
Malamnya Dendi datang bermain ke rumah Endra. Adahal yang ingin dibicarakan dengan Larisa sekligus bisa main bersama Kyra.
“Sudah makan malam, Den?” tanya Davira.
“Sudah, Tante.”
Tak lama Larisa pun turun membawa beberapa berkas yang diminta sepupunya itu. “Ada yang di butuhkan lagi?”
“Aku mau pelajari ini dulu, Mbak. Oh, ya, besok pagi-pagi aku harus survei lokasi di luar kota, Mbak bisa pimpin rapat gak?” tanya Dendi.
“Kok baru ngomong?”
“Aku juga baru di kabari Indah tadi sore.”
Larisa meangguk paham, sepupunya itu belum punya sekretaris atau asisten pribadi. Selama ini Indah yang membantunya dalam mengatur jadwal kerja.
“Tapi bahannya sudah ada kan?”
“Ada, sudah aku siapin. Nanti aku kirim lewat Email aja, ya.”
“Oke deh.”
Dendi tersenyum lebar. “Kyra mana?”
“Ada di dalam sama opa dan Papanya.”
Dendi pun melagkahkan kaki ke ruang tengah di ikuti Larisa.
__ADS_1
“Om, ganteng,” sorak Kyra menghampirinya.
“Hallo, cantik. Nih, Om ada sesuatu.” Dendi menyerahkan satu bingkisan pada ponkannya itu.
“Makasih,ya, Om.”
Dendi mengelus kepala Kyra. “Yuk, kita buka sekalian main.”
“Ayok!” Kyra menarik tangan Om nya itu untuk duduk di karpet bersamanya.
“Pa, cariin Dendi sekretris deh, biar Indah gak kerepotan ngurusin jadwal aku sama dia,” kata Larisa.
“Iya, ya. Kok Papa bisa lupa,” ujar Endra.
“Besok dia mau pergi survei lokasi pagi-pagi sekali dan aku harus gantiin dia meeting.”
“Kalau bisa yang sudah paham seluk beluk persahaan, Om, kayak Indah,” timpal Dendi.
“Kamu tenang saja, semua aspri Om sudah berpengalaman.”
Dendi pun megangguk.
“Nginap sini, Den?” tanya Abi.
“Gak, Mas. Kan besok harus berangkat pagi-pagi. Karena Mbak Larisa lagi hamil jadi, aku ambil kerjan yang di luar kantor. Biar Ibu hamil tetap kerja di dalam gedung aja, supaya gak kecapekan.”
“Terimakasih banyak loh sudah bantu Larisa.”
__ADS_1
“Santai aja, Mas. Kita kan keluarga jadi harus saling bantu.”
Obrolan pun terus berlanjut hingga hampir malam, Dendi pun memutuskan untuk pulang ke apartemennya.
...🐷🐷🐷🐷...
Abi dan Larisa sudah sampai di depan gedung perusahaan. Sebagai suami siaga kata Abi, ia mengantar sang istri sampai depan Lift. Karena ada meeting pagi ini semua rekan bisnis pun sudah ada yang tiba di sana. Termasuk Bayu, ia melihat Larisa dengan suaminya yang tampak begitu mesra.
Larisa terus saja tersenyum kala Abi menggodanya. Bayu yang melihat senyuman manis itu merasakan getaran di hatinya. Entah kenapa rasa sesal setelah meninggalkan Larisa datang terlambat disaat dia sudah bahagia dengan laki-laki lain.
...----------------...
Ada rekomendasi lagi...
jangan lupa di intip ya...
Luxia di lahirkan dengan tanda lahir Burung Phoniex di sebelah lengan kirinya, dan dia di takdirkan menjadi seorang penyelamat.
Meskipun ayahnya seorang kaisar, Luxia harus tetap berhati-hati demi keselamatannya dari musuh yang siap menyerang dan mengendalikan kekuatan yang dia miliki, agar tidak berubah menjadi iblis sang penghancur dunia apa yang harus Luxia lakukan?
Akan tetapi dengan kemampuan yang dia miliki, meski banyak ancaman yang datang kapan saja apakah Luxia akan berhasil menyelamatkan dirinya dari seorang yang berniat jahat?
Berhasilkah Luxia menyelamatkan dunia dan tidak harus menjadi seorang iblis penghancur?
Apakah yang akan Luxia hadapi nanti? dan bagaimana cara Luxia menyelamatkan dunia dan menjaga dirinya agar tak menjadi iblis sang penghancur? saksikan perjalanan Luxia
__ADS_1