
"" Assalamualaikum....", Sapa dokter Yusuf pada Yasmin melalui vc, sebelumnya sudah berkirim pesan jika akan vc dari suatu tempat dan harus diangkat karena akan ada seseorang yang bicara disana, terang dokter Yusuf melai pesan kepada Yasmin.
" Waalikum salam", Jawab Yasmin canggung pasalnya dia tidak bissa melakukan sambingan vc apalagi dengan lawan jenis kecuali pada bapak dan kakaknya serta anaknya, maka dari itu Yasmin memakai masker.
" Sedang di rumah atau disekolah?", Tanya dokter Yusuf.
" Di rumah, nih!", Yasmin menunjukkan setumpuk buku yang berada dimeja ruang tamunya yang tengah ia periksa, setumpuk buku tugas punya muridnya tentu.
" Wah, sibuk ya?".
" Tidak juga, Aya dan Awa sedang di kamar, mau istirahat siang sebentar lagi les", Jawab Yasmin.
" Hai.... lihat aku lagi mana? Kenal tempat ini tidak?", Dokter Yusuf tersenyum dan kemudian mengelilingkan kameranya, disana tampak dapur rumah orang tua Yasmin.
" Hah!", Yasmin nampak menutup mulutnya, karena terkejut
" Ngapain dokter kerumah bapak, hah!", Yasmin terkejut dan kemudian sedikit kesal tidak habis pikir dengan kelakuan dokter satu ini.
" Ya silaturahmi lah, memang dikiranya apa?, mau kenalan sama mertua lah, ga ada yang salah kan?", Jawab Dokter Yusuf dengan menaik turunkan kedua alisnya.
" Astaghfirulloh.... pancen dokter gemblung.... ngelamar siapa? Bapak tidak punya anak perawan!!!", Yasmin makin sewot sama kelakuan dokter Yusuf.
" Ah... Fitnah lagi kan... masak gemblung bisa jadi dokter! Memang bapak tidak punya anak perawan, tapi kalau anak yang janda bapak punya, aku duda mau sama yang janda dong!!!", Dokter Yusufpun kembali menaik turunkan alisnya sambil terkekeh.
" Mana bapak sama ibu?", Yasmin bertanya dengan nada yang ketus.
__ADS_1
Dokter Yusufpun mengarahkan kamera pada pak Yasman.
" Assalamualaikum nduk, disini ada pak dokter nih!", Sapa pak Yasman, disana juga nampak bu Yasman yang melambaikan tangan seraya tersenyum pada Yasmin.
" Waalaikum salam bapak ibu", Jawab Yasmin senang.
" Disini ada pak dokter nih! Katanya dia mau melamarmu nduk!", Ujar pak Yasman.
" Bohong dia pak, kita tidak pernah ada hubungan apa apa pak, sungguh pak, Yasmin masih ingin sendiri!", Jawab Yasmin.
" Nduk, bapak tahu kamu keteteran mengurus ketiga anakmu sendirian, kamu juga tidak pernah mau bantuan bapak ibu mu ini, kenapa kamu menolak pak Dokter?", Tanya pak Yasman.
" Bapak!!! Yasmin belum siap, lagian pak dokter biar dapetin wanita yang lebih baik dari Yasmin, Yasmin udah tua pak", Jawab Yasmin jujur sesuai yang ia rasakan saat ini.
" Nduk!!! Sebaiknya kamu berdoa, jika kamu merasa mampu tanpa pasangan mungkin ada jodoh lain untuk dokter Yusuf namun jika dokter Yusuf memang jodoh mu, bapak sama sekali tidak keberatan, berdoalah... tiga hari kedepan berikan jawaban untuk bapak dan pak dokter", Ucap bijak pak Yasman.
" Tiga hari pak?", Yasmin terkejut, tiga hari waktu yang sangat singkat.
" Iya, tiga hari lagi bapak tunggu jawabanmu, berdoalah mulai hari ini", Jawab pak Yasman.
Yasmin mendesah, dia menunduk memikirkan sesuatu, pertama pasti anggapan orang karena baru pisah langsung kembali nikah, kedua dia merasa minder, kesusahan hidup bersama Hanan dulu membuatnya kehilangan rasa percaya dirinya, ketiga Yasmin merasa jika dirinya tak pantas karena sudah cukup usia, Yasmin berharap dokter Yusuf berjodoh dengan yang lebih muda, dan keempat Yasmin belum ada rasa cinta dengan dokter Yusuf, seakan hatinya tertutup karena kegagalannya dulu.
