JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )

JANDA KARENA JANDA ( PENYESALAN )
Satu dua tiga, Oke!


__ADS_3

Hampir dua minggu Yasmin dan dokter Yusuf bertemu, dan mereka semakin akrab, namun Yasmin masih sangat menjaga jarak, tidak ingin ada gosip yang melanda lebih baik menghindar jika bukan terpaksa harus bertemu, pikirnya.


Sementara semenjak di telpon oleh pak Taslim, pak Irawan yang tadinya sudah memantapkan hati ingin memilih bu Wida pun kini mulai membandingkan dua perempuan itu.


Jika Bu Yasmin janda beranak tiga usia 36 tahun sementara bu Wida gadis usia 35, beda sedikit, tetapi jika mau dapat bonus ya bu Yasmin pilihannya, ya bonus anak ya bonus pahala, Bu Yasmin juga terlihat lebih elegan, tenang dan lembut, serta sopan dengan baju gamisnya.


Sementara bu Wida terlihat cantik karena dandanannya yang selalu mencatok rambutnya, dikerly, dengan rok spannya yang terlihat modis.


Pak Irawan dilema, tetapi hatinya galau karena bagi pak Irawan bu Yasmin adalah istri idaman bagi suami dan anak anak, jika bu Wida waow... bingung!.


" Bu, boleh minta waktunya untuk berbicara seusai bubar sekolah bu?", Pak Irawan berbicara pelan pada Yasmin.


" Oh, boleh pak, silahkan atau sekarang juga mumping saya sedang jam kosong pak, nunggu jam berikutnya", Jawab Yasmin untuk memanfaatkan waktu.


" Oh, begitu! Boleh mari!", Pak Irawan pun menuju e ruangannya diikuti oleh Yasmin dibelakangnya.


" Begini bu, maaf sebelumnya, semoga omongan saya ini berkenan dan tidak menjadikan hubungan kerja kita menjadi kikuk, saya mendapat amanah dari pak Taslim untuk mengenal ibu lebih jauh, maaf, apalah ibu bersedia?", Pak Irawan mengucapkan kata dengan hati hati agar tidak menyinggung Yasmin.


" Maaf pak, bukannya saya tidak menghormati bapak ataupun pak Taslim serta bu ida, tetapi kalau maksud pembicaraan bapak mengenai rencana mereka untuk menjodohkan kita, bapak dengan saya, maaf ... maaf... sekali pak, sebaiknya kita tetap seperti ini saja, saya masih ingin sendiri dulu, saya harap bapak tidak sakit hati", Ucap Yasmin lembut dengan tangan menangkup didada🙏.


" Tidak perlu merasa tidak enak bu, sebetulnya saya bicara seperti ini bukannya saya menolak maksud mereka tetapi karena saya sudah terlanjur dekat dengan seseorang", Ujar pak Irawan dengan hati hati lagi.


" Oh, iya pak silahkan jangan merasa sungkan sama saya, saya doakan semoga bapak segera meminang wanita pilihan bapak, saya ikut bahagia".


" Terima kasih bu Yasmin, mohon maafkan saya".


" Tidak ada yang perlu dimaafkan pak, bapak tidak salah apa apa, kalau begitu saya permisi pak", Yasmin pun pamit dari ruangan pak Irawan.




Dokter Yusuf yang akhir akhir ini susah bertemu dengan Yasmin meskipun segala usaha dan alasan sudah diusahakannya.



Mulai dari mengorek tentang ayah Aya melalu bocah itu, kenapa pindah domisili, hingga banyak hal dan bahkan sampai jam jam Yasmin berada di rumah, tetapi usahanya masih nihil.



Hampir tiap hari dia menjemput Awa dan berharap ketemu Yasmin disekolah, tapi tidak juga.



Sesekali berkirim pesan jika Halwa main di rumahnya bersama Aya, dan berusaha menjemput di jam yang Aya bilang bunda berada di rumah nyatanya sudah beberapa kali juga tidak bertemu Yasmin katanya belum pulang karena mengajar les, memberikan jam tambahan bagi siswa yang tertinggal mata pelajaran Yasmin.


__ADS_1


Mau bertanya melalui pesan atau menelpon rasanya masih sungkan takut ketahuan jika dirinya naksir bundanya Aya itu. Malu.



