Kepedihan Jiwa

Kepedihan Jiwa
Bab 115


__ADS_3

Senin datang kembali, memulai kesibukan di awal minggu ini. Semua orang yang ada di rumah Endra, tampak sudah bersiap dengan kegiatan mereka masing-masing. Ada yang akan berangkat ke kantor, ada yang akan berangkat ke Rumah sakit dan ada juga yang siap dengan seragam sekolahnya.


“Hari ini kita ada rapat bulanan jadi, Papa akan ikut ke kantor,” kata Endra.


Larisa setuju. “Tapi siap jam makan siang aku gak ikut rapat lagi, ya, Pa. Mau ke sekolahnya Kyra, ada rapat juga di sana.”


“Gak papa, masih ada Dendi.”


“Pulangnya gimana nanti, sayang?” tanya Abi.


“Kayaknya habis dari sekolah Kyra aku langsung pulang kerumah aja deh, sama Mama dan Kyra,” jawab Larisa.


“Oke.”


Dari meja makan mereka semua sama-sama keluar dari dalam rumah, memasuki mobil dan menuju tujuan masing-masing. 


“Jam berapa nanti pulangnya dari sekolah Kyra?” tanya Abi.


“Belum tau sih, Kak. Kenapa?” jawab Larisa.


“Kalau sorean Kakak usahakan pulang agak lebih awal.”


“Nanti aku kabarin aja, ya.”

__ADS_1


Abi pun menganggukkan kepala sambil fokus pada jalanan. Tak lama mereka pun sampai di parkiran gedung perkantoran bersamaan dengan mobil lainnya. Abi dan Larisa pun turun dari mobil mereka. Begitu pula dengan orang yang sama-sama parkir dengan mereka tadi.


“Loh, ketemu lagi,” ujar Bayu.


Larisa menghembuskan nafas panjang. Ia tak habis pikir, kenapa sekarang ini jadi lebih sering bertemu dengan mantannya itu.  


Abi tersenyum lebar mengeratkan genggamannya di tangan Larisa. “Kami duluan.”


Bayu pun mengangguk, memberi jalan pada pasangan itu untuk jalan di depannya. Hingga sampai depan lift, biasanya Abi akan kembali ke parkiran. Namun, sekarang tidak, ia bahkan menemani sang istri sampai keruangan nya. Bayu yang tadinya hendak memasuki lift yang sama memilih untuk menunggu lift lain. 


“Ngapain dia pagi-pagi sudah di sini?” tanya Abi.


“Kan ada rapat, Kak. Semua perusahaan yang bekerja sama akan hadir,” jelas Larisa.


Larisa hanya mengangkat bahu. “Sekarang cemburuan, kemarin pas aku mau putusin kontrak kerja sama, yang larang siapa,” lontar Larisa.


“Wajar dong Kakak cemburu, tapi bukan berarti Kakak harus menuruti ego. Gak adil buat dia kalau hubungan kerjasama perusahaan harus diakhiri hanya gara-gara kamu marah dan Kakak cemburu sama dia.”


“Iya, aku paham. Gak boleh campur adukkan masalah pribadi dan pekerjaan, harus profesional.” Laria mengulang kembali pesan yang pernah disampaikan suaminya.


Pintu lift pun terbuka. Larisa melabuhkan satu kecupan di pipi suaminya sebelum ia keluar dari sana. “Da, sayang.  Love you.”


Wajah Abi jadi berseri. “Love you to.” Ia pun melambaikan tangan sampai pintu lift tertutup kembali.

__ADS_1


...----------------...


Aku bawa rekomendasi lagi...


😄😁


KEMBALI KE MASA SMA


(Tita Dewahasta)


Madya gagal dalam rumah tangganya. Mantan suaminya kemudian menikah dengan mantan baby sitter yang bertahun-tahun bekerja padanya.


Dia pun frustasi dan berandai kembali ke masa lalu untuk memperbaiki keadaan. Dalam sebuah perjalanan, kepala Madya terantuk setir mobil.


Beberapa saat setelahnya, dia kembali ke 18 tahun silam.


Dapatkah Madya memperbaiki hidupnya?


Dan bisakah Madya kembali ke masa sekarang, atau dia akan terjebak selamanya di kehidupan baru masa mudanya?


Ikuti kisahnya dalam novel 'KEMBALI KE MASA SMA'


__ADS_1


__ADS_2