
Hanan sujud syukur, pengajuan mutasi dinasnya akhirnya resmi di dapat, dengan berbagai alasan yang akhirnya dikabulkan.
Merasa di kota ini Hanan sendirian akhirnya memilih tugas di daerah asal agar supaya bisa menemani pak Harun.
Pilihan yang tepat dimasa senjanya, mengingat pak Harun juga tinggal sendiri rasanya tidak tega jika membiarkan bapaknya menikmati masa tuanya seorang diri.
Hanan menyadari dirinya yang masih merasa sehat dan belum ada keluhan apapun, kini hidup sendiri rasanya kesepian, untuk itu dia akhirnya mengurus kepindahan nya untuk dinas di kampungnya saja.
Meskipun sangat sulit dan sedikit ribet tetapi karena alasannya kuat untuk menemani orang tua yang hidup sendiri akhirnya terkabul, mungkin juga karena doa bapaknya dan juga ketiga anaknya yang mengharapkan Hanan memang pulang kampung untuk menemani kakek mereka. mungkin saja.
Akhirnya rumah yang dulu ditempatin bersama Yasmin dan ketiga anaknya dijual dengan persetujuan dari Jasmine dan uang itu diberikannya kepada Yasmin semuanya, nyaman sama Yasmin kemudian dibolehkan sawah di kampung dengan maksud nanti akan diberikan kepada ketiga-anaknya.
Sore hari ketika tengah hujan, Hanan dan pak Harun tengah menikmati secangkir teh panas dan juga pisang rebus.
Tak ada pembicaraan yang berarti diantara keduanya, hanya sesekali Hanan menanyakan pada bapaknya mau makan sesuatu? mau apa? mau di belikan atau bagaimana? itu sajadan berakhir dengan jawaban gelengan kepaladari bapaknya.
Waktu terus bergulir berlalu meninggalkan hari Minggu bulan dan tahun. Hanan kadang-kadang benar-benar merasa kesepian yang begitu dalam di hari tuanya tak ada anak dan istri di sampingnya, meskipun sudah pulang kampung jarang bisa bertemu dengan anak-anaknya, karena kesibukan mereka menuntut ilmu.
Hasan bahkan sudah besar sudah bekerja sambil mengambil S2 untuk melanjutkan pendidikannya.
Dokter Yusuf mengarahkan Hasan untuk menjadi seorang dokter di awalnya namun rupanya Hasan memilih menjadi seorang ahli data analyst.
Dan itu sangat didukung oleh kedua orang tuanya bahkan dokter Yusuf sempat terkejut dengan pilihan yang Hasan ambil tapi sekaligus sangat bangga.
__ADS_1
Husain pun juga sudah hampir selesai kuliahnya. dan disusul dengan Haya serta halwa yang sudah berada di semester pertama dan kelas 3 SMA.
Waktu begitu cepat berlalu namun hingga saat ini Hanan tetap memilih sendiri, setiap kali disindir oleh bapaknya atau saudaranya bahkan tetangganya mengenai jodoh Hanan tak bergeming. kini Hanan benar-benar sadar jika ternyata di hatinya nama Yasmin tidak pernah bisa hilang dan takkan tergantikan.
jika sudah begini hidup Hanan terasa nelangsa saat ini dia memiliki uang, lah kan gajinya tunjangannya hampir tak pernah terpakai untuk dibelanjakan, penghasilannya dari sawah kebun yang telah bapak Harun wariskan kepada ketiga cucunya dan sekarang diurus oleh Hanan lebih dari cukup hasilnya sebagian besar dimakan ada juga diberi diberikan kepada tetangga yang kekurangan dan sebagian juga dijual, hingga membuat pundi-pundi tabungan Hanan semakin bertambah.
" Ya Robb, meskipun kini aku memiliki cukup uang tapi rasanya takkan bisa untuk menebus penyesalan dalam hatiku, uangku seperti tak ada gunanya lagi, ketua putraku Mereka pun sudah bisa menghasilkan uang sendiri, Hasan sudah bekerja, Husein kuliah sambil usaha dan youtuber, bahkan uangnya lebih banyak dari uang ku sendiri, sementara Haya dia pun juga tak pernah meminta karena dia juga sudah pandai mendapatkan uang sendiri dengan jualan online-nya, jika waktu bisa kuulang Aku ingin berada kembali di usia 40-an di mana ada anak anak dan istriku yang menyambutku pulang dengan senyum menawan, dengan segelas teh hangat tanpa tambahan kue ataupun kudapan, aku kesepian ya Allah, Aku butuh mereka namun tak mungkin kujangkau", Hanan terpekur diatas sajadah panjangnya merenungkan hari tuanya dan itu akan terus ia lakukan setelah selesai sholat.
