
Pada Akhirnya Hanan tidak mampir ke rumah mantan mertuanya, hatinya belum siap jika mendapat dampratan dari pihak keluarga Yasmin.
Dan pagi ini dia sudah berada di rumah Dewi, sampai rumah masih sedikit gelap karena masih jam lima seperempat, mendapati Dewi masih pulas Hananpun segera mandi dan suubuh.
Pelan pelan membangunkan Dewi tetapi cuma menggeliat saja dan kembali menutup tubuhnya dengan selimut.
" Bangun ma, sholat... ", Seru Hanan.
" Hemm...", Hanya sahutan itu yang terdengar namun Dewi makin tenggelam dalam gulungan selimut.
Hanan bukannya maksa Dewi untuk bangun tetapi malah ikut menyusul Dewi tidur.
Membuka selimut mendapati Dewi ternyata hanya memakai celana yang sangat pendek dan kaos dalam membuat Hanan langsung berasa mendapat durian runtuh, tangannya langsung gerilia dengan sigap.
Apa lagi hari ini anak anak jadwal sekolah siang dan Hananpun juga siang, rasa rindu beberapa malam tidak tonda membuat Hanan menumpahkan hasratnya pada Dewi hingga dua kali.
Saat sedang dipuncak Hanan pun ingin Dewi membuka kaosnya.
" Koasnya buka ma!", Titah Hanan dengan nafas menderu.
" Ga usah lah. pak, begini saja", Dewi menyingkap kaosnya keatas menampakkan harta karon yang berada dibaliknya.
" Kok merah itu kenapa?", Hanan yang sedang dipuncah nirwana melihat kelebat ada tanda kemerahan di bukit Dewi.
" Gatal, kemarin mama pakai baju yang sudah lama tak terpakai, kok jadi gatel, dipinggang, punggung dan paha juga,", Jawab Dewi terbata karena Hanan sudah menggelora sehingga tidak begitu memperhatikan ucapan Dewi.
" Oh, Beli salep nanti", Jawab Hanan seraya mengakhiri gerakannya yang sudah sampai batas puncaknya.
" Ya", Jawab Dewi tersenyum lega.
Hemmm....🤦♂️🤦♂️🤦♂️
" Bun ... Apa rencanamu setelah ini?", Tanya bu Ida yang melihat Yasmin sering murung.
" Entahlah bu, saya bingung, maunya pulang kampung tetapi mau kerja apa ya dikampung, nanti malah membebani orang tua, dulu waktu waktu masih muda cuma membiayai saya masak sekarang sudah tua harus terbebani dengan saya dan ketiga anak saya", Jawab Yasmin lirih.
__ADS_1
" Pindah? Apa kamu tidak betah kerja sama saya? Apa kamu rela jika nanti kamu tinggal lantas rumahmu ditempati oleh istri mudanya bapak? Mending kamu pikirin dulu, atau mau kamu mau mengelola bimbel cabang yang akan dibuka dikota A?, sebaiknya kamu pikir dulu", Ucap bu Ida.
" Bapak dan ibu mau buka cabang?", tanya Yasmin.
" Baru rencana, belum fix... nanti pasti dikabari jika semuanya sudah jelas", jawab bu ida dengan senyum tipis.
Setelah ulang menjenguk ibunya Hanan terlihat sering terdiam, entah apa yang dipikirkannya. Bahkan ini sudah seminggu sepulang dari menjenguk ibunya, namun Hanan baru sekali menyentuh Dewi, itu membuat Dewi penuh selidik.
Hanan bersikap cuek dan tidak seperhatian seperti biasanya. Biasa jika Dewi pakai baju yang sekira kuraang pantas dipakai main maka akan berkomentar, menyuruh ganti atau tidak boleh keluar, selalu cerewet dan memperhatikan gerak geriknya. Namun ini sudah seminggu Dewi merasa Hanan hanya diam dan sering melamun.
" Melamun aja? Ada apa si pak?", Tanya Dewi penuh selidik.
" Tidak ada apa apa!", Jawabnya datar, membuat Dewi makin menyimpan sejuta penasaran.
