam pada bapaknya tanpa suara, tapi tatapan itu seperti belati yang menghujam jantung Hanan.


" Maafkan bapak... Maaf!!!", Hanan pun ikut meneteskan air mata, sementara Yasmin masih setia memeluk Hussin yang masih tergugu didekapannya.


" Hemm....", Yasmin berdehem dengan tenang, tak ada lagi air mata atau wajah sedih, Yasmin memang pemilik ketenangan yang sempurna.


" Anak anak maafkan kami, disini bunda hanya akan bilang jika kalian nyaman tinggal dengan bapak, bunda tidak melarang sama sekali pada kalian, silahkan pilih siapa yang kalian pilih untuk tinggal bersama, bunda sayang kalian sangat sayang.... Tapi bapak juga sangat menyayangi kalian.... ", Yasmin memberi kebebasan pada anak anaknya.


" Aya mau sama bunda... Aya ga mau tinggal sama wanita jahat itu, tapi Aya sayang banget sama bapak? hok hiks", Aya masih sesenggukan didekapan Hanan.


" Bun, rumah ini menjadi milik anak anak dan saya ijinkan bunda untuk tetap menempati rumah ini, sedangkan sesuai keputusan pengadilan jika anak anak bersama bunda hanya saja jika Hasan, Husain atau Aya mau ikut bapak, bapak dengan senang hati membolehkan, ayo hidup bersama bapak dan mama Dewi", Hanan membelai lembut rambut Aya.


Tak ada jawaban dari mereka, semua dalam pikiran masing masing.


" Hasan harap bapak tidak menyesal dengan perbuatan bapak ini, jujur Hasan kecewa pak, Hasan kira Hasan memiliki seorang bapak yang jagoan, bisa dibanggakan tapi nyatanya.... Rasa sakit dan kecewa yang bapak taburkan dihati Hasan, tidak perlu dikasih pilihan.... Karena jelas hidup Hasan itu cuma satu pilihannya, jadi tidak usah drama dengan bahasa basi itu pak, bapak tidak usah memberi tawaran apa apa, disini jelas kok bapak membuang kami berempat demi mereka... bapak yang seharusnya memilih kami, tapi Hasan harap pilihan bapak tidak salah!!!", Hasan beranjak pergi setelah berkata kata dengan menunjukkan jarinya ke muka Hanan.


Hanan hanya diam dan matanya berkaca kaca menatap kepergian Hasan menuju loteng atas untuk menyingkir dari pembicaraan itu.


" Bun, kenapa Hasan jadi seperti itu... Bapak Harap bunda tetap bunda yang dulu, yang tidak memprovokasi anak anak untuk membeciku, walau bagaimana aku ini bspak mereka bun!", Ujar Hanan lirih tapi penuh tuduhan.


Yasmin hanya melotot tajam mendengar tuduhan itu, tak ingin menjelaskan apapun pada Hanan, percuma.


" Kapan surat cerai itu terbit?", Tanya Yadmin kemudian.

__ADS_1


" Dua minggu lagi, kenapa sudah tidak sabar akan menikah lagi?", Tanya Hanan bernada tidak suka atau menghina, entahlah.


" Cekk.... Kalau ada yang mau kenapa enggak.... kalau bapak bahagia kenapa aku harus menunda", Jawab Yasmin, jujur Hanan tidak percaya dengan perubahan Yasmin, tidak menyangka istrinya ternyata berani juga meski terkesan tenang.


" Masa iddahmu masih lama", Jawab Hanan.


" Dua bulan lagi tidak lama, jika ada yang serius pasti akan sabar menunggu jika cuma dua bulan itu mah cetek", Jawab Yasmin, masih santai seperti obrolan biasa bersama teman, sedang dalam hati Hanan meradang.


" Ternyata Yasmin tak sebaik yang terlihat, tidak menyesal aku menceraikan jika begini", Gumam Hanan dalam hati.


Yasmin tersenyum dibalik masker, karena sudah berhasil membuat Hanan berfikir negatif.


Yadmin sengaja memanasin Hasan, rasa kecewanya masih sedikit tersisa jadi akanYasmin manfaatkan dengan sedikit berkata yang berlebihan agar mantan suaminya itu tahu jika kini dia telah berubah.


