
Brakkkkk....
Sebuah mobil menabrak motor Hanan dari belakan dengan keras, bahkan saking kerasnya Hanan hingga terpelanting beberapa meter.
Bruggghhh!!!!
Hanan seperti terbang kemudian jatuh dengan sangat keras disebuah trotoar.
" Allohu akbar.... innalillahi.... ", Jerit warga sekitar yang hanya beberapa orang dan melihat kejadian itu, sementara mobil yang menabrak langsung tancap gas lebih kencang lagi dari sebelumnya hingga warga tak bisa mengenali mobil yang menabrak barusan.
Warga langsung melihat kondisi Hanan, " Ya Alloh... pingsan, masih ada denyut nadinya ini", Suara warga yang memeriksanya denyut nadi Hanan.
Seseorang yang sedang lewat mengenali motor Hanan langsung berhenti dan ikut mendekati dua orang yang sedsng memetiksa Hanan.
" Innalillahi.... Pak Hanan, dia rekan kerja saya pak tolong panggilkan ambulan", Seru seorang yang masih muda srkitar berusia 27 tahun, dia adalah pak Bagus, rrkan kerja Janan di SD yang sekarang dia ngajar.
Hampir 25 menit ambulan datang, dan dibawalah Hanan ke rumah sakit terdekat yang lumayan besar.
" Terima kasih bapak bapak, saya nitip motor punya korban dulu ya, tolong amankan, dan saya juga mau minta informasi tentang kejadian barusan", Ucap pak Bagus.
Lalu seseorang yang melihat menceritakan kejadian barusan, kemudian dengan sigap pak Bagus menyusul ambulan tersebut.
Sampai disana Hanan sudah masuk ruang IGD, dan kemudian pak Bagus mendaftarkan padien ke bagian pendaftaran agar segera mendapat pertolongan.
Hampir dua puluh menit pak Bagus setia menunggu Hanan di ruang periksa namun belum ada yang dokter yang datang untuk melihat kondisi Haman, dan pak Bagus harus melapor pada petugas IGD agar pasien segera ditangani.
Dan setelah diperiksa hampir seperempat jam, akhirnya Hanan mendapat pertolongan pertama, sambil menungguh okservasi lebih lanjut.
" Bapak yang mengantar pasien?", Tanya dokter yang baru saja memeriksa Hanan.
" Iya pak, begini.... Pasien mengalami cidera yang cukup serius, patah tulang kaki, ada gagar otak juga, dan tangan kirinya juga retak, ada juga beberapa luka luar yang harus di jahit", Ucap dokter dengan wajah sendu.
" Sebaiknya untuk kaki yang patah harus segera dioperasi, agar cepat memulihannya serta bisa normal kembali", Imbuh dokter.
" Maaf dok, informasi ini akan saya sampaikan pada keluarganya, kebetulan saya hanya rekan kerja yang kebetulan lewat dan melihat kejadian ini, maaf dok!", Jawab pak Bagus apa adanya.
" Oh, iya.... untuk itu tolong sekali lagi sampaikan kabsr ini pada keluarganyaagar bisa segera ditangani", Ucdp dokter dan pak Bagus pun mengangguk.
" Iya dok".
Pak Bagus masih bingung untuk menghubungi keluarga Hanan, pasalnya dia sendiri tidak tahu jika dimana anak istri Hanan, yang ia tahu Hanan ngekost sendirian.
Setelah dari rumah sakit pak Bagus berniat mampir ke kosan Hanan untuk tanya pada tetangganya siapa tahu ada yang mengenali keluarganya.
Dan ya, sama ibu pemilik warung pak Bagus dikasih nomer Dewi, karena setahu bu warung hanya punya nomer Dewi.
Dan akhirnya Dewi lah yang dikabari oleh pak Bagus.
" Assalamu'alaikum.... bu", sapa pak Bagusm
" Walaikim salam dengan siapa?", Tanya Dewi.
" Saya teman pak Hanan bu, pak Hanan kecelakaan dan kritis di rumah sakit Teratai".
__ADS_1
" Owh.... Baik terima kasih informasinya, nanti saya akan kesana segera, Sekali lagi terima kasih".
Niat hati Dewi hanya akan menjenguk, ternyata kondisi Hanan membuatnya trenyuh, dan pada akhirnya Dewi tanda tangan menyetujui operasi kaki Hanan yang patah.