Meskipun begitu dengan Dewi sesekali masih berkirim pesan walaupun sangat jarang.
Dewi mengabarkan jika dia akhirnya menikah kembali dengan Mang Usep karena laki-laki itu terus mengejarnya dan dia sudah berubah Dewi pernah bercerita jika Mang Usep saat ini dia rajin belajar ngaji iqro dan istri tuanya sudah meninggal sehingga Dewi mau menerimanya, anak-anak Dewi pun mereka sangat betah di pondok dan pondok memberikan aturan boleh di tengok orang tuanya sebulan sekali hal itu membuat Dewi sangat senang.
Hasan dan Husein pun beberapa kali menyuruh Hanan untuk menikah lagi namun Hanan hanya tersenyum saja, bahkan Yasmin sempat meledeknya.
" Bapak kalian sepertinya akan sulit menemukan pengganti seperti mama Dewi, Bapak kalian cinta banget sama mama Dewi jadi belum move on", ucap Yasmin berkakak lebar saat mereka bertemu dalam acara khitanan Yafi dan Yunus beberapa waktu lalu.
" Bunda kalian sok tahu, siapa juga yang enggak bisa move on dari mama Dewi, Bapak hanya ingin fokus merawat kakek kalian itu saja", ucap Hanan.
" Justru kalau bapak nikah lagi kan ada yang bantuin merawat kakek tidak sendirian apalagi kalau bapak nambah anak rumah juga semakin ramai", kali ini lazan yang bersuara.
" kamu saja sama Mas cepetan nikah nanti bapak bantu ngurus anakmu", jawab Hanan sambil melirik Hasan.
" Halah .... orang yang disuruh nikah itu Bapak kok malah dilempar ke saya atau mau bareng-bareng saja pak nikahnya .. wah... asik sepertinya Pak, Oke Pak", mereka semua terkekeh mendengar ucapan Hasan.
__ADS_1
" Menghayal kok terlalu tinggi .... Mas bisa jadi bahan gosip orang se-kabupaten nanti kalau kita nikah bareng", Hanan pun ikut terkekeh.
" udah nggak zaman sekarang orang sebupaten Pak sekarang itu kalau ada berita viral langsung jadi mendunia", ucap Husain.
" Iya juga ", Jawab Hanan pelan seraya memperhatikan interaksi antara dokter Yusuf dan Yasmin yang begitu terlihat sangat mesra bahkan sesekali dokter Yusuf menyuapi Yasmin makanan.
Dokter Yusuf bukan tidak menjaga perasaan Hanan hanya saja Sudah menjadi kebiasaan memanjakan istrinya nya.
Dokter Yusuf terbiasa melakukan tindakan yang terlihat sangat perhatian romantis di depan banyak orang tanpa rasa malu bukan ingin disanjung hanya saja dokter Yusuf memang senang melakukan hal yang menyenangkan Yasmin di manapun berada tanpa dibuat-buat.
Yasmin pun tak kalah mesra kebiasaan dokter Yusuf ternyata benar-benar menular pada diri Yasmin bahkan meskipun mereka sedang di tengah-tengah para tamu Yasmin tak segan untuk mengelap keringat di dahi dokter Yusuf ataupun makanan yang kadang ada di pinggir bibir luarnya dengan telaten Yasmin akan membersihkan semua itu dari muka dokter Yusuf.
" kami memang sangat menghargaimu Pak karena Bunda yang mengajarinya tetapi orang seperti bapak tidak pantas menjadi suami bundaku", kata-kata Kedua putranya saat itu, saat pertemuan pertama setelah sekian tahun berpisah itu kembali terngiang di telinga kanan saat itu dadah rasanya langsung sesak.
" Kalian bener anak-anakku, Bapak memang sungguh tidak pantas menjadi suami Bunda kalian", lirih Hanan dalam PENYESALAN TERDALAM.
~END~
**Terima kasih untuk semua yang telah menemukan hasil tulisanku ini dan akhirnya membaca.... memberikan like , vote juga komen-komen yang begitu bagus sehingga membuat autor semangat 💪💪💪🤗🤗🤗
Mohon maaf jika banyak typo, atau kata-kata yang kurang sopan bahkan menyinggung kalian semua, maafkan atas semua kelemahan saya itu...
Sampai jumpa di karya terbaru ku, atau riders bisa klik karyaku satu persatu yang ingin dibaca, silakan tinggalkan jejaknya... 🤗🥰
__ADS_1
Sekali lagi terima kasih untuk kalian yang sudah setia dari awal hingga judul ini selesai...
semoga kalian semua diberi kesehatan dan umur panjang serta kebahagiaan bersama keluarga... dan yang sudah berumah tangga semoga bahagia terus till Jannah, Aamiin yra**.