JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Gara gara ketiak


__ADS_3

Jam tiga subuh Yasmin subuh bangun, kemudian mandi tidak lupa menyimpan air seninya di gelas plastik kecil yang sudah ia siapkan dari sore.


Karena deg degan, Yasmin tidak mau buru buru menunggui hingga keluar hasil, lebih baik ia melaksanakan sepertiga malam sambil berdzikir dan tadarusan hingga menjelang subuh barulah ia membangunkan suaminya.


" Mas.... bangun yuk, bentar lagi adzan, hemm..", Yasmin dengan lembut dan pelan membangunkan suaminya penuh kelembutan.


" Hemmm", Dokter Yusuf menggeluat dan mengucek kedua matanya.


" Sayang sudah bangun?!", Melihat Yasmin yang sudah memakai mukena.


" Sudah mas, ayo mandi sana, kita jamaah subuh", Ucapnya lembut sambil mengusap tangan dokter Yusuf lembut.


Dokter Yusuf masih berusaha membuka matanya sambil bangun kemudian duduk disisi ranjang tidur, kemudian beranjak berdiri dan pergi menuju kamar mandi.


Yasmin menunggu sambil mengaji, hingga sebuah pelukan erat mendekap dirinya dengan kuat, sambil menangis sesenggukan.


" Terima kasih ", Ucapnya, dokter Yusuf menciumi ceruk leher Yasmin dengan kuat dan berulang.


" Terima kasih untuk apa?!", Tanya Yasmin binggung.


" Ini", Dokter Yusuf menunjukkan tiga tespek yang tadi masih merendam hangat di air seninya, yang dia sendiri takut untuk melihatnya hingga meninggalkannya begitu saja dalam keadaan masih berendam diatas toalet kamar mandi.


Yasmin meraih salah satu tespek itu dan melihat hasilnya, dua garis merah.


" Hah.... Ya Alloh", Yasmin menutup mulutnya dan air mata menetes di sudut matanya.


" Ini beneran kan? Coba yang lain", Yasmin meraih yang dua lagi dengan mata nanar dan penuh antusias.


" Mashaa Alloh....", Ucapnya air matanya menetes kembali.


" Jangan nangis, mas seneng banget... seneng seneng seneeennnggg buangetzz... Ayo kita jamaah dulu, keburu waktunya habis", Ucap dokter Yusuf lembut.


Keduanya pun jamaah dan berdoa dengan khusyuk, pagi ini diawali dengan kebahagiaan yang tiada tara, mereka akan kehadiran anggota keluarga baru dalam waktu beberapa bulan kedepan.


" Jaga dia sayang ya, ayah nitip disini hingga waktunya lahir dan kita akan bertemu dengannya", Dokter Yusuf mengusap pelas perut Yasmin.


" Ayah yakin bunda bisaenjaganya dengan baik", Dokter Yusuf mengusap dan mencium perut bunda.

__ADS_1


" Kira kira sudah berapa minggu ya usia dia, soalnya semenjak menikah aku belum pernah dapat mas", Ucap Yasmin.


" Nanti aku buat janji dengan dokter Okta, dokter kandungan di tempat mas kerja", Ucap dokter Yusuf.


" Iya mas, Tidak buru buru juga tidak apa apa soalnya aku tidak mengalami apa apa juga, biasa saja gaterasa malah", Jawab Yasmin.


" Tidak pusing atau mual?", Tanya dokter Yusuf.


" Tidak mas, biasa saja, hanya rasanya pingin nyizmin ketek mas terus", Jawab Yasmin sambil tersenyum.


" Eitttss.... Jangan bun, masa anak kita bawaannya jorok sih... jangan ah!", Dokter Yusuf menutup ketiaknya dengan tangannya.


" Mas ga tahu ya, setiap aku mau tidur nunggu mas merem terus tangan mas aku angkat keatas terus aku hirup kuat kuat bau asem ketiak mu mas", Yasmin terkekeh lebar.


" Iihhh.... Beneran, atau bunda .. bohong ya... ga mungkin orang tidurnya selalu duluan bunda kok", Dokter Yusuf makin rapat memegangi ketiaknya.


" Kenapa sih mas, ditutup begitu, pelit banget iihh.... cuma bau ketek doang, bunda ga minta yang aneh aneh juga!", Yasmin kesal karena dokter Yusuf mengamankan ketiaknya.