" Pak Bagus terima kasih atas bantuannya, kalau boleh tahu motornya kondosinya seperti apa sekarang?", Tanya Dewi.
" Sama sama bu, biar nanti motor saya bantu urus, kebetulan adiknya punya bengkel, karena tadi saya lihat kondisinya cukup lumayan", Ujar Bagus.
" Bapak tahu siapa yang menabrak suami saya?", Dewi masih mengaku sebagai istrinya Hanan.
" Saya tidak tahu, dan warga disekitaran juga tidak sempat melihatnya bu", Jawab Bagus apa adanya.
" Ya Alloh.... ada terus cobaan, baru saja aku mau melunasi hutan rumah eehhh masalah sudah ada lagi, semua masalah hidupku selalu berhubungan denga uang dan kecelakaan serta hutang", Gumam Dewi.
" Kalau sudah ada ibu saya permisi dulu, jika butuh bantuan bisa hubungi saya bu, meskipun saya tidak punya biaya tapi jika ibu bermaksud lapor dengan polisi saya bersedia menjadi saksi", Ucap bagus.
" Oh, iya terima kasih atas semua bantuannya", Ucap Dewi dan pak Bagus pun pergi meninggalkan rumah sakit.
Sementara Hanan sudah dalam penanganan dokter dan saat ini sudah dalam persiapan untuk operasi, Dewi sudah membayarkan sejumlah usng sehingga rumah sakit bisa langsung bertindak.
Sementara di tempat lain
Yasmin dan dokter Yusuf serta anak anak dan bi Murni sudah pindah rumah yang baru.
Berbanding terbalik dengan dokter Yusuf yang mulutnya tidak mau berhenti mengunyah mangga muda, blimbing wuluh dan ngemutin asem jawa yang sudah diulek dengan cabe rawit.
"'Iiihhh....", Yasmin bergidik dengan air liur hampir menetes melihat sang suami ngemut asem jawa sambil sesekali mengigit mangga, blimbing wuluh bergantian.
" Eunakk bun, suegerrr.... mau?", Dokter Yusuf mengunyah seperti tidak terasa asem.
" Bawa jauh jauh sana... linu gigiku lihat ayah makan begituan kayak makAn krupuk... iihhh", Yasminpun bergidik.
Dokter Yusuf hanya terkekeh, karena makanan begituan tidak akan pernah masuk mulutnya, yang seorang dokter tetapi calon anaknya benar benar mengerjain dirinya, sungguh!.
__ADS_1
" Bapak, hemm.... bikin ngilu begini gigiku pak", protes bibi yang sedari tadi mendengar gigitan dokter Yusup saat menikmati blimbing wuluh.
" mau coba sendiri bi, ini masih banyak", Tawar dokter Yusuf tergelak lebar karena bibi langsung pergi menghindar.
Sementara dokter Yusuf menikmati makanan specialnya, Yasmin malah asyik mencium cium ketiak dokter Yusuf, bahkan para pekerja yang melihat kedua majikannya itu, mereka hanya bisa menahan senyum geli.
" Pasti ketek aku tambah asem ya sayang? Orang makananku begini pasti berpengaruh tuh ke bau ketiak!", Ucap dokter Yusuf, yang selalu membiarkan jika istrinya sudah mendekati dirinya pasti tidak lain dan tidak bukan adalah urusa bau ketiak.
" Makin seger mas, uuhhh", Yasmin makin dalam menghirup ketiak suaminya.
Bi Murni hanyaa geleng geleng kepala melihat tingkah majikannya.
" Mas, kekamar yuk", Bisik Yasmin.
" Mau apa?", Tanya dokter Yusuf heran tumben istrinya hari ini manja banget.
" Ayo", Rengek Yasmin manja.
" Bi, tolong beresin buah buahan ini ya, simpen di kulkas jangan dihabisin sama bibi ya", Ucap dokter Yusuf.
" Bibi ga doyan pak!", Protes bibi sebelum jadi tersangka.
" HE HEE.... Takut bibi diam diam mau, soalnya sedari tadi lirak lirik terus kearah blimbing ini", Ucap dokter Yusuf terkekeh.
" Iihhh.... ga doyan pak bos!", Ucap bibi.
Bersambung....
__ADS_1
***Sory.... Maaf.... hari ini telat up... tadi habis nengokin kerabat... maaf jika banya typo... ngantuk banget tapi diusahain menyapa walau cm satu..... 🙏🙏🙏***