Namun akhirnya dorongan hatinya yang sangat kuat membuang ego dan rasa malunya itu, akhirnya dia memutuskan untuk menelpon Yasmin.



" Assalamualaikum, iya dok?", Sapa Yasmin disebrang, saat ini Yasmin masih disekolah dan sedang berada di ruang para guru.



" Waalaikum salam, apa kabar?", Tanya dokter Yusuf mengawali pembicaraannya dengan Yasmin.



" Oh, saya baik dok, sehat alhamdulillah", Jawab Jawab dengan senyum tipis meskipun dokter Yusuf tidak melihatnya.



" Syukurlah, saya beberapa kali menitipkan Awa kok tidak pernah bertemu, sibuk terus ya?!", Tanya dokter Yusuf.



" Iya dok, saya ambil jam tambahan bagi para murid yang tertinggal mata pelajaran saya", Jawab Yasmin.




" Ya cape, tapi anak anak saya mereka sedang berjuang untuk meraih masa depannya dok, dan saya sebagai orang tuanya sebisa mungkin untuk memenuhi segala kebutuhannya, wajar jika saya ambil tamvahan ini dok, lumayan bisa untuk biaya makan anakku yang besar", Ucap Yasmin apa adanya, bukan bermaksud dikasihani tetapi Yasmin hanya ingin dokter Yusup memaklumi jika saat dirinya menjemput putrinya tidak pernah bertemu dengannya.



" Hebat kamu bun, semoga kamu sehat terus, Aamiin", Ucap dokter Yusup salut.



" Aamiin dok, terima kasih atas doanya, dan mohon maaf jika saat Awa berada di rumah saya, saya kekurangan waktu untuk bersamanya dan sering saya tinggalkan", Ucap Yasmin sopan.



" Tidak masalah, syukurlah berarti mereka Aya dan Awa saling membutuhkan teman saat ini".



" Ya begitulah dok, terima kasih saya untuk Awa tolong sampaikan karenanya Aya anak saya jadi ada temannya", Ucap Yasmin.

__ADS_1



" Tapi ada syaratnya kata Awa bun, ucapan terima kasih saja masih kurang katanya", Ucap dokter.



" Hah! Maksudnya?", Yasmin bingung tak mengerti.



" Iya, katanya bunda Aya harus jadi bundanya Awa juga, gimana mau kan?", Ucap dokter Yusuf dengan dada dag dig dug deg menunggu respon Yasmin.



" Iya, kan sudah!", Jawab Yasmin langsung.



" O iya, jadi mau nih jadi bundanya Awa?", dokter Yusuf berbicara dengan nada senang dan hati berbunga bunga.



" Lho, maksudnya apa dok, bukannya Awa memang dari pertama ketemu saya langsung ikutan memanggil saya bunda", Jawab Yasmin heran dengan kegirangan Yusuf disebrang sana.



" Waduuhh.... masak tidak paham maksud aku bun?", Yaaahhh ala emak.... down sudah hati dokter Yusuf, melemas lah tak berdaya.


Yasmin tidak mengerti maksudnya atau pura pura hanya ingin kejelasan atau menolak secara halus, dan yang langsung ditangkap oleh dokter Yusuf, Yasmin ini menolak.



" Lha dokter memang bicara apa, maaf saya tidak paham dok", Ucap Yasmin sedikit lebih pelan lagi, pasalnya pembicaraannya kini mulai di perhatikan rekan guru yang lain.



" Bu guru Yasmin, cik gu ... tolong dengarkan ya, Halwa ingin bunda Yasmin menjadi bundanya yang sesungguhnya, mau kan, tolong lah jangan ditolak, kasihan Halwa itu anak piatu bun, jangan sakiti hatinya", Ujarnya dengan nada memelas.



" Iya pak dokter, dari awal juga Halwa memang sudah memanggil saya bunda, jadi Halwa boleh menganggap saya bundanya bahkan jika nanti dokter sudah menikah dan menemukan ibu pengganti bagi Halwa", Jawab Yasmin.



" Tapi Ayahnya Halwa dan Halwa ingin ibu penggantinya itu bunda Yasmin bukan orang lain, dan tidak boleh ada penolakan, dilarang menolak atau membuat alasan yang tidak penting di sini cuma ada tiga pilihan satu oke, dua oke dan tiga oke saya bersrdia, titik!.


__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2