Yasmin beranjak meninggalkan suaminya dengan wajah kesalnya.


Dokter Yusuf menyusul Yasmin kedapur, tapi tak ada cuma ada bi Murni sedang mengupas bawang, seluruh tumah dijdlajah dokter Yusuf tapi tak ada istrinya.


" Bi, lihat bunda tidak bi?", Tanya fokter Yusuf pada akhirnya setelah bingung mencari namun belum ketemu.


" Tadi keluar, ga tahu mau kemana tidak bilang", Jawab bibi santai, karena memang Yasmin tidak pamit.


" Keluar kemana bi?", Tanya dokter Yusuf panik.


" Ya keluar gerbang pak, kurang tahu mau kemana tidak pamit", Dokter Yusuf tidak menunggu bibi selesai bicara dia langsung berlari keluar, ke jalan mencari istrinya.


Dokter Yusuf berjalan keluar, menoleh kekiri kekanan memastikan disana ada istrinya.


" Duh bunda... kemana sih pagi pagi gini coba!", Dokter Yusuf khawatir tapi juga tidak habis pikir kok istrinya langsung marah sih cuma begitu saja.


Dokter Yusuf berjalan terus hingga sampai dipinggir taman komplek rumahnya, disana dia melihat istrinya tengah membeli sesuatu, dia langsung merangkul Yasmin dari samping saat yakin saat ini yang berada di depan gerobak bubur ayam adalah istrinya.


" Oihh..... Ya Robb, kagetin mas, kenapa nyusul kesini, ini sudah kok", Yasmin makin kesal dengan suaminya karena merasa di awasin, cuma beli bubur saja sampai disusul.

__ADS_1


" Ayah khawatir, kok bunda keluar ga pamit, jangan marah gitu dong... ", Ucap dokter Yusuf.


" Mang berapa?, Mas mau sekalian?", tanya Yasmin.


" Dua belas ribu bu", Jawab Mang.


" Tidak, mas mau makan dendeng yang kemarin masih ada kan?", Tanya dokter Yusuf, Yasmin langsung memberikan uang pas pada mangnya.


" Makasih mang, mari", Ucap Yasmin kemudian melangkah untuk pulang dalan rangkulan sang suami.


" Kalau mau keluar jangan kayak tadi, minimal bilang kek sama bibi biar mas tidak khawatir", Ucap dokter Yusuf dengan mengelus lembut pundak istrinya.


" Maaf, tadi cuma mau siram siram didepan rumah tapi kok tiba tiba pingin bubur ayam, bunda kira ayah tidak akan nyari, orang cuma sebentar", Ucap Yasmin.


" Mas kira cintaku marah karena mau cium ketiak tadi", Ujar dokter Yusuf.


" Mas pelit!", Yasmin kembali merajuk.


Dokter Yusuf mengusap punggung Yasmin lembut, ia tahu mood istrinya sedang tidak baik, Yasmin itu jarang sekali merajuk atau marah selama dua bulan menikah dokter Yusuf tahu jika istrinya ini orang yang santai, sabar, pengertian, lemah lembut tidak mau marah jika bukan hal yang besar dan mendasar.


Namun sedari pagi cepet sekali ngambek, hanya gara gara mau mengendus ketiak malah ditutup dengan tangannya.


" Bakalan kayak aku nih sepertinya calon anakku... hemmm", Batin dokter Yusuf tersenyum tipis.


" Enak ternyata jalan kaki pagi pagi gini bun", Ucap dokter Yusuf.


" Ya, siap siap ya nanti setiap pagi temani bunda jalan, biar lancar saat persalinan",Ucap Yasmin.


" Siaappp.... cintanya ayah, apa sih yang enggak untuk bunda sayangku dan calon buah cintaku", Jawab dokter Yusuf sambil membuka gerbang pagar rumahnya.


" Langsung dimakan mumpung masih hangat", Ucap dokter Yusuf.


" Mau disuapin ayah", Lirihnya.


" Ayo, sini biar ayah yang pindahin ke mangkuk, buburnya", Dokter Yusuf langsung setuju, dia tahu betul keinginan Yasmin, pasti ini ulah calon babynya, yang maunya dimanja seperti dirinya.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2