" Iya besok saja, sekalian mampir pulang sekolah", Jawab Hanan malas berdebat dengan Dewi dan lagian dia belum ingin cerita tentang perpisahannya dengan DEWI.
" Bapak senin besok mama minta uang dua ratus ribu aja", Dewi bicara dengan nada manja setrlah pembicaraan mereka tadi.
" Untuk apa lagi? Bapak tidak ada uang, bahkan pulang kemarin, bapak tidak bisa ninggalin buat pegangan ibu yang sedang sakit, padahal jika bapak pulang sama bunda, bunda selalu memberikan uang pada ibu dan bapak dikampung tapi kali ini bapak pulang sendiri malah tidak bisa ngasih, padahal mereka sedang butuh banget biaya", Lirih Hanan sedih, nyatanya itu salah satu yang menghantui pikirannya kini.
" Bapak sih pelit sama istri, coba bapak bisa nyenengin hati mama, maka rejeki bapak pasti lancar", Ketus Dewi ngasal.
" Pelit dari mana ma... memang bapak adanya cuma segitu! Mau bapak kasih banyak juga jika ada mama pasti kurang, bahkan sudah berapa kali bapak menyuntikkan modal buat usaha mama, nyatanya usaha mama cuma jalan ditempat", Ujar Hanan yang selalu merasa menambah modal usaha Dewi meski tak seberapa, tetapi Hanan sering menambahi uang jika Dewi hendak belanja barang barang yang akan dijual on line.
" Oalah pak, orang bapak nambahinya kadang cuma setuja, dua juta, ya ga kerasa lah, buat ongkos belanjanya juga kurang", Ketus Dewi.
" Ck!!! Tidak bersyukur, adanya segitu mau minta lebih, masih mending bapak nambahin", Hanan menatap Dewi tajam dengan kesal.
Dewi hanya mencibir tidak meneruskan lagi perdebatannya, kesal karena suaminya tidak sesuai harapannya dulu, dipikiran Dewi, Hanan itu penurut dan penyayang serta perhatian juga tidak pelit seperti ini, hitungan.
__ADS_1
Sepulang ngajar les, Yasmin beli makanan matang dijalan karena hari ini pada sehingga tidak sempat memasak dan kali ini masih jam lima Yasmin beniat membeli ayam bakar dekat tampat dia mengajar.
Namun tanpa disangka, setelah mrmesan dan mengantri ternyata datanglah Dewi yang juga mau membrli ayam bakar ditempat itu.
Yasmin hanya diam tak menyapa, dan cenderung menghindar agar Dewi tak menyadari jija ada dirinya juga ditempat itu, seandainya dia tidak terlanjur pesan mungkin Yasmin sudah pergi, mending cari menu lainnya.
" Eh, Ada bunda.... selera kita sama ya, sore ini mau makan ayam bakar", Sapa Dewi membuat Yasmin sedikit terjengkat pasalnya usaha sia dia ternyata Dewi menyadari keberadaannya. Yasmin hanya mesem saja ketika mendengar Dewi bicara tak ada niat menjawab ocehan Dewi.
" Oya, kalau begitu pesanan bunda ditbah ya, biar nanti bapak makan di rumah bunda, jadi aku bisa mengurangi satu potong jatah bapak", Oceh Dewi
" Mang.... Yang pesanan bunda ini ditambah satu ya, dan punya saya dikurang satu", Dewi tersenyum lega setelah mengurang pesanannya.
Yasmin melongo dibuatnya tapi biarkan saja, lagian jika nanti Hanan datang ke rumah Yasmin juga mau minta haknya anak anak yang semenjak pusah belum Hanan kirim.
Ulah Dewi barusan karena kesal dikira Dewi, Hanan selalu memberikan lebih pada Yasmin. Diam diam Dewi sering menteror Yasmin, namun Yasmin tak menghiraukan juga tidak menjelaskan jika dirinya sudah pisah resmi dengan Hanan, menurut Yasmin yang berhak menjelaskan masalah itu pada Dewi adalah Hanan bukan dirinya.
Bersambung......
Sory rada telat upnya... 🙏🙏🙏
__ADS_1