Sementara Itu Haya ketiduran dipangkuan Hanan dan Husain sudah masuk kamar sedari tadi.


" Apa itu sisi negatif bunda yang tidak petnah diketahui bapak?", Tanya Hanan.


" Bunda lebih suka ini disebut sisi positifnya bunda, karena selama ini menjadi istri yang kalem, tidak pernah menjawab perkataan bapak, selalu menuruti semua kemauan bapak, tapi nyatanya aku dibuang... tetapi terima kasih ya pak untuk semua rasa sakit ini... setidaknya bapak juga pernah memberi rasa bahagia, mungkin bunda terlena saking bahagianya hingga Alloh berikan hamba teguran yang luar biasa ini... ", Itu ucapan Yasmin panjang lebar untuk terakhir kalinya karena setelahnya Yasmin hanya diam saja tak bersuara kembali meskipun Hanan bertanya banyak hal.


Hanan memindahkan Aya kekamar dengan pelan dipandangi wajah putrinya itu, sedih sangat sedih tapi kembali lagi semua sudah terjadi, jika dibilang malu karena mempertahan Dewi, iya Hanan sangat malu tetapi tidak bisa memutar waktu.


" Tetaplah manja pada bapak nduk, karena kamu bidadari sejatinya bapak", Hanan mengusap rambut Aya pelan.

__ADS_1


Hanan keluar kamar dan tak mendapati Yasmin lagi.


" Bunda kemana?", Tanya Hanan pada Husain.


" Bunda ada panggilan les private, tadi bunda berpesan jika urusan bapak sudah selesai segeralah pulang, bunda tidak mau istri bapak menyusul dan buat keributan, tadinya Husain malas bicara dengan bapak tapi jika bapak masih betah disini maka Husain sarankan cepat pulang saja pak, disini sudah tidak ada yang sayang sama bapak", jetus Husain.


" Maafkan bapak dik", Hanan merangkul Husain meski Husain tak membalas.


" Sudah lah pak, bapak sudah mencari kebahagian sendiri tidak usah sok drama, Husain tidak perlu dirangkul", Husain mendorong dada bidang bapaknya dengan sedikit kasar.


" Husain, kamu boleh benci dengan bapak, kamu boleh meluapkan kemarahan sama bapak tetapi apa yang bapak lakukan itu tidak salah, ketahuilah jika lelaki diagama yang kita anut itu boleh poligami, boleh memiliki istri lebih dari satu, itu bukan dosa, itu diperbolehkan", Ucap Hanan betnada seperti sedang menerangkan pelajaran pada muridnya disekolah.


" Iya pak, tetapi Nabi dulu tidak poligami sewaktu punya istri siti khotijah... karena poligami itu hukumnya sunah pak, bagi nabi siti Kotidjah sudah sempurna jadi beliau tidak melaksanakan sunnahnya, apa menurut bapak bunda tidak sempurna sehingga harus dipoligami?", Husain rupanya sedikit tahu sejarah nabi, sehingga iapun berkata seperti yang dia tahu saja.


Hanan terdiam dan memandang wajah Husain, wajah yang sangat mirip dengannya.


" Itu kesalahan bapak Husain, bapak tidak berfikir sejauh itu, bapak terlalu terburu buru menggambil keputusan, yang bapak tahu jika poligami itu diperbolehkan, tapi ternyata sulit dan berat, jadi pesan bapak nanti jika sudah dewasa jangan lakukan hal bodoh seperti bapak ini ya nak", Hanan memandang sayu pada Husain dan membelai pundaknya denga lembut.


Bersambung......


Gaissss.... Terimakasih ya, buat yang sudah sudi baca tulisanku, sudah kasih lije, komen, bunga, bintang dan vote...


Othor tahu... diriku ini penulis amatiran dan cekak ilmu... Silahkan koreksi, silahkan beri saran, masukan atau tambahan pengetahuan maka dengan senang hati pasti aq baca utk tambahan pengetahuan... 🤗🤗🙏🙏🙏

__ADS_1


Ditulisanku banyak buangetzzz typo gaiss mohon dimaafkannya...🙏🙏🙏


__ADS_2