" Bun.... ", Panggilan dokter Yusuf mengagetkan Yasmin.
" Oh, hemmm... iya! Dokter.... Aku harus bagaimana? ", Entah kenapa mulut Yasmin kok malah seakan mau curhat pada dokter Yusuf.
__ADS_1
" Hemmm.... Niat Aku tulus!!! Tolong terima!!! Kalau tidak yakin maka mintalah sama Alloh untuk menyakinkan hati bunda, iya!", Akhirnya dokter Yusuf berbicara serius.
Yasmin hanya terdiam, matanya terpejam antara haru dan juga ragu kini menguasai hatinya menjadi satu.
" Entahlah, biarkan aku bicara dengan bapak dulu dok, maaf!", Ucap Yasmin kemudian, dan ponsel dokter Yusufpun sudah berpindah tangan pada pak Yasman.
" Gimana nduk?, Disini bapak juga tidak memaksa, semua keputusan ada ditangan mu, cuma jika boleh jujur, bapak setuju saja, tidak ada salahnya kamu menerima pak dokter, kamu butuh teman diskusi, teman debat, teman berkeluh kesah nduk, kamu cape bapak tahu itu, sekuat dan sehebat apapun kamu, tetap butuh pasangan, kenapa kamu masih ragu? ", Tanya lembut pak Yasman pada putrinya.
" Bapak!, Mas Hanan itu hanyaseorang PNS biasa, duitnya pun tak seberapa, dia bisa selingkuh seperti itu, apakan jika nanti aku sama dokter itu, dia akan setia? Sayang sama anak anak dengan tulus, mungkin jika aku sendiri yang sakit itu tidak masalah, tetapi jika anak anak yang sakit, hidupku hancur pak!", Yasminpun terisak, disini pak Yasman tahu, ternyata Yasmin masih trauma, maka bujukan seperti apapun tidak bisa, yang bisa hanya doa dan keterbukaan hati Yasmin.
" Ya sudah, lebih baik kamu berdoa, memohon dengan khusyuk, satu minggu lagi kabari bapak", Pak Yasman pun akhirnya mengakhiri panggilan dengan Yasmin.
" Nak Yusuf, sebetulnya sebagai orang tua saya juga berharap jika Yasmin bisa membina rumah tangga kembali, tentunya dengan pasangan yang bisa menerima kondisi dia saat ini, saya sedih, hancur hati saya ini melihat dia disakiti oleh mantan suaminya, apalagi mantannya ini tidak membiayai anak anaknya, dan Yasmin harus berjuang sendiri, tapi saya juga tidak bisa memaksa dia jika keputusan dia madih inhin sendiri ya bapak hanya bisa menurut saja, tetapi saya sangat tersanjung dengan usaha nak Yusuf mendatangi saya sebagai orang tua Yasmin, pokoknya jika niat nak Yusuf tulus bapak hanya bisa bdntu doa, semoga hati Yasmin bisa terbuka dan bisa menerima nak Yusuf", Ucap pak Yasman panjang lebar.
" Terima kasih pak, saya tulus, semenjak bertrmu dengan Yasmin saya selalu berdoa untuk niatan saya supaya dilancarkan, namun saya mengerti jika Yadmin memang butuh sendiri dulu, barang kali dia masih takut untuk kembali merajut asa dalam rumah tangga pak, tetapi saya akan terus berusaha untuk menyakinkan dia", Dokter Yusuf memang sudah bertekad akan serius dengan Yasmin dan tidak mau melepas meskipun saat ini Yasmin belum memberi jawaban pasti.
" OH, jadi putri nak Dokter sekarang ada bersama Aya di rumah Yasmin?", Tanya ibu Hasanah.
" iya buk, Maaf saya sering merepotkan mereka, tetapi anak saya tidak bisa lepas dengan Aya, selalu inginnya bersama Aya, bahkan Yasmin sangat perhatian, bagaimana saya ga semakin kesengsem dengan putri bapak ibu, coba!", Jawab dokter Yusuf dengan terkekeh, sedikit malu karena menambahi beban hidup Yasmin karena sering menitip anaknya.
Bersambung..........
# Ketika ada yg bilang kok ceritanya seperti cerita hidupku, kok ceritanya mirip tetanggaku, kok mirip sahabatku....
Doa dari author... semoga readersku semua sll bahagia dlm rumah tangganya, sll dilimpahi rejeki yg barokah.... sll banyak bersyukur... sehat dan bisa saling mendukung dlm keluarga kalian ya😘😘😘🤗🤗🤗🤗
__